Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

BPPD Tegaskan Tidak Sasar Warung Pecel Lele Tenda

A+
A-
1
A+
A-
1
BPPD Tegaskan Tidak Sasar Warung Pecel Lele Tenda

Ilustrasi.

PALEMBANG, DDTCNews – Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang mengelar sosialisasi kepada ratusan pedagang pecel lele. Dalam kesempatan itu, BPPD menjelaskan adanya kesalahpahaman terkait pemasangan e-tax.

Kepala BPPD Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan tidak akan mengenakan pajak kepada UMKM. Pemerintah Kota Palembang justru memberikan bantuan dana tanpa bunga. Untuk itu, dia menegaskan bahwa pedagang pecel lele tenda tidak dikenakan pajak.

“Kita sudah memberikan pengertian dan penjelasan mengenai pajak ini. Supaya pedagang tidak risau mengenai berkembangnya penarikan pajak,” ujar Sulaiman, Selasa (11/9/2019)

Baca Juga: Pemkot Ancam Segel Hotel dan Tempat Hiburan Penunggak Pajak

Lebih lanjut, Sulaiman berharap masyarakat dapat menanyakan persoalan pajak ini kepada orang yang berkompeten. Dengan demikian, mereka akan mendapat informasi benar tanpa terprovokasi pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi.

Pasalnya, selama ini terdapat kelompok tertentu yang mengatakan bahwa seluruh pedagang pecel lele akan dibebani pajak. Adanya sosialisasi ini diharapkan membuat pedagang pecel lele tidak lagi terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Hari ini kami sengaja datang dan mendengar langsung terkait penerapan pajak bagi usaha pecel lele. Ternyata, tidak ada pajak bagi usaha kecil seperti pecel lele kaki lima yang menggunakan tenda,” kata Ketua paguyuban pecel lele Lamongan Palembang Sisam Hadi.

Baca Juga: 50% Tunggakan Pajak Muncul Karena Kendaraan Bermotor Dipindahtangankan

Lebih lanjut, Sisam menyatakan siap untuk bersinergi dengan BPPD Kota Palembang guna melaksanakan sosialisasi penerapan pajak restoran. Dia pun menyatakan kesiapannya untuk mendorong pedagang yang sudah beromzet besar agar mulai memungut pajak restoran 10%.

Selain itu, pedagang pecel lele tenda yang belum diwajibkan memungut pajak berencana melakukan iuran secara berkelompok yang diserahkan kepada BPPD Palembang setiap bulan. Hal ini ditujukan sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan Palembang.

“Kami siap berkontribusi jika pecel lele kami omzetnya sudah besar dan tempatnya permanen. Untuk sekarang hanya ada puluhan pedagang pecel lele yang tempatnya jualanya permanen," ungkap Sisam, seperti dilansir rmolsumsel.com. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Pemerintah Hapus Pajak Hotel & Restoran Selama 6 Bulan

“Kita sudah memberikan pengertian dan penjelasan mengenai pajak ini. Supaya pedagang tidak risau mengenai berkembangnya penarikan pajak,” ujar Sulaiman, Selasa (11/9/2019)

Baca Juga: Pemkot Ancam Segel Hotel dan Tempat Hiburan Penunggak Pajak

Lebih lanjut, Sulaiman berharap masyarakat dapat menanyakan persoalan pajak ini kepada orang yang berkompeten. Dengan demikian, mereka akan mendapat informasi benar tanpa terprovokasi pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi.

Pasalnya, selama ini terdapat kelompok tertentu yang mengatakan bahwa seluruh pedagang pecel lele akan dibebani pajak. Adanya sosialisasi ini diharapkan membuat pedagang pecel lele tidak lagi terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Hari ini kami sengaja datang dan mendengar langsung terkait penerapan pajak bagi usaha pecel lele. Ternyata, tidak ada pajak bagi usaha kecil seperti pecel lele kaki lima yang menggunakan tenda,” kata Ketua paguyuban pecel lele Lamongan Palembang Sisam Hadi.

Baca Juga: 50% Tunggakan Pajak Muncul Karena Kendaraan Bermotor Dipindahtangankan

Lebih lanjut, Sisam menyatakan siap untuk bersinergi dengan BPPD Kota Palembang guna melaksanakan sosialisasi penerapan pajak restoran. Dia pun menyatakan kesiapannya untuk mendorong pedagang yang sudah beromzet besar agar mulai memungut pajak restoran 10%.

Selain itu, pedagang pecel lele tenda yang belum diwajibkan memungut pajak berencana melakukan iuran secara berkelompok yang diserahkan kepada BPPD Palembang setiap bulan. Hal ini ditujukan sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan Palembang.

“Kami siap berkontribusi jika pecel lele kami omzetnya sudah besar dan tempatnya permanen. Untuk sekarang hanya ada puluhan pedagang pecel lele yang tempatnya jualanya permanen," ungkap Sisam, seperti dilansir rmolsumsel.com. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Pemerintah Hapus Pajak Hotel & Restoran Selama 6 Bulan
Topik : Kota Palembang, pajak daerah, pecel lele
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 31 Oktober 2018 | 19:11 WIB
PROVINSI SUMATERA UTARA
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:01 WIB
PROVINSI SUMATERA SELATAN
Rabu, 22 Juni 2016 | 13:24 WIB
PROVINSI SUMATERA SELATAN
Senin, 04 Juni 2018 | 09:17 WIB
PROVINSI SUMATERA SELATAN
berita pilihan
Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:45 WIB
KOREA SELATAN
Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:25 WIB
KEP-75/2020
Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:42 WIB
KEP-75/2020
Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:09 WIB
KEP-75/2020
Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:06 WIB
CHINA
Jum'at, 28 Februari 2020 | 12:30 WIB
UNIVERSITAS LAMPUNG
Jum'at, 28 Februari 2020 | 12:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 28 Februari 2020 | 11:25 WIB
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
Jum'at, 28 Februari 2020 | 11:14 WIB
KEPABEANAN