Fokus
Data & alat
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Pencairan Restitusi Segera Dilakukan Saat Lockdown Masih Berlangsung

A+
A-
1
A+
A-
1
Pencairan Restitusi Segera Dilakukan Saat Lockdown Masih Berlangsung

Ilustrasi. 

NEW DELHI, DDTCNews – Pemerintah India menyatakan akan segera mencairkan restitusi pajak penghasilan (PPh) senilai Rs5 lakh atau sekitar Rp105 juta kepada para wajib pajak. Pencairan ini sempat molor beberapa waktu karena wabah virus Corona.

Pernyataan resmi otoritas pajak India menyebut restitusi itu akan sangat membantu wajib pajak yang mengalami tekanan ekonomi akibat virus Corona. Otoritas juga memastikan pemerintah segera mencairkan restitusi untuk goods and services tax (GST).

“Dengan harapan membantu entitas bisnis dan individu di tengah wabah virus Corona, telah diputuskan untuk segera mengeluarkan semua restitusi PPh yang tertunda hingga Rs5 lakh," bunyi pernyataan tersebut, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga: Aplikasi Pelaporan Insentif PPh Pasal 25 Belum Tersedia, Ini Kata DJP

Otoritas juga menambahkan pemerintah telah memutuskan akan merealisasikan semua restitusi GST yang tertunda. Nilai total restitusi GST ini mencapai Rs18.000 crore atau sekitar Rp378 triliun.

Restitusi akan segera diterima para wajib pajak, termasuk sekitar 100.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan tersebut dilakukan di tengah lockdown selama 21 hari untuk memerangi penyebaran pandemi virus Corona.

Sebelumnya, pemerintah India telah merilis sejumlah kebijakan untuk mengurangi beban ekonomi dari wabah virus Corona. Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman telah mendata delapan kelompok yang akan menerima paket bantuan senilai total Rs1,7 lakh crore atau sekitar Rp3,5 miliar.

Baca Juga: Diperpanjang, Bebas Pajak Hotel dan Restoran Hingga September 2020

Bantuan tersebut akan diberikan melalui transfer tunai untuk masyarakat. Kelompok penerimanya termasuk petani, janda miskin, pensiunan, dan pekerja konstruksi.

Dilansir dari Businesstoday.in, Bank Sentral India juga telah mengumumkan langkah-langkah stimulus senilai Rs3,7 lakh crore, termasuk pemotongan suku bunga acuan 75 basis points (bps) dan pemotongan rasio cadangan tunai 100 bps. (kaw)

Baca Juga: Mau Sampaikan Laporan Insentif Diskon 30% PPh Pasal 25? Ini Kata DJP
Topik : India, PPh, GST, restitusi, virus Corona, lockdown
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 01 Juli 2020 | 13:41 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 01 Juli 2020 | 10:28 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 30 Juni 2020 | 10:20 WIB
KONSULTASI
berita pilihan
Senin, 06 Juli 2020 | 18:22 WIB
PENANGANAN COVID-19
Senin, 06 Juli 2020 | 17:49 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 06 Juli 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 17:30 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Senin, 06 Juli 2020 | 17:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 06 Juli 2020 | 16:48 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 16:38 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 06 Juli 2020 | 16:35 WIB
KEUANGAN NEGARA
Senin, 06 Juli 2020 | 16:21 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN
Senin, 06 Juli 2020 | 15:59 WIB
KABUPATEN LOMBOK UTARA