News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
REPORTASE DDTC DARI SINGAPURA

Profesional DDTC Dalami Pajak UHNWI dan Family Office di Singapura

[DDTCNews] Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 | 13.37 WIB
Profesional DDTC Dalami Pajak UHNWI dan Family Office di Singapura

JAKARTA, DDTCNews - DDTC kembali mengirimkan profesionalnya ke Singapura dalam rangka mengikuti pelatihan intensif mengenai perpajakan internasional yang diadakan oleh Tax Academy of Singapore bekerja sama dengan University of Liechtenstein.

Kali ini, Senior Specialist DDTC Consulting Jason Renaldy akan mengikuti masterclass yang membahas perpajakan individu yang memiliki kekayaan sangat tinggi (ultra-high-net-worth individuals/UHNWI), family office, trust, dan investasi lintas negara.

Program bertajuk Masterclass on Cases in International Taxation of UHNWI, Family Offices and Trusts with Cross-Border Investments tersebut akan digelar pada 29–30 Oktober 2026 di Tax Academy of Singapore Hub.

Sebelumnya, Jason juga pernah mengikuti pelatihan perpajakan internasional mengenai UHNWI, family office, trust, dan investasi lintas negara bersama Founder DDTC Danny Septriadi di Singapura pada Maret 2026.

Melalui masterclass kali ini, Jason berkesempatan memperdalam sekaligus memperbarui pengetahuannya seiring dengan perkembangan isu dan praktik perpajakan internasional.

Adapun keikutsertaan Jason dalam program tersebut dibiayai sepenuhnya oleh DDTC tanpa ikatan dinas. Hal ini merupakan bagian dari komitmen DDTC dalam mendukung pengembangan kompetensi profesionalnya secara berkelanjutan.

Terlebih, seiring dengan makin meluasnya pengelolaan kekayaan pribadi secara global, aspek perpajakan, struktur kepemilikan, dan kepatuhan yang berkaitan dengan UHNWI, family office, trust, serta investasi lintas negara juga menjadi makin kompleks.

Melalui masterclass tersebut, peserta akan memperoleh analisis menyeluruh mengenai berbagai aspek perpajakan internasional bagi UHNWI yang memiliki struktur pengelolaan kekayaan dan investasi lintas yurisdiksi.

Selain itu, pembahasan juga mencakup kerangka perpajakan internasional, transparansi dan pelaporan pajak, perencanaan pajak internasional, serta struktur pengelolaan kekayaan pribadi. Peserta juga akan mempelajari implikasi penerapan pajak minimum global berdasarkan Pilar Dua.

Pada hari pertama, peserta akan mendalami topik International Taxation of UHNWI with Family Offices and Cross-Border Investments: 360° Analysis. Pada hari kedua, topik yang diangkat ialah International Tax Planning and Compliance of UHNWI with Private Wealth Structures: 360° Analysis.

Program tersebut juga dilengkapi dengan berbagai studi kasus yang membahas aspek perpajakan internasional, perencanaan pajak, dan kepatuhan bagi UHNWI di Asia dan Eropa. Studi kasus tersebut antara lain mencakup individu dari China, Indonesia, Malaysia, Jerman, dan negara lainnya.

Peserta juga akan mempelajari struktur family office dan pengelolaan kekayaan yang melibatkan Singapura, Hong Kong, Swiss, Liechtenstein, Luksemburg, hingga Uni Emirat Arab. Seluruh materi akan disampaikan oleh akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman di bidang perpajakan internasional, hukum, dan pengelolaan kekayaan pribadi.

Salah satu pengajarnya ialah Professor Martin Wenz, Chair for Business Taxation and the Laws of International and Liechtenstein Taxation di University of Liechtenstein.

Selain itu, terdapat Senior Partner Dentons Rodyk & Davidson LLP Edmund Leow; Family Office COO Tamarind Global Goh Eng Cher; serta Counsel Allen & Gledhill LLP Han Junwei.

Narasumber lainnya adalah Partner, Tax – Singapore di Forvis Mazars Chan Xue Pei; Partner Dentons Rodyk & Davidson LLP Kevin Ng; Partner East & Concord Partners Shanghai Joanna Jiang; serta Tax Partner Ganus Law Firm Shanghai Charlie Chai.

Bagi DDTC, keikutsertaan profesional dalam program pelatihan internasional sejalan dengan salah satu misi perusahaan, yakni berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM) melalui Human Resource Development Program (HRDP).

Program pengembangan SDM tersebut menjadi bagian dari upaya DDTC untuk mewujudkan visinya sebagai institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang menetapkan standar tinggi dan berkelanjutan.

Setiap tahun, DDTC memberikan kesempatan kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan di dalam maupun luar negeri. Dukungan pengembangan kompetensi juga diberikan melalui beasiswa pendidikan lanjutan, termasuk untuk menempuh jenjang master di universitas terkemuka dunia.

Sementara itu, Founder DDTC Darussalam mengatakan keikutsertaan para profesional dalam program masterclass tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman mengenai perkembangan perpajakan di dunia internasional.

Pengetahuan dan perspektif yang diperoleh dari program tersebut diharapkan dapat menunjang profesional DDTC dalam menangani berbagai isu perpajakan internasional, serta memberikan layanan dan advisory kepada klien dengan standar yang melebihi ekspektasi. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.