JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan mulai mencairkan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp900.000 pada November atau Desember 2026.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program BSU menyasar sebanyak 13,30 juta pekerja. Pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp11,97 triliun untuk menjalankan program bantuan tersebut.
"Bantuan subsidi upah Rp300.000 untuk 3 bulan sekaligus, nanti [dicairkan] di November dan Desember," ujarnya, dikutip pada Senin (26/10/2026).
Airlangga menjelaskan BSU akan dicairkan bagi pekerja yang memenuhi syarat, yakni memperoleh penghasilan tidak melebihi Rp3,5 juta per bulan.
Program BSU merupakan salah satu stimulus ekonomi yang disiapkan untuk kuartal IV/2026. Namun, pencairan belum dilakukan awal kuartal ini lantaran pemerintah masih merevisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan mengenai BSU serta menyiapkan data penerima bantuan.
Proses revisi regulasi dan data penerima bantuan ditargetkan rampung pada awal November 2026. Oleh karena itu, BSU baru siap disalurkan pada November atau Desember 2026.
Selain BSU, Airlangga menambahkan pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan beras 10kg per bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan beras ini disalurkan sepanjang Oktober-Desember 2026.
Selain itu, Airlangga juga mengungkapkan 4 stimulus transportasi dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru (Nataru) 2026/2027. Pertama, diskon tiket kereta api sebesar 30% dan akan diluncurkan mulai 7 November 2026.
Diskon tiket kereta ditujukan bagi 1,04 juta penumpang, dengan total anggaran yang disiapkan senilai Rp95,4 miliar.
Kedua, diskon tiket angkutan laut sebesar 30% yang sudah dibuka mulai 19 Oktober 2026. Diskon ini dapat dinikmati oleh sebanyak 414.600 penumpang, dengan total anggaran yang disiapkan senilai Rp38,3 miliar.
Ketiga, diskon 100% jasa kepelabuhan untuk kapal penyeberangan. Diskon tiket penyebrangan disiapkan untuk 1,42 juta penumpang, dengan total anggaran senilai Rp27,7 triliun.
Keempat, insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian tiket pesawat kelas ekonomi dan rute penerbangan domestik. Stimulus ini diestimasikan untuk 3,75 juta penumpang dan berlaku sepanjang 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
"Jadi sebetulnya program yang ini sudah disetujui di pertengahan tahun, efeknya kepada 6,6 juta [penerima manfaat] dan biayanya sekitar Rp883,4 miliar," jelas Airlangga. (rig)
