Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Program Ini Bendung Sentimen Negatif

0
0

JAKARTA, DDTCNews - Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (Trump effect) disinyalir menimbulkan sentimen negatif terhadap pasar keuangan global. Namun, hal ini masih bisa terbendung oleh kebijakan pajak yang tengah dijalankan oleh pemerintah Indonesia.

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Sampoerna University Wahyoe Soedarmono mengatakan Trump effect dan rencana kebijakan the Fed menaikkan suku bunga menyebabkan Rp16 triliun modal asing mengalir ke luar Indonesia pada pertengahan November lalu.

"Pemerintah tidak perlu khawatir. Masih ada program pengampunan pajak (tax amnesty) yang akan memulangkan dana-dana ke dalam negeri. Tidak usah takut ada pelarian modal," katanya di Jakarta, Senin (5/12).

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan 5 Tahun Terakhir Hanya Tumbuh 7,2%, Kok Bisa?

Wahyoe mengungkapkan setidaknya ada komitmen berupa dana sekitar Rp143 triliun untuk repatriasi masuk ke Indonesia dari wajib pajak. Selain itu, aliran dana yang keluar dari India, Thailand, Korea Selatan, dan Taiwan, masih jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia mampu bertahan pada gejolak perekonomian global yang diproyeksikan akan terjadi dalam waktu dekat. Dengan situasi neraca berjalan yang cukup kuat, risiko pelarian modal dari Indonesia pun dapat diminimalkan.

Wahyoe mengatakan ada dua pilhan bagi pemerintah untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan (CAD).

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Pertama, meningkatkan suku bunga acuan (policy rate) dan Expenditure Switching Policy melalui strategi yang memungkinkan depresiasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia untuk mengurangi konsumsi barang-barang impor. Kedua, meningkatkan ekspor komoditas ketika harga komoditas sedang naik.

"Kita juga harus meningkatkan ekspor ketika harga komoditas dunia seperti batu bara, maupun komoditas non tambang mulai menunjukkan tren peningkatan," tutupnya. (Gfa)

Baca Juga: DPR: Relaksasi Ini Seharusnya Dijalankan Setelah Tax Amnesty

"Pemerintah tidak perlu khawatir. Masih ada program pengampunan pajak (tax amnesty) yang akan memulangkan dana-dana ke dalam negeri. Tidak usah takut ada pelarian modal," katanya di Jakarta, Senin (5/12).

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan 5 Tahun Terakhir Hanya Tumbuh 7,2%, Kok Bisa?

Wahyoe mengungkapkan setidaknya ada komitmen berupa dana sekitar Rp143 triliun untuk repatriasi masuk ke Indonesia dari wajib pajak. Selain itu, aliran dana yang keluar dari India, Thailand, Korea Selatan, dan Taiwan, masih jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia mampu bertahan pada gejolak perekonomian global yang diproyeksikan akan terjadi dalam waktu dekat. Dengan situasi neraca berjalan yang cukup kuat, risiko pelarian modal dari Indonesia pun dapat diminimalkan.

Wahyoe mengatakan ada dua pilhan bagi pemerintah untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan (CAD).

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Pertama, meningkatkan suku bunga acuan (policy rate) dan Expenditure Switching Policy melalui strategi yang memungkinkan depresiasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia untuk mengurangi konsumsi barang-barang impor. Kedua, meningkatkan ekspor komoditas ketika harga komoditas sedang naik.

"Kita juga harus meningkatkan ekspor ketika harga komoditas dunia seperti batu bara, maupun komoditas non tambang mulai menunjukkan tren peningkatan," tutupnya. (Gfa)

Baca Juga: DPR: Relaksasi Ini Seharusnya Dijalankan Setelah Tax Amnesty
Topik : tax amnesty, pengampunan pajak, amnesti pajak, defisit neraca transaksi berjalan, pasar keuangan
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 07 November 2017 | 09:36 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 08 November 2017 | 09:18 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 18 Desember 2017 | 09:53 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 19 Desember 2017 | 09:44 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 10 November 2017 | 09:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 20 Desember 2017 | 10:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI