News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
RESENSI BUKU

Taxes through the Ages, Menelusuri Sejarah Panjang Perpajakan

Gallantino Farman
Senin, 05 Oktober 2026 | 17.27 WIB
Taxes through the Ages, Menelusuri Sejarah Panjang Perpajakan

UNTUK memahami persoalan pajak masa kini, Ferdinand H.M. Grapperhaus mengajak pembaca terlebih dahulu menengok perjalanan panjang pajak dari masa ke masa. Menariknya, perjalanan itu dikemas dalam sebuah buku yang memiliki dua judul pada dua sisi yang berlawanan.

Pada satu sisi, pembaca akan menemukan Taxes through the Ages: A Pictorial History. Ketika buku dibalik, terdapat Tax Tales: From the Second Millennium. Isinya pun terbagi mengikuti kedua judul tersebut sehingga buku terbitan IBFD ini seolah menghadirkan 2 buku dalam 1 volume.

Dalam kedua bagian itu, Grapperhaus membedah sejarah pajak dengan metodologi yang memadukan rekonstruksi fakta sejarah empiris, analisis hukum normatif, serta penelusuran visual. Tesis utama yang diusung Grapperhaus berpusat pada pemaknaan pajak yang esensial:

“An individual sacrifice for the sake of a collective purpose.”

Melalui kaca mata tersebut, Grapperhaus membedah metamorfosis panjang pemungutan pajak. Dia menceritakan bagaimana pajak yang lahir sarat dengan pemaksaan, perampasan, dan penjarahan sampai akhirnya tumbuh kembang menjadi pungutan yang terlegitimasi dan diawasi oleh peradaban.

Buku tersebut juga mengidentifikasi dan membedah 3 skenario utama yang menjadi lahirnya sistem pemungutan pajak pada era awal peradaban, yaitu perlindungan, perampasan, dan penjarahan atau bantuan.

Mulai dari era Negara Kota Sumeria dengan bentuk kerja paksa dan poll tax yang kemudian bergeser menjadi sistem bagi hasil panen di sektor agraris, perkembangan masyarakat agraris di Mesir dan Romawi kuno yang mendorong lahirnya sistem pendaftaran tanah, hingga puncaknya pada masa Kaisar Romawi Diocletianus, yang memperbarui struktur pemajakan langsung melalui penilaian aset (capitatio-iugato).

Milenium kedua menjadi arena krusial sejarah pajak yang memicu benturan kekuasaan, melahirkan pembatasan konstitusional, menyulut revolusi besar, dan meredefinisi batas-batas kedaulatan negara modern.

Grapperhaus menceritakan dinamika fiskal milenium kedua melalui 3 perjalanan peradaban. Pertama, perpajakan sebagai hubungan dialektika antara kedaulatan dan demokrasi di Eropa pada abad ke-10 hingga 20.

Kedua, perpajakan sebagai pemicu revolusi dan pemersatu bangsa di AS pada 1765-1801. Ketiga, perpajakan di bawah Kekaisaran Mughal di India pada 1526-1709 yang menggambarkan suatu sistem administrasi modern dapat memburuk akibat diskriminasi fiskal berbasis religi.

Intinya, pelajaran dari benturan fiskal milenium kedua tersebut memberikan implikasi yang berharga bagi pembuat kebijakan dalam mereformasi administrasi pajak di era mendatang.

Melalui buku ini, Grapperhaus mengajarkan 1 hal yang fundamental: memahami sejarah pajak akan menuntun kita dalam merancang sistem perpajakan yang adil, rasional, dan transparan sehingga suatu peradaban dapat berkeberlanjutan dan berjaya.

Tertarik membaca buku ini? Silakan kunjungi DDTC Library.

Hingga saat ini, DDTC Library memiliki total 5.053 koleksi literatur yang mendukung kajian perpajakan sebagai multidisplin ilmu dan telah meraih rekor MURI sebagai Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Terbanyak di Indonesia pada 10 Juli 2026.

Sebelum mengunjungi DDTC Library, publik bisa terlebih dahulu melakukan konfirmasi lewat hotline: +62-21-2938-2700 atau email: [email protected]. Kunjungi pula Instagram DDTC Library untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru terkait dengan literatur perpajakan. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.