News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PAJAK

Wamenkeu Dorong Pemanfaatan AI untuk Deteksi Ketidakpatuhan Pajak

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Rabu, 28 Oktober 2026 | 12.30 WIB
Wamenkeu Dorong Pemanfaatan AI untuk Deteksi Ketidakpatuhan Pajak
<p>Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman berpandangan artificial intelligence (AI) diperlukan untuk membantu identifikasi potensi penerimaan pajak sekaligus deteksi ketidakpatuhan.

Meski terdapat beragam risiko yang timbul akibat penggunaan AI, Nurkholisoh mengatakan risiko-risiko dimaksud bukanlah alasan untuk menolak perkembangan AI. Penggunaan AI juga tidak mengalihkan tanggung jawab pejabat atas keputusan yang ditetapkan.

"AI itu memberi tanda, memberi petunjuk, membantu kita, tapi tetap manusia yang memutuskan. Tetap pemeriksa pajak di lapangan yang memutuskan. Tetap pejabat yang menandatangani yang mengambil tanggung jawab," ujar Nurkholisoh, dikutip Rabu (28/10/2026).

Terdapat 3 risiko utama dari penggunaan AI. Pertama, risiko tertipu oleh perkembangan teknologi deepfake yang mampu memanipulasi gambar, video, dan suara sehingga menyerupai kondisi atau pernyataan asli.

Kedua, risiko ketergantungan berlebihan terhadap AI yang berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis, mengingat, dan memahami informasi. Ketiga, risiko kebocoran informasi akibat memasukkan data rahasia ke aplikasi AI yang tidak memiliki perlindungan atau otorisasi sesuai kebutuhan organisasi.

Terlepas dari beragam risiko ini, AI memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas pegawai sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baik dari sisi pendapatan maupun belanja.

Pada sisi belanja, AI bisa digunakan untuk menganalisis manfaat anggaran yang diterima masyarakat, baik dari bansos maupun dari belanja kementerian. Pemanfaatan AI diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai manfaat APBN.

"Di sisi belanja, AI bisa membantu memastikan bahwa setiap rupiah yang kita alokasikan, yang kita anggarkan itu berhasil benar-benar bermanfaat," ujar Nurkholisoh.

Sebagai informasi, Nurkholisoh sebelumnya mengungkapkan DJP sedang mengembangkan dasbor dan AI yang bisa memetakan aset milik wajib pajak kaya (high net worth individuals/HNWI).

Nurkholisoh mengatakan dasbor dimaksud mampu menyajikan data keluarga dari individu, aset, dan perusahaan yang mereka miliki, serta hubungan antara data-data yang terjadi dalam dasbor dimaksud.

"Kami berada pada tahap akhir untuk menambahkan AI yang dapat membantu kami membaca berita dan keterbukaan informasi perusahaan yang terkait dengan individu-individu tersebut," ujarnya pada bulan lalu. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.