Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Genjot FDI, Pemerintah Pangkas PPh Badan Jadi 20%

0
0

Pemandangan Kota Manila, Filipina. (Foto: philippineslifestyle.com)

MANILA, DDTCNews – Departemen Keuangan (DOF) mengajak perusahaan Jepang untuk berinvestasi di Filipina di tengah pertumbuhan ekonomi yang menguat. Usulan tersebut diiringi dengan penawaran penurunan pajak penghasilan (PPh) yang cukup menggiurkan.

Sekretaris Keuangan Filipina Carlos G. Dominguez mengatakan paket kedua dari program reformasi pajak bertujuan untuk menurunkan tarif PPh badan dan merasionalisasi insentif investasi. Hal ini akan menjadi game-changer yang memperluas peluang bagi investor.

“Pemerintah menawarkan penurunan tarif PPh Badan menjadi 20% dari yang saat ini berlaku setara 30%. Segala sesuatu yang membuat bisnis berjalan lebih mudah akan dipertahankan dan ditingkatkan. ” katanya seperti dikutip laman resmi dof.gov.ph, Rabu (24/4).

Baca Juga: Otoritas Fiskal Desak Pencabutan Kerahasiaan Bank

Dominguez menyebutkan insentif fiskal di bawah program reformasi pajak Duterte tidak akan dihapus, tetapi akan dirasionalisasi atau ditingkatkan untuk memastikan hal ini berbasis kinerja, target, terikat waktu dan transparan.

Sistem insentif fiskal saat ini meski merupakan yang terpanjang dan paling murah di antara Asean, diakui belum mampu menarik lebih banyak investor ke Filipina. Filipina tetap menjadi penerima investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terendah di wilayahnya.

“Daripada melihat efek reformasi pajak pada segelintir perusahaan, lebih baik melihatnya pada seluruh ekonomi karena itu akan lebih baik. Begitupun daripada melihat tempat di mana Anda mungkin kehilangan, lihatlah peluang dalam ekonomi yang lebih besar,” imbuhnya.

Baca Juga: Otoritas Zona Ekonomi Setujui Paket Reformasi Pajak Penghasilan Badan

Penawaran FDI tersebut disebabkan karena perekonomian Filipina yang tumbuh sangat cepat. Karena itu, pemerintah Jepang diajak untuk ikut berpartisipasi dalam ekonomi lokal dan akan diuntungkan oleh reformasi yang tengah dijalankan.

Dominguez menyebutkan pemerintah Filipina meniru kebijakan Jepang yang diimplementasikan pada 1950. Pemerintah Filipina berinvestasi sangat besar pada sektor infrastruktur dengan bantuan wajib pajak Jepang. (Bsi)

Baca Juga: Cara Menghitung PPh Badan Terutang

“Pemerintah menawarkan penurunan tarif PPh Badan menjadi 20% dari yang saat ini berlaku setara 30%. Segala sesuatu yang membuat bisnis berjalan lebih mudah akan dipertahankan dan ditingkatkan. ” katanya seperti dikutip laman resmi dof.gov.ph, Rabu (24/4).

Baca Juga: Otoritas Fiskal Desak Pencabutan Kerahasiaan Bank

Dominguez menyebutkan insentif fiskal di bawah program reformasi pajak Duterte tidak akan dihapus, tetapi akan dirasionalisasi atau ditingkatkan untuk memastikan hal ini berbasis kinerja, target, terikat waktu dan transparan.

Sistem insentif fiskal saat ini meski merupakan yang terpanjang dan paling murah di antara Asean, diakui belum mampu menarik lebih banyak investor ke Filipina. Filipina tetap menjadi penerima investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terendah di wilayahnya.

“Daripada melihat efek reformasi pajak pada segelintir perusahaan, lebih baik melihatnya pada seluruh ekonomi karena itu akan lebih baik. Begitupun daripada melihat tempat di mana Anda mungkin kehilangan, lihatlah peluang dalam ekonomi yang lebih besar,” imbuhnya.

Baca Juga: Otoritas Zona Ekonomi Setujui Paket Reformasi Pajak Penghasilan Badan

Penawaran FDI tersebut disebabkan karena perekonomian Filipina yang tumbuh sangat cepat. Karena itu, pemerintah Jepang diajak untuk ikut berpartisipasi dalam ekonomi lokal dan akan diuntungkan oleh reformasi yang tengah dijalankan.

Dominguez menyebutkan pemerintah Filipina meniru kebijakan Jepang yang diimplementasikan pada 1950. Pemerintah Filipina berinvestasi sangat besar pada sektor infrastruktur dengan bantuan wajib pajak Jepang. (Bsi)

Baca Juga: Cara Menghitung PPh Badan Terutang
Topik : FDI, filipina, PPh badan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA