Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Alasan PAD Tak Penuhi Prediksi

A+
A-
0
A+
A-
0

SAMARINDA, DDTCNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berusaha meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setempat mulai meragukan prediksi pencapaian target PAD sebesar Rp1 triliun bakal terpenuhi.

Pelaksana Tugas Sekretaris Kota Samarinda Hermanto memprediksi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Samarinda mampu mencapai Rp1 triliun setiap tahunnya.

Namun prediksi ini dipatahkan oleh Kepala Dispenda Lujah Irang yang mengungkapkan PAD dari sektor PBB-P2 dengan jumlah Rp1 triliun tidak mungkin terjadi.

Baca Juga: Optimalisasi PAD, 4 Pokja Dibentuk

“Biar bagaimana pun caranya, tidak bisa sampai segitu (Rp 1 triliun),” kata Lujah.

Terdapat banyak faktor yang melatarbelakangi ketidakmampuan PAD untuk capai angka Rp1 triliun. Pertama, Pemkot Samarinda masih harus menyelesaikan utang peninggalan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Utang KPP Pratama tersebut telah mencapai ratusan miliar rupiah.

Alasan kedua, soal basis data yang kurang baik. Banyak terjadi kekeliruan pada jumlah objek pajak yang sesungguhnya dimiliki oleh wajib pajak. Hal ini tentu berpotensi besar pada kebocoran penerimaan pajak yang didapatkan.

Baca Juga: Pemkot Depok Bakal Rombak Aturan Pajak Daerah

“Masih banyak juga objek pajak yang double. Contohnya objeknya ada tiga, tapi datanya hanya satu. Data ini yang kami sedang verifikasi,” ujar Lujah.

Ia juga menuturkan pihaknya tengah berupaya melakukan pemetaan mengenai objek pajak di lapangan.

Sementara itu, seperti dilansir samarinda.prokal.co., Hermanto mengaku sangat mendukung jika Dispenda melakukan pendataan ulang terhadap objek pajak. “Saya optimis pendapatan daerah dapat meningkat drastis karena luasan tanah dan jumlah bangunan di Samarinda berkembang pesat ketimbang dulu,” tambahnya. (Amu)

Baca Juga: Soal Rasionalisasi Pajak Daerah, Ini Kata Dirjen Perimbangan Keuangan

Namun prediksi ini dipatahkan oleh Kepala Dispenda Lujah Irang yang mengungkapkan PAD dari sektor PBB-P2 dengan jumlah Rp1 triliun tidak mungkin terjadi.

Baca Juga: Optimalisasi PAD, 4 Pokja Dibentuk

“Biar bagaimana pun caranya, tidak bisa sampai segitu (Rp 1 triliun),” kata Lujah.

Terdapat banyak faktor yang melatarbelakangi ketidakmampuan PAD untuk capai angka Rp1 triliun. Pertama, Pemkot Samarinda masih harus menyelesaikan utang peninggalan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Utang KPP Pratama tersebut telah mencapai ratusan miliar rupiah.

Alasan kedua, soal basis data yang kurang baik. Banyak terjadi kekeliruan pada jumlah objek pajak yang sesungguhnya dimiliki oleh wajib pajak. Hal ini tentu berpotensi besar pada kebocoran penerimaan pajak yang didapatkan.

Baca Juga: Pemkot Depok Bakal Rombak Aturan Pajak Daerah

“Masih banyak juga objek pajak yang double. Contohnya objeknya ada tiga, tapi datanya hanya satu. Data ini yang kami sedang verifikasi,” ujar Lujah.

Ia juga menuturkan pihaknya tengah berupaya melakukan pemetaan mengenai objek pajak di lapangan.

Sementara itu, seperti dilansir samarinda.prokal.co., Hermanto mengaku sangat mendukung jika Dispenda melakukan pendataan ulang terhadap objek pajak. “Saya optimis pendapatan daerah dapat meningkat drastis karena luasan tanah dan jumlah bangunan di Samarinda berkembang pesat ketimbang dulu,” tambahnya. (Amu)

Baca Juga: Soal Rasionalisasi Pajak Daerah, Ini Kata Dirjen Perimbangan Keuangan
Topik : pajak daerah, kota samarinda, pad
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 18:35 WIB
DI YOGYAKARTA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:07 WIB
KOTA SAMARINDA
Kamis, 14 Juli 2016 | 12:02 WIB
KOTA MAKASSAR
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:02 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
berita pilihan
Senin, 02 Desember 2019 | 17:55 WIB
KABUPATEN TABANAN
Jum'at, 29 November 2019 | 19:12 WIB
KOTA DEPOK
Kamis, 28 November 2019 | 18:00 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 28 November 2019 | 12:07 WIB
SRI LANKA
Rabu, 27 November 2019 | 17:39 WIB
KOTA PEKANBARU
Rabu, 27 November 2019 | 13:05 WIB
KOTA BEKASI
Selasa, 26 November 2019 | 19:52 WIB
KABUPATEN BANTUL
Senin, 25 November 2019 | 18:38 WIB
DKI JAKARTA
Senin, 25 November 2019 | 17:08 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 24 November 2019 | 19:46 WIB
KOTA MALANG