Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Ditanya Kinerja Investasi, Ini Jawaban Thomas Lembong

0
0
Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Setkab)

JAKARTA, DDTCNews – Realisasi investasi dalam rangka penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) selama periode Triwulan II bulan April – Juni 2016, mengalami peningkatan sebesar 12,3%

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan, bahwa realisasi investasi Triwulan II tahun 2016 telah mencapai Rp 151,6 triliun. BKPM akan melakukan berbagai upaya percepatan pelayanan investasi serta mendukung kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah, salah satunya adalah kebijakan pengampunan pajak.

 “Realisasi investasi Triwulan II tahun 2016 mengalami peningkatan sekitar 12,3%, dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama tahun 2015 lalu, saat ini BKPM masih terus mematangkan pemberian kemudahan layanan investasi bagi peserta Tax Amnesty, untuk mmberikan skema investasi yang sudah kami persiapkan,” ucap Thomas Trikasih Lembong pada Jumat (29/7).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Hanya Mampu Tumbuh 5,2% Tahun Ini

Pencapaian tersebut memecahkan rekor tertinggi untuk realisasi investasi Indonesia.  Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan pencapaian realisasi investasi yaitu dengan melaksanakan skema  investasi yang sudah dipersiapkan oleh program pengampunan pajak.

Skema investasi yang disiapkan, yaitu mulai dari peserta Tax Amnesty yang ingin menyalurkan dananya melalui penanaman modal akan didampingi oleh tim khusus “Account Officer” BKPM, yang akan mendapatkan pelayanan seperti izin 3 jam.

Kemudian, BKPM akan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau, serta dimungkinkan untuk mendapatkan fasilitas Tax Allowance atau Tax Holiday. Pelayanan bagi peserta Tax Amnesty tersebut hanya terbatas pada investasi infrastruktur, sektor riil prioritas dan investasi lainnya.

Baca Juga: Kebijakan Skala Lokal Jadi Andalan Hadapi Perlambatan Ekonomi Global

Thomas Trikasih Lembong optimis bahwa dengan berbagai kebijakan dan skema investasi yang telah disiapkan akan mampu mendorong pemerataan dan peningkatan investasi ke luar Jawa. Hingga kedepannya bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong perekonomian di daerah.

 Penyerapan tenaga kerja dinilai mampu mengurangi angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, mampu perbaiki kondisi perekonomian daerah, dan yang paling utama adalah menstabilkan bahkan meningkatkan perekonomian Indonesia secara global.

Baca Juga: Indef: Sulit Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Tahun Ini

 “Realisasi investasi Triwulan II tahun 2016 mengalami peningkatan sekitar 12,3%, dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama tahun 2015 lalu, saat ini BKPM masih terus mematangkan pemberian kemudahan layanan investasi bagi peserta Tax Amnesty, untuk mmberikan skema investasi yang sudah kami persiapkan,” ucap Thomas Trikasih Lembong pada Jumat (29/7).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Hanya Mampu Tumbuh 5,2% Tahun Ini

Pencapaian tersebut memecahkan rekor tertinggi untuk realisasi investasi Indonesia.  Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan pencapaian realisasi investasi yaitu dengan melaksanakan skema  investasi yang sudah dipersiapkan oleh program pengampunan pajak.

Skema investasi yang disiapkan, yaitu mulai dari peserta Tax Amnesty yang ingin menyalurkan dananya melalui penanaman modal akan didampingi oleh tim khusus “Account Officer” BKPM, yang akan mendapatkan pelayanan seperti izin 3 jam.

Kemudian, BKPM akan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau, serta dimungkinkan untuk mendapatkan fasilitas Tax Allowance atau Tax Holiday. Pelayanan bagi peserta Tax Amnesty tersebut hanya terbatas pada investasi infrastruktur, sektor riil prioritas dan investasi lainnya.

Baca Juga: Kebijakan Skala Lokal Jadi Andalan Hadapi Perlambatan Ekonomi Global

Thomas Trikasih Lembong optimis bahwa dengan berbagai kebijakan dan skema investasi yang telah disiapkan akan mampu mendorong pemerataan dan peningkatan investasi ke luar Jawa. Hingga kedepannya bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong perekonomian di daerah.

 Penyerapan tenaga kerja dinilai mampu mengurangi angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, mampu perbaiki kondisi perekonomian daerah, dan yang paling utama adalah menstabilkan bahkan meningkatkan perekonomian Indonesia secara global.

Baca Juga: Indef: Sulit Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Tahun Ini
Topik : investasi, bkpm, pengampunan pajak, thomas lembong
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL
Kamis, 16 Juni 2016 | 13:18 WIB
CEGAH ILLEGAL FISHING
Rabu, 10 April 2019 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 11 November 2016 | 19:56 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI