Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
APBN 2026

Belanja Kuartal IV Diproyeksi Rp1.300 T, Suahasil Jamin APBN Terjaga

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 20 Oktober 2026 | 10.30 WIB
Belanja Kuartal IV Diproyeksi Rp1.300 T, Suahasil Jamin APBN Terjaga
<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah akan menjaga defisit APBN 2026 senilai Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB.

Suahasil mengatakan target tersebut masih mengacu pada outlook yang telah dilaporkan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR pada Juli 2026. Menurutnya, juga akan terus mengoptimalkan peran APBN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Defisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada Badan Anggaran pada Juli yang lalu, yaitu sekitar 2,85% dari PDB. Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun," katanya, dikutip pada Selasa (20/10/2026).

Hingga 30 September 2026, APBN mencatatkan defisit senilai Rp319 triliun atau setara dengan 1,24% PDB. Realisasi tersebut berasal dari pendapatan negara sebesar Rp2.341,5 triliun dan belanja negara senilai Rp2.660,5 triliun.

Suahasil sebelumnya menyatakan kinerja APBN masih sesuai dengan proyeksi pemerintah. Hingga akhir September 2026, realisasi belanja negara telah mencapai 69% dari target APBN dan tumbuh 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi belanja, pemerintah akan memacu realisasi anggaran menjelang akhir tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dia memperkirakan belanja negara pada kuartal IV/2026 mencapai Rp1.300 triliun.

"Untuk kuartal IV ini, APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan kuartal IV/2025, yaitu Rp1.200 triliun," ujarnya.

Menurut Suahasil, peningkatan belanja negara diharapkan mendorong konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Belanja tersebut antara lain digunakan untuk penyediaan layanan publik, bantuan sosial (bansos), dan bantuan pangan.

Dia menegaskan efisiensi belanja negara bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan memastikan pagu yang tersedia digunakan secara optimal untuk mencapai hasil sesuai kebutuhan dan tujuan pemerintah.

"Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif," imbuh Suahasil. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.