JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto merespons peninjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) melalui pidato yang disampaikan dalam sidang kabinet paripurna memperingati 2 tahun pemerintahannya.
Dalam pidato dimaksud, Prabowo mengatakan Indonesia tidak mau ditakut-takuti dan tidak akan gentar menghadapi siapa pun, termasuk MSCI.
"Kita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macamlah MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar. Kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah," ujar Prabowo, dikutip pada Kamis (22/10/2026).
Prabowo pun mengatakan pemerintahannya sudah bekerja dengan baik, meski memang masih terdapat banyak tantangan besar yang harus ditindaklanjuti.
"Kita telah bekerja dengan baik, tetapi kita tahu tantangan masih sangat besar, rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak," ujar Prabowo.
Sebagai informasi, MSCI telah memulai konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Hal ini disampaikan oleh MSCI melalui pengumumannya.
Menanggapi rencana tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan ada sejumlah evaluasi MSCI yang menjadi catatan bagi pemerintah. Catatan tersebut menjadi acuan bagi RI untuk mereformasi pasar saham Indonesia.
"Ini menjadi catatan bagi kita ke depan, reform itu harus dijalankan dan progresnya harus kelihatan, terutama bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," ujar Airlangga pada pekan lalu.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengungkapkan MSCI sesungguhnya sudah memberikan acknowledgment atas beragam reformasi yang sudah ditempuh, seperti publikasi kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman high shareholding concentration (HSC), dan kebijakan baru mengenai kenaikan batas minimum free float.
Namun, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan implementasi dari reformasi-reformasi di atas perlu dilaksanakan secara bertahap. "Free float kita naikkan. Ini perlu proses dan semua ini bisa diterima oleh komunitas investor global," ujar Friderica.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi pun mengungkapkan reformasi pasar modal akan dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan demi meningkatkan daya tarik investasi.
"Reformasi pasar modal tidak berhenti pada penyempurnaan regulasi atau pengumuman kebijakan. Prioritas kami adalah memastikan implementasi yang konsisten sehingga menghasilkan peningkatan nyata pada transparansi, likuiditas, integritas, dan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia," kata Hasan. (dik)
