Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Genjot PAD, Sistem Pembayaran Pajak Online Dirilis

0
0

Launching dan Sosialisasi Sistem Pembayaran Pajak Daerah Kota Tegal Secara Online di Hotel Pesona Kota Tegal, Selasa (14/5/2019). (Foto: Jatengprov.go.id)

TEGAL, DDTCNews – Pemerintah Kota Tegal kini mulai menerapkan sistem pembayaran pajak secara online. Hal itu ditandai dengan acara ‘Launching dan Sosialisasi Sistem Pembayaran Pajak Daerah Kota Tegal Secara Online’ di Hotel Pesona Kota Tegal, Selasa (14/5/2019).

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan pembayaran pajak dengan sistem online ini sudah bisa digunakan untuk pajak bulan April 2019 yang belum dibayarkan. Menurutnya, saat ini masyarakat membutuhkan pelayanan yang praktis, modern dan mudah.

“Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal menyiapkan sistem pembayaran pajak secara online, yang tentunya akan berbeda dengan sistem manual,” ujarnya dalam acara peluncuran sistem tersebut.

Baca Juga: Tutup Kebocoran, Pemprov Integrasikan Data Pajak Pusat & Daerah

Dedy menambahkan, selain memberi kemudahan bagi wajib pajak, sistem tersebut juga mempermudah pemerintah dalam mengontrol pendapatan di bidang pajak, tidak lagi per bulan melainkan secara real time. Data yang ada dalam sistem pun tidak bisa dimanipulasi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi menyampaikan pembayaran pajak dengan sistem online itu merupakan salah satu rintisan smartcity, yang tujuannya untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Dia berharap semua pengusaha Kota Tegal bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Tegal.

“Pada prinsipnya pemerintah tidak mau mempersulit pengusaha. Pemerintah kota berupaya memberi kemudahan pelayanan pembayaran pajak kepada wajib pajak, yang diimbangi dengan bagaimana wajib pajak memberikan kewajibannya,” tuturnya.

Baca Juga: Bekasi Optimistis Realisasikan Target PAD Rp2,4 Triliun

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Tegal Supriyanta menambahkan Bakeuda sengaja mengundang wajib pajak dalam acara launching tersebut untuk memberikan pemahaman tentang ketentuan dan mekanisme pelaporan pajak dan pembayaran pajak daerah secara online.

Kepala Bidang Pendataan, Penetapan dan Penagihan Bakeuda Kota Tegal Toat Hartono  menyampaikan, saat ini pelayanan pajak yang sudah bisa dilayani melalui sistem online adalah pajak self assessment, sedangkan untuk pelayanan pajak official assessmentmasih dalam proses untuk diintegrasikan dalam sistem online.

Seperti dilansir dari Jatengprov.go.id, pelayanan pajak yang saat ini sudah bisa dilayani dengan sistem online adalah pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) yang sudah berlangsung sejak 2016, pajak restoran, pajak hotel, pajak parkir, dan pajak hiburan.

Baca Juga: Dorong Munculnya Homestay, Bupati Bebaskan Biaya Izin dan Pajak

Selain itu, saat ini wajib pajak sudah bisa mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) dengan cara online sebelum tanggal 15 setiap bulannya.  Wajib pajak yang telah diberi username dan password oleh Bakeuda, cukup dengan masuk ke aplikasi kemudian mengisi E-SPTPD dan akan mendapatkan kode bayar e-billing.

Dengan menunjukan kode bayar e-billing tersebut, wajib pajak bisa melakukan pembayaran pajak melalui pembayaran tunai di bank Jateng, ATM, atau mobile banking. Toat berharap sistem itu bisa lebih memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya, yang dampaknya meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Tegal. (Amu)

Baca Juga: Lebih dari 30% Kendaraan di Kota Ini Belum Bayar Pajak

“Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal menyiapkan sistem pembayaran pajak secara online, yang tentunya akan berbeda dengan sistem manual,” ujarnya dalam acara peluncuran sistem tersebut.

Baca Juga: Tutup Kebocoran, Pemprov Integrasikan Data Pajak Pusat & Daerah

Dedy menambahkan, selain memberi kemudahan bagi wajib pajak, sistem tersebut juga mempermudah pemerintah dalam mengontrol pendapatan di bidang pajak, tidak lagi per bulan melainkan secara real time. Data yang ada dalam sistem pun tidak bisa dimanipulasi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi menyampaikan pembayaran pajak dengan sistem online itu merupakan salah satu rintisan smartcity, yang tujuannya untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Dia berharap semua pengusaha Kota Tegal bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Tegal.

“Pada prinsipnya pemerintah tidak mau mempersulit pengusaha. Pemerintah kota berupaya memberi kemudahan pelayanan pembayaran pajak kepada wajib pajak, yang diimbangi dengan bagaimana wajib pajak memberikan kewajibannya,” tuturnya.

Baca Juga: Bekasi Optimistis Realisasikan Target PAD Rp2,4 Triliun

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Tegal Supriyanta menambahkan Bakeuda sengaja mengundang wajib pajak dalam acara launching tersebut untuk memberikan pemahaman tentang ketentuan dan mekanisme pelaporan pajak dan pembayaran pajak daerah secara online.

Kepala Bidang Pendataan, Penetapan dan Penagihan Bakeuda Kota Tegal Toat Hartono  menyampaikan, saat ini pelayanan pajak yang sudah bisa dilayani melalui sistem online adalah pajak self assessment, sedangkan untuk pelayanan pajak official assessmentmasih dalam proses untuk diintegrasikan dalam sistem online.

Seperti dilansir dari Jatengprov.go.id, pelayanan pajak yang saat ini sudah bisa dilayani dengan sistem online adalah pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) yang sudah berlangsung sejak 2016, pajak restoran, pajak hotel, pajak parkir, dan pajak hiburan.

Baca Juga: Dorong Munculnya Homestay, Bupati Bebaskan Biaya Izin dan Pajak

Selain itu, saat ini wajib pajak sudah bisa mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) dengan cara online sebelum tanggal 15 setiap bulannya.  Wajib pajak yang telah diberi username dan password oleh Bakeuda, cukup dengan masuk ke aplikasi kemudian mengisi E-SPTPD dan akan mendapatkan kode bayar e-billing.

Dengan menunjukan kode bayar e-billing tersebut, wajib pajak bisa melakukan pembayaran pajak melalui pembayaran tunai di bank Jateng, ATM, atau mobile banking. Toat berharap sistem itu bisa lebih memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya, yang dampaknya meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Tegal. (Amu)

Baca Juga: Lebih dari 30% Kendaraan di Kota Ini Belum Bayar Pajak
Topik : pajak daerah, sistem online, kota tegal
artikel terkait
Rabu, 27 Juli 2016 | 13:25 WIB
KOTA PEKANBARU
Rabu, 10 Agustus 2016 | 17:26 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Selasa, 28 November 2017 | 16:01 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30 WIB
BALIKPAPAN
berita pilihan
Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:20 WIB
KOTA SOLO
Senin, 22 Oktober 2018 | 12:01 WIB
PROVINSI BANGKA BELITUNG
Senin, 30 Juli 2018 | 16:22 WIB
KABUPATEN CILACAP
Senin, 25 September 2017 | 11:15 WIB
KABUPATEN BERAU
Jum'at, 14 September 2018 | 12:58 WIB
KABUPATEN CILACAP
Rabu, 09 Agustus 2017 | 13:33 WIB
KABUPATEN BEKASI
Jum'at, 15 Desember 2017 | 10:17 WIB
KABUPATEN BENGKALIS
Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:50 WIB
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Senin, 04 September 2017 | 10:45 WIB
KABUPATEN KUTAI TIMUR
Rabu, 06 September 2017 | 11:01 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR