Review
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Fokus
Data & Alat
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pindah ke MU Berujung Untung, Ronaldo Tak Perlu Bayar Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Pindah ke MU Berujung Untung, Ronaldo Tak Perlu Bayar Pajak

Cristiano Ronaldo. (sumber: Instagram pribadi)

LONDON, DDTCNews – Kabar kembalinya Cristiano Ronaldo ke Manchester United (MU) menggemparkan sekaligus disyukuri oleh para pecinta sepak bola. Namun, apakah negara tempatnya bernaung juga bersyukur atas hal itu?

Jawabannya barangkali, iya. Hal ini terlihat dari bagaimana negara pemilik Big Ben tersebut rela kehilangan potensi pajak jumbo dari kedatangan Ronaldo. Media Italia mewartakan bahwa ada alasan lain yang membuat Ronaldo memilih pindah ke Inggris, selain pertimbangan menyangkut karir sepak bolanya.

"Ada banyak faktor yang membuat Cristiano Ronaldo akhirnya pindah. Salah satu alasan terkuat tentu karena adanya penghematan pembayaran pajak yang sangat besar," tulis il Sole 24 Ore, yang dikutip football-italia.net, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Asosiasi Hotel Minta Pembebasan Pajak Diperpanjang Hingga Akhir 2022

Momentum yang diambil pesepakbola asal Portugis ini sangat pas. Peraih lima Ballon d'Or itu terbebas dari kewajiban membayar pajak penghasilan (PPh) selama berkarir di Inggris hingga beberapa tahun ke depan.

Otoritas Inggris memang totalitas memberikan fasilitas pajak kepada pencetak 785 gol ini. Selama 7 tahun ke depan, Ronaldo tidak perlu membayar pajak apapun terkait dengan penghasilan luar negerinya. Misalnya, penghasilan dari seluruh kontrak sponsor yang telah dan akan ditandatangani.

Seluruh keringanan pajak tersebut diterima Ronaldo karena statusnya sebagai Res Non-Dom. Status tersebut disandang seseorang yang tidak berdomisili di Inggris dan bekerja di negara tersebut. Namun sesuai hukum Inggris,individu tersebut dianggap memiliki rumah permanen di negara lain.

Baca Juga: Perluasan Ultimum Remedium Hingga Tahap Persidangan

Ini bukan kali pertama Ronaldo merasakan keringanan pajak. Keringanan pajak juga ia terima pada 2018, ketika ia pertama kali meninggalkan Real Madrid dan pindah ke Juventus.

Saat itu, CR7 mendapat fasilitas tarif pajak tetap (flat rate) dari pemerintahan Gentiloni. Melalui kebijakan itu, Ronaldo hanya perlu membayar 100.000 euro per tahun atas penghasilannya. Nilai itu juga sudah termasuk penghasilan dari para sponsor.

Namun, Ronaldo juga sempat tersandung masalah dengan fiskus negara Spanyol. Pada 2019, dia setuju untuk membayar 19 juta euro atas dugaan penipuan pajak. (tradiva sandriana/sap)

Baca Juga: Menkeu Bisa Tunjuk Pihak Lain Jadi Pemotong/Pemungut Pajak

Topik : cristiano ronaldo, pajak internasional, sepak bola, CR7, pajak inggris, italia, MU

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KOREA SELATAN

Harga Minyak Dunia Melambung, Pemerintah Pangkas Pajak BBM

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:45 WIB
KALIMANTAN SELATAN

Siapkan Dokumen! Pemutihan Pajak Kendaraan Kembali Diadakan Hari Ini

berita pilihan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:00 WIB
MALAYSIA

Asosiasi Hotel Minta Pembebasan Pajak Diperpanjang Hingga Akhir 2022

Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Perluasan Ultimum Remedium Hingga Tahap Persidangan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:30 WIB
UU HPP

Menkeu Bisa Tunjuk Pihak Lain Jadi Pemotong/Pemungut Pajak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:00 WIB
SELANDIA BARU

Otoritas Pajak Segera Kirim Surat kepada 400 Orang Terkaya

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:30 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Ini Alasan DJP Lakukan Forensik Digital Data Elektronik

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:15 WIB
PAJAK DALAM BERITA

Insentif UMKM di UU HPP & Program Pengungkapan Sukarela, Cek Videonya!

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KETUA UMUM METI SURYA DARMA:

‘Pajak Karbon Diperlukan untuk Mendukung Level of Playing Field’

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:30 WIB
UU HPP

Ungkap Harta 1985-2015 dalam PPS Hanya untuk Peserta Tax Amnesty

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Penerbitan SP2DK untuk Wajib Pajak, DJP: Belum Sepenuhnya Digital