Review
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 16:55 WIB
TRANSFER PRICING
Selasa, 21 September 2021 | 12:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

DJP Optimistis Kejar Penerimaan Pajak 2021, Ini Alasannya

A+
A-
3
A+
A-
3
DJP Optimistis Kejar Penerimaan Pajak 2021, Ini Alasannya

Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam Jumpa PPATK Pekanan (Jumatan). (tangkapan layar Youtube PPATK Indonesia)

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) optimistis realisasi penerimaan pajak pada tahun ini akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja pada tahun lalu.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan level optimisme otoritas yang lebih baik untuk mengumpulkan penerimaan pajak pada tahun ini berdasarkan pada beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah geliat ekonomi yang sudah mulai membaik pada awal tahun.

Indikator sederhananya adalah kegiatan ekonomi yang mulai berputar seperti pada pasar dan pusat perbelanjaan. DJP juga melihat data umum seperti Google Mobility Index untuk mengukur pergerakan masyarakat pada situasi pandemi Covid-19. Kemudian, program vaksinasi sudah dimulai.

Baca Juga: DJP Minta Wajib Pajak Lapor Jika Temui Ini Saat Manfaatkan Layanan

“Dari gambaran sederhana itu, kita lihat situasi ekonomi mulai bergerak," katanya dalam acara Jumpa PPATK Pekanan (Jumatan) yang diunggah pada Youtube, Jumat (26/3/2021).

Suryo menerangkan geliat ekonomi pada awal tahun berbanding terbalik dengan situasi saat Covid-19 pertama kali terkonfirmasi, yakni pada Maret 2020. Sejak saat itu sampai dengan Juli 2020, kondisi ekonomi merosot drastis karena masyarakat belum tahu cara merespons pandemi.

Situasi tersebut, lanjutnya, mulai bisa diatasi dengan adanya kenormalan baru yang mulai memberikan manfaat pada kuartal IV/2020. Dia berharap perbaikan ekonomi dapat berlanjut dan pada ujungnya mampu meningkatkan penerimaan pajak ke kas negara. Selain itu, program vaksinasi juga diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi 2021.

Baca Juga: Pagu Insentif Pajak Mau Habis, DJP Klaim Masih Cukup

"Psikis masyarakat yang sudah hidup dengan Covid-19 membuat kita tahu bagaimana cara interaksi dan itu buat dinamika ekonomi bergerak. Apalagi sejak vaksinasi dilakukan, kami lihat ekspektasi yang lebih cepat untuk recovery. Situasi ini tidak seperti 3 bulan pertama pada saat Covid-19 muncul tahun lalu," terangnya.

Sebagai informasi, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2021 masih terkontraksi 4,8% dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun lalu. Namun, kontraksi itu lebih kecil dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2021 yang minus 15,3%.

Adapun realisasi penerimaan pajak hingga 28 Februari 2021 mencapai Rp146 triliun atau 11,9% terhadap target APBN senilai Rp1.229,6 triliun. Sebagai perbandingan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2020 tercatat senilai Rp153,6 triliun atau 12,8% terhadap target. (kaw)

Baca Juga: Ketersediaan Data Jadi Kunci Optimalisasi Pajak Youtuber

Topik : penerimaan pajak, DItjen Pajak, DJP, Suryo Utomo

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Monic Provi Dewinta

Kamis, 01 April 2021 | 17:48 WIB
Diharapkan pelaksanaan kebijakan countercyclical yang ada dapat menjadi peluang positif untuk membuka jalannya perbaikan ekonomi sekaligus me-maintain stabilitasnya.
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 15 September 2021 | 16:23 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada 40 Ribu WP Bakal Terima Email dari Ditjen Pajak, Kamu Termasuk?

Rabu, 15 September 2021 | 15:53 WIB
PROVINSI BANTEN

Buntut Faktur Pajak Fiktif, Apartemen Eks Bos Perusahaan Disita

Rabu, 15 September 2021 | 12:30 WIB
KOTA PADANG

Genjot Pajak Daerah, Tapping Box Dipasang di Hotel dan Restoran

Selasa, 14 September 2021 | 14:17 WIB
KANWIL DJP BALI

Tidak Setorkan PPN yang Telah Dipungut, Tersangka Diserahkan ke Kejari

berita pilihan

Selasa, 21 September 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Peroleh Insentif Fiskal Beragam, Industri Furnitur Sanggup Tumbuh 8%

Selasa, 21 September 2021 | 18:49 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Begini Ketentuan PPN Penjualan Motor atau Mobil Bekas

Selasa, 21 September 2021 | 18:30 WIB
THAILAND

Tingkatkan Sektor Litbang, Thailand Rilis Aturan Baru Soal Tax Holiday

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Minta Wajib Pajak Lapor Jika Temui Ini Saat Manfaatkan Layanan

Selasa, 21 September 2021 | 17:30 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 3,7% Tahun Ini

Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Transparansi dan Upaya Mendapat Kepercayaan Wajib Pajak

Selasa, 21 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Turun ke Lapangan, Begini Cara Ditjen Pajak Olah Data yang Dikumpulkan

Selasa, 21 September 2021 | 16:55 WIB
TRANSFER PRICING

Tak Cuma Pajak, Isu Transfer Pricing Juga Sentuh Aspek Bisnis & Hukum

Selasa, 21 September 2021 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dinilai Diskriminatif, Usulan Insentif Pajak Ditentang Toyata & Honda

Selasa, 21 September 2021 | 16:21 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Punya Utang Pajak, Aset 5 Perusahaan Ini Disita DJP