Berita
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

51 Asosiasi Pengusaha Desak Pengesahan RUU Insentif Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
51 Asosiasi Pengusaha Desak Pengesahan RUU Insentif Pajak

Ilustrasi. 

MANILA, DDTCNews – Sebanyak 51 asosiasi pengusaha dari berbagai sektor di Filipina mendesak senat dan parlemen segera mengesahkan RUU Pemulihan dan Insentif Pajak untuk Perusahaan (Corporate Recovery and Tax Incentives for Enterprises/CREATE) menjadi UU dalam kongres.

Dalam pernyataan bersama, 51 asosiasi pengusaha itu menyebut CREATE memuat berbagai insentif pajak yang dibutuhkan pelaku usaha untuk pulih dari pandemi Covid-19. Pemerintah telah merancang beleid itu sejak sebelum pandemi, tetapi hingga kini belum disahkan oleh kongres.

"Setelah 3 tahun pembahasan, setiap penundaan, walaupun sehari, bisa menyebabkan kita kehilangan lebih banyak pekerjaan dan investasi," bunyi pernyataan mereka, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Jokowi Sebut 2021 Jadi Masa Kebangkitan Ekonomi

Para pengusaha itu sangat menantikan berbagai pengurangan pajak yang ditawarkan pemerintah melalui CREATE. Misalnya, penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan mendekati rata-rata Asean sebesar 21,65%, dari saat ini 30%.

Mereka meyakini insentif tersebut akan mampu menarik lebih banyak investasi sehingga menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat.

Pada November 2020, Senat Filipina menyetujui rancangan CREATE versi terakhir. Sementara itu, DPR memilih menyetujui CREATE versi upaya reformasi PPh badan yang dicanangkan pada 2019 untuk disahkan menjadi UU.

Baca Juga: Bebas Pajak, Impor Vaksin Covid-19 Harus Lewat Jalur Khusus

Senat dan DPR harus bertemu dalam kongres untuk menyamakan perbedaan pandangan tersebut sebelum dokumennya diserahkan kepada presiden untuk ditandatangani.

CREATE akan menurunkan tarif PPh badan dari 30% menjadi 20% untuk perusahaan lokal dengan aset senilai P100 juta atau Rp92,2 miliar ke bawah serta bisnis dengan penghasilan kena pajak setara dengan P5 juta atau Rp1,46 miliar ke bawah.

Sementara perusahaan lokal dengan aset di atas P100 juta atau yang memiliki penghasilan kena pajak lebih dari P5 juta, akan dikenakan tarif PPh badan 25%. Adapun perusahaan asing yang beroperasi di Filipina akan dikenakan tarif pajak final sebesar 25%.

Baca Juga: Soal Pekerja Penyandang Disabilitas, Pengusaha Tagih Insentif

"CREATE merupakan reformasi ekonomi bersejarah. Salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir," bunyi pernyataan para asosiasi pengusaha tersebut, seperti dilansir gmanetwork.com. (kaw)

Topik : Filipina, insentif, reformasi pajak, CREATE, PPh badan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 21 Februari 2021 | 15:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN MALANG
Minggu, 21 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:30 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:23 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:13 WIB
KABUPATEN PURBALINGGA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:30 WIB
DOMINIKA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:00 WIB
INGGRIS