JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah akan terus menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan hingga akhir 2026.
Salah satu langkah yang akan ditempuh ialah menelaah pelaksanaan APBN serta melakukan efisiensi anggaran belanja. Menurut Suahasil, perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan, termasuk tekanan eksternal akibat meningkatnya tensi geopolitik.
"Kami melaporkan kepada presiden kondisi ekonomi makro masih sangat resilien, kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient, jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan," ujarnya, dikutip pada Rabu (21/10/2026).
Suahasil menyampaikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memastikan pelaksanaan APBN tetap optimal melalui evaluasi belanja pada sisa tahun anggaran 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan belanja negara digunakan secara tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan program, serta tidak menimbulkan pemborosan.
"Khusus tentang pelaksanaan APBN, di dalam sisa tahun 2026 ini, Kementerian Keuangan akan terus melakukan penelaahan dan efisiensi anggaran," ucap Suahasil.
Menurutnya, penelaahan dan efisiensi anggaran merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun untuk memastikan APBN berjalan optimal. Efisiensi tidak sekadar dilakukan dengan memangkas anggaran, tetapi juga memastikan belanja pemerintah menghasilkan keluaran yang signifikan bagi perekonomian.
Suahasil memperkirakan belanja negara akan mencapai Rp1.300 triliun pada kuartal IV/2026. Adapun hingga 30 September 2026, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp2.660,5 triliun atau 69,2% dari pagu APBN 2026 senilai Rp3.842,7 triliun.
Dia menambahkan belanja pemerintah pada kuartal IV/2026 diharapkan turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui penyediaan layanan publik dan pelaksanaan program perlindungan sosial.
"Ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial, bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan government expenditure di perekonomian kita," tutur Suahasil. (dik)
