Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Elizabeth Warren: Sekarang Saatnya Pajak Kekayaan

A+
A-
2
A+
A-
2
Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Elizabeth Warren.

WASHINGTON, DDTCNews—Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Elizabeth Warren meningkatkan serangannya kepada para miliarder yang menentang pajak kekayaan, dengan merilis iklan baru pedas yang menargetkan empat pria terkaya di AS dengan menyebut namanya.

Dalam iklan berjudul Elizabeth Warren Berdiri Melawan Billionaires yang akan disiarkan TV AS pekan ini, senator kiri asal Massachusetts ini memberikan perhatiannya ke investor Leon Cooperman, eks- CEO Ameritrade Joe Ricketts, mantan CEO Goldman Sachs Lloyd Blankfein dan investor Peter Thiel.

“Sekarang saatnya untuk pajak kekayaan,kata Warren kepada para siswa SMA di sebuah tempat gym yang disambut sorak-sorai para siswa. “Saya pernah mendengar ada beberapa miliarder di Amerika yang tidak mendukung rencana ini,tambahnya dalam iklan tersebut.

Baca Juga: Optimalisasi PAD, 4 Pokja Dibentuk

Cooperman pada 2017 menyelesaikan catatan iklannya dengan Otoritas Bursa AS dan membayar hampir US$5 juta biaya atas insider trading. “Ia [Warren] mewakili yang terburuk di kalangan politisi ketika dia berusaha untuk menjelekkan orang kaya karena ada lebih banyak orang miskin,” katanya.

Namun, iklan itu tampaknya menyentuh hati Blankfein, yang mencuit bahwa ia terkejut karena tampil di iklan tersebut, sambil menyitir klaim Warren sebelumnya tentang leluhur asli Amerika, suku bangsa Indian. "Mungkin kesukuan hanya ada dalam DNA-nya, cuitnya.

Warren sebelumnya mengusulkan pajak untuk ultramiliuner dalam kampanyenya sebagai Presiden AS. Ia menargetkan dapat memajaki kaum ultramiliuner itu dengan pajak kekayaan dengan tarif 2% dari kekayaan di atas US$50 juta, dan 1% pajak tambahan untuk kekayaan di atas US$1 miliar.

Baca Juga: Pemkot Depok Bakal Rombak Aturan Pajak Daerah

Selama ini, AS tidak mengenal pajak kekayaan. Jika Warren kelak terpilih menjadi Presiden AS, maka orang seperti Bill Gates yang memiliki kekayaan US$107 miliar akan membayar pajak kekayaannya paling sedikit US$6,4 miliar.

Emmanuel Saez dan Gabriel Zucman, ekonom Universitas California yang mendesain pajak untuk ultra-miliuner itu menghitung, apabila pajak tambahan 3% tersebut sudah ada sejak 1982, maka Bos Microsoft itu akan membayar US$36 miliar.

Partai Demokrat AS, seperti dilansir theguardian.com, melihat gagasan tentang pajak kekayaan sebagai solusi untuk keprihatinan yang berkepanjangan tentang ketidaksetaraan dan konsentrasi cepat kekuatan ekonomi di kalangan orang Amerika yang kaya.

Baca Juga: Soal Rasionalisasi Pajak Daerah, Ini Kata Dirjen Perimbangan Keuangan

Kemunculannya juga merupakan penangkal bagi kebijakan Presiden Trump, yang pemotongan pajaknya sebesar US$1,5 triliun sebagian besar menguntungkan orang-orang Amerika dan korporasi-korporasi kaya, tetapi meninggalkan generasi mendatang dengan tagihan.

“Kita hidup di Zaman Gilded kedua,” kata Bruce Ackerman, profesor hukum dan politik Universitas Yale yang mendukung pajak tersebut. ”Apa yang kita miliki sekali lagi adalah orang-orang baik di sebelah kanan dan kiri diprovokasi oleh persepsi yang mereka tinggalkan.” (Bsi)

Baca Juga: Melihat Profil Pajak Serambi Mekah

“Sekarang saatnya untuk pajak kekayaan,kata Warren kepada para siswa SMA di sebuah tempat gym yang disambut sorak-sorai para siswa. “Saya pernah mendengar ada beberapa miliarder di Amerika yang tidak mendukung rencana ini,tambahnya dalam iklan tersebut.

Baca Juga: Optimalisasi PAD, 4 Pokja Dibentuk

Cooperman pada 2017 menyelesaikan catatan iklannya dengan Otoritas Bursa AS dan membayar hampir US$5 juta biaya atas insider trading. “Ia [Warren] mewakili yang terburuk di kalangan politisi ketika dia berusaha untuk menjelekkan orang kaya karena ada lebih banyak orang miskin,” katanya.

Namun, iklan itu tampaknya menyentuh hati Blankfein, yang mencuit bahwa ia terkejut karena tampil di iklan tersebut, sambil menyitir klaim Warren sebelumnya tentang leluhur asli Amerika, suku bangsa Indian. "Mungkin kesukuan hanya ada dalam DNA-nya, cuitnya.

Warren sebelumnya mengusulkan pajak untuk ultramiliuner dalam kampanyenya sebagai Presiden AS. Ia menargetkan dapat memajaki kaum ultramiliuner itu dengan pajak kekayaan dengan tarif 2% dari kekayaan di atas US$50 juta, dan 1% pajak tambahan untuk kekayaan di atas US$1 miliar.

Baca Juga: Pemkot Depok Bakal Rombak Aturan Pajak Daerah

Selama ini, AS tidak mengenal pajak kekayaan. Jika Warren kelak terpilih menjadi Presiden AS, maka orang seperti Bill Gates yang memiliki kekayaan US$107 miliar akan membayar pajak kekayaannya paling sedikit US$6,4 miliar.

Emmanuel Saez dan Gabriel Zucman, ekonom Universitas California yang mendesain pajak untuk ultra-miliuner itu menghitung, apabila pajak tambahan 3% tersebut sudah ada sejak 1982, maka Bos Microsoft itu akan membayar US$36 miliar.

Partai Demokrat AS, seperti dilansir theguardian.com, melihat gagasan tentang pajak kekayaan sebagai solusi untuk keprihatinan yang berkepanjangan tentang ketidaksetaraan dan konsentrasi cepat kekuatan ekonomi di kalangan orang Amerika yang kaya.

Baca Juga: Soal Rasionalisasi Pajak Daerah, Ini Kata Dirjen Perimbangan Keuangan

Kemunculannya juga merupakan penangkal bagi kebijakan Presiden Trump, yang pemotongan pajaknya sebesar US$1,5 triliun sebagian besar menguntungkan orang-orang Amerika dan korporasi-korporasi kaya, tetapi meninggalkan generasi mendatang dengan tagihan.

“Kita hidup di Zaman Gilded kedua,” kata Bruce Ackerman, profesor hukum dan politik Universitas Yale yang mendukung pajak tersebut. ”Apa yang kita miliki sekali lagi adalah orang-orang baik di sebelah kanan dan kiri diprovokasi oleh persepsi yang mereka tinggalkan.” (Bsi)

Baca Juga: Melihat Profil Pajak Serambi Mekah
Topik : anies baswedan, penunggak pajak, cabut izin, pajak daerah
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG