Review
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Wow, 57% Penduduk Dukung Pajak Minuman Bergula

A+
A-
2
A+
A-
2
Wow, 57% Penduduk Dukung Pajak Minuman Bergula

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Lebih dari setengah penduduk Australia Barat mendukung pengenaan pajak atas minuman yang mengandung gula. Selain itu, masyarakat juga mendukung adanya pembatasan penjualan minuman tersebut.

Hal ini terungkap dalam survei LiveLighter Cancer Council WA. Sebanyak 57% penduduk mendukung pajak minuman yang mengandung gula. Sebanyak 60% lebih suka membatasi penjualan di gedung milik pemerintah seperti rumah sakit dan pusat rekreasi umum.

Melissa Ledger, Direktur Pencegahan dan Penelitian Kanker mengungkapkan ada hubungan yang jelas antara konsumsi berlebihan pada minuman yang mengandung gula dengan tingkat kelebihan berat badan.

Baca Juga: Pelaporan Insentif Pajak dan Kebijakan WFH Fiskus Jadi Terpopuler

“Kita tahu minuman yang mengandung gula memiliki sedikit bahkan tidak ada nilai gizinya. Ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang dapat berpengaruh pada risiko munculnya sejumlah penyakit kronis, termasuk jantung dan kanker,” ujarnya, seperti dilansir dari The West Australian, Senin (29/10/2018).

Menurutnya, pengurangan tingkat obesitas memerlukan pendekatan terpadu dari berbagai sektor, termasuk peningkatan ketersediaan dan akses makanan bergizi. Selain itu, paparan terhadap pemasaran pilihan makanan yang kurang sehati juga perlu dikurangi.

Adapun rata-rata kaleng minuman yang dijual, mengandung setidaknya sembilan sendok the gula. Fakta ini jelas berisiko membatalkan manfaat dari diet sehat. Apalagi, jumlah gula itu lebih dari dua kali lipat ukuran per hari yang disarankan untuk orang dewasa.

Baca Juga: Uni Eropa Sebut Penghindaran Pajak Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi?

Hal tersebut diperparah dengan kebiasaan konsumsi lebih dari satu kaleng per hari. Oleh karena itu, dia mendukung adanya kebijakan pemerintah yang mulai berlaku pada pekan depan dengan membatasi penjualan minuman yang mengandung gula di rumah sakit.

Sebanyak dua per tiga orang dewasa di Australia Barat kelebihan berat badan dan menderita obesitas. Ini menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat. Masalah kesehatan ini, menurut Melissa, cukup mengkhawatirkan dan harus segera ditangani.

“Orang-orang akan membuat pilihan yang lebih baik tentang apa yang mereka konsumsi. Kebijakan ini akan memainkan peran penting dalam menghentikan tingkat obesitas yang terus meningkat selama ini,” jelasnya. (kaw)

Baca Juga: Bukan Juli, Pemungutan PPN Produk Netflix Cs Paling Cepat Agustus 2020
Topik : Australia Barat, gula, pajak, sugar tax
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 28 Mei 2020 | 19:45 WIB
KOTA BUKITTINGGI
Kamis, 28 Mei 2020 | 17:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 28 Mei 2020 | 16:51 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
berita pilihan
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:58 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:51 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 15:57 WIB
EFEK VIRUS CORONA