Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Perubahan Mekanisme Pembebasan PPh Pasal 21 Tenaga Medis Covid-19

A+
A-
11
A+
A-
11
Perubahan Mekanisme Pembebasan PPh Pasal 21 Tenaga Medis Covid-19

Pertanyaan:
SAYA seorang tenaga medis yang saat ini turut bekerja untuk merawat pasien Covid-19. Saya ingin menanyakan terkait dengan batas waktu fasilitas pembebasan pemotongan PPh Pasal 21 yang tercantum dalam PMK 28/2020.

Apakah memang hanya sampai masa pajak September 2020? Ataukah ada perpanjangan sampai dengan Desember seperti insentif pajak lain? Jika ada perpanjangan, adakah perubahan mekanisme yang perlu diperhatikan?

Rafli, Jakarta.

Jawaban:
TERIMA kasih Bapak Rafli atas pertanyaannya. Sesuai Pasal 7 PMK 28/2020, wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang menerima atau memperoleh imbalan dari pihak tertentu atas jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diperlukan untuk penanganan pandemi Covid-19, diberikan pembebasan dari pemotongan PPh Pasal 21 dalam masa pajak April 2020 sampai dengan masa pajak September 2020.

Kemudian, belum lama ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru, yaitu PMK 143/2020. Dalam PMK ini, ketentuan yang serupa juga tetap diterapkan atas penghasilan yang sehubungan dengan jasa dalam bentuk apapun selain penghasilan yang dipotong final sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh.

Lebih lanjut, sama juga dengan sebelumnya, insentif ini dapat langsung digunakan tanpa harus melakukan pengajuan dan memiliki Surat Keterangan Bebas pemotongan PPh Pasal 21 dahulu.

Meski demikian, terdapat perbedaan dengan aturan terdahulu. Jika sebelumnya tidak ada ketentuan yang mengatur pelaporan pemanfaatan insentif, sekarang hal tersebut menjadi sesuatu yang wajib dilakukan.

Pasal 7 ayat (6) mengatur sebagai berikut:

Pihak Tertentu harus menyampaikan Laporan Realisasi dari Pembebasan Pemotongan PPh Pasal 21 atas pembayaran imbalan sebagaimana dimaksud … sesuai dengan contoh format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Huruf G yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.”

Adapun laporan realisasi dari pembebasan pemotongan PPh Pasal 21 tersebut dapat disampaikan dalam laman www.pajak.go.id. Sebagaimana diatur lebih lanjut pada Pasal 7 ayat (7) PMK 143/2020, laporan disampaikan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya untuk setiap Masa Pajak.

Dengan demikian, rumah sakit tempat Bapak bekerja dapat lanjut memanfaatkan insentif tersebut. Namun, kali ini perlu melaporkan realisasi pemanfaatannya.

Demikian jawaban yang dapat saya berikan. Semoga dapat membantu.

Sebagai informasi, Kanal Kolaborasi antara Kadin Indonesia dan DDTC Fiscal Research menayangkan artikel konsultasi setiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkait Covid-19 yang diajukan ke email [email protected]. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung mengirimkannya ke alamat email tersebut.

(Disclaimer)
Topik : Kolaborasi, Kadin, DDTC Fiscal Research, insentif pajak, DJP, PMK 28/2020, PPh Pasal 21, tenaga medi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 03 Desember 2021 | 11:00 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT III

Kemplang Pajak Hingga Rp10 Miliar, Rumah Tersangka Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 09:52 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mulai Tahun Depan, DJP Bakal Wajibkan WP UMKM untuk Laporkan Omzet

Jum'at, 03 Desember 2021 | 09:21 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

BI Ingin Insentif PPN Rumah DTP Diperpanjang Hingga 2022

Jum'at, 03 Desember 2021 | 08:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Aktif Hubungi Wajib Pajak Jelang Akhir Tahun, Ini Alasan DJP

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 19:00 WIB
MALAYSIA

Pacu Industri Pariwisata 2022, Berbagai Insentif Pajak Disiapkan

Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Senin, 06 Desember 2021 | 18:00 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Jangan Gampang Tergiur Penawaran Aset Kripto, Investor Perlu Tahu Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 17:21 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Target Presidensi G-20 Indonesia: Proposal Pilar 1 Diteken Juli 2022

Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI

Cara Mengajukan Pemesanan Pita Cukai Rokok

Senin, 06 Desember 2021 | 16:37 WIB
KPP PRATAMA KUBU RAYA

Telusuri Aset WP yang Tunggak Pajak, DJP Gandeng Pemda

Senin, 06 Desember 2021 | 16:30 WIB
KINERJA FISKAL

Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah

Senin, 06 Desember 2021 | 16:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim