Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Reportase
Perpajakan.id

Melihat Komposisi TKDD dalam APBN

A+
A-
0
A+
A-
0
Melihat Komposisi TKDD dalam APBN

TRANSFER ke daerah dan dana desa (TKDD) merupakan alokasi anggaran yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendanaan pelayanan publik di daerah.

Adapun arah kebijakan TKDD pada 2021 adalah untuk memberi dukungan upaya pemulihan ekonomi, dukungan insentif kepada daerah dalam rangka menarik investasi, perbaikan sistem pelayanan investasi, serta dukungan pada usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Seperti dilansir Ditjen Perimbangan Keuangan (DJPK) pada laman resminya, TKDD juga merupakan suatu penerapan konsep value for money. Konsep ini merupakan konsep pengelolaan keuangan untuk memperoleh utilitas optimal dari setiap dana yang dibelanjakan. Salah satunya dengan meminimalkan dana APBD dan menarik sebanyak mungkin investasi swasta.

Baca Juga: Kejar Dana Insentif Daerah, Pemda Diminta Bersaing

Dengan demikian, apabila dilakukan secara akuntabel dan transparan, kebijakan itu diharapkan dapat mengoptimalkan dana APBD secara efektif dan efisien untuk peningkatan layanan publik, pengentasan kemiskinan, serta perbaikan kesejahteraan.

Pada awalnya, jenis dana transfer ke daerah hanya berupa dana perimbangan, yakni dana alokasi umum (DAU), dana bagi hasil (DBH), dan dana alokasi khusus (DAK). Hingga saat ini, TKDD melibatkan juga jenis data transfer ke daerah lainnya seperti dana insentif daerah (DID), dana otonomi khusus (Otsus), dana keistimewaan DIY (Dais DIY), dan dana desa.

Tabel berikut menunjukkan proporsi atas komposisi jenis dana TKDD pada APBN 2016 – 2020.

Baca Juga: Dengan Sistem Ini, Kemendagri Ingin Buat Peta Fiskal Indonesia


Mengacu pada tabel di atas, DAU mengambil porsi terbesar, yakni pada kisaran 50% sejak 2016. DAU merupakan dana yang dialokasikan untuk daerah provinsi dan kabupaten/kota.

Sementara itu, porsi tertinggi kedua yakni DAK yang berada di kisaran 20% tiap tahunnya. Dana ini khusus dialokasikan dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Baca Juga: Apa Itu Desentralisasi Fiskal?

Selanjutnya, DBH memiliki proporsi ketiga terbesar dengan alokasi sekitar 11% hingga 14%. Dana ini diperuntukkan untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan pemerataan dengan memprioritaskan daerah penghasil.

Di sisi lain, dana untuk mendukung kinerja pemerintahan daerah dan desa, baik DID, dana Otsus, Dais DIY, maupun dana desa memiliki proporsi yang relatif lebih kecil apabila dibandingkan dengan jenis dana lainnya, yakni di bawah kisaran 10%.

Komposisi TKDD ini memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tercermin dalam besaran alokasi pada jenis-jenis dana tertentu. Namun, perlu diperhatikan, besaran alokasi dana bergantung pada kebutuhan akan jenis-jenis dana yang bersangkutan di suatu daerah tertentu.

Baca Juga: Bagaimana Tren Tarif PPN/GST Secara Global? Simak di Sini

Apabila dilihat dari pertumbuhan alokasi anggaran per jenis dana, Dana Insentif Daerah merupakan jenis dana dengan rata-rata pertumbuhan alokasi anggaran tertinggi sejak 2016, yakni mencapai 33,94%, disusul oleh dana desa dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 8,92%.

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan adanya keinginan dari pemerintah pada tiap tahunnya untuk meningkatkan pemanfaatan anggaran untuk jenis-jenis dana yang terdapat dalam Kebijakan TKDD, khususnya DID dan dana desa. *

Baca Juga: Mendagri Minta Daerah Genjot PAD Tanpa Beratkan Rakyat
Topik : narasi data, desentralisasi fiskal, transfer daerah dan dana desa, TKDD
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 17 Desember 2020 | 17:51 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Jum'at, 11 Desember 2020 | 18:46 WIB
STATISTIK KONTRIBUSI PAJAK
Rabu, 09 Desember 2020 | 10:30 WIB
STATISTIK GLOBAL VALUE CHAIN
Jum'at, 04 Desember 2020 | 18:00 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
berita pilihan
Jum'at, 14 Mei 2021 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 14 Mei 2021 | 09:00 WIB
KOTA BALIKPAPAN
Jum'at, 14 Mei 2021 | 08:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Jum'at, 14 Mei 2021 | 07:00 WIB
PP 64/2021
Jum'at, 14 Mei 2021 | 06:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 13 Mei 2021 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JATIM I
Kamis, 13 Mei 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN PANGANDARAN
Kamis, 13 Mei 2021 | 13:00 WIB
TRANSAKSI CRYPTOCURRENCY
Kamis, 13 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK