JAKARTA, DDTCNews - Tax Academy of Singapore (TAS) merilis laman khusus di situs resminya yang mengulas kemitraan dengan DDTC dalam pengembangan kompetensi profesional dan pertukaran pengetahuan perpajakan.
Laman bertajuk DDTC x Tax Academy of Singapore tersebut menjadi bagian dari rubrik Partnerships in Action. Laman ini mengusung misi memperkuat pengetahuan pajak, pengembangan profesional, serta jejaring antara Singapura dan Indonesia.
“Tax Academy of Singapore (TA) and DDTC share a commitment to advancing tax education and developing the capabilities of the tax profession," tulis TAS dalam laman resminya, dikutip pada Selasa (27/10/2026).
Melalui laman tersebut, TAS menyatakan hubungan kedua institusi memadukan platform pembelajaran regional TAS dengan keterlibatan DDTC dalam komunitas perpajakan Indonesia.
TAS mencatat profesional DDTC telah bertahun-tahun mengikuti program TAS. Para profesional DDTC memperdalam pengetahuan pajak internasional sekaligus bertukar perspektif dengan akademisi, praktisi, dan sesama profesional.
TAS juga menyebut DDTCNews telah memberitakan berbagai program dan kegiatan regional TAS. Dengan demikian, wawasan dari program tersebut dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
Menariknya, TAS menyediakan dokumentasi khusus di laman tersebut yang menghimpun puluhan pemberitaan DDTCNews mengenai program dan kegiatan TAS. Dokumentasi itu mencakup puluhan publikasi sepanjang 2026, 2025, serta tahun-tahun sebelumnya.
Secara khusus, TAS menyampaikan hubungan dengan DDTC mencakup 3 area utama. Pertama, pengembangan profesional melalui keikutsertaan profesional DDTC dalam program TAS di bidang pajak internasional, transfer pricing, dan berbagai isu praktik perpajakan terkini.
Kedua, pertukaran pengetahuan melalui publikasi DDTCNews. Reportase para profesional DDTC yang mengikuti program TAS mengangkat beragam pembahasan, antara lain mengenai aset tidak berwujud, jasa intragrup, model bisnis digital, serta pencegahan dan penyelesaian sengketa pajak.
Ketiga, penguatan jejaring profesional antara Indonesia dan Singapura sebagai landasan untuk menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut dalam pendidikan dan pertukaran pengetahuan perpajakan.
Founder DDTC Darussalam memandang kemitraan dengan TAS sebagai bagian dari komitmen DDTC untuk terus memperkuat ekosistem pengetahuan perpajakan Indonesia melalui kolaborasi internasional.
"Pengetahuan perpajakan tidak mengenal batas negara. Kolaborasi dengan institusi internasional seperti TAS menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai perspektif, memperluas akses terhadap pengetahuan, sekaligus mendorong pengembangan sistem perpajakan Indonesia yang lebih baik," ujar Darussalam.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga mencerminkan pentingnya keterhubungan antara pendidikan, riset, dan praktik profesional dalam menghadapi dinamika perpajakan global.
"Bagi DDTC, kolaborasi internasional bukan semata-mata tentang membangun jejaring, melainkan juga memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Co-Founder DDTC Danny Septriadi menekankan pentingnya kolaborasi antarinstitusi dalam meningkatkan kompetensi profesional pajak di tengah perkembangan regulasi dan praktik perpajakan yang makin kompleks.
"Pengembangan kompetensi profesional tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan jejaring internasional agar profesional pajak Indonesia memiliki perspektif yang makin luas," ujar Danny.
Dia menambahkan hubungan DDTC dan TAS juga sejalan dengan komitmen DDTC untuk memperluas manfaat dari berbagai kegiatan pengembangan kompetensi yang diikuti profesionalnya.
“Bagi DDTC, kolaborasi ini bukan hanya tentang meningkatkan kompetensi profesional internal, melainkan juga bagaimana pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat lebih luas bagi komunitas perpajakan Indonesia," tutur Danny.

Pintu masuk Tax Academy of Singapore Hub, Revenue House, Singapura
Dalam laman yang sama, TAS turut menyoroti pertemuan CEO TAS Dennis Lui dan Co-Founder DDTC Danny Septriadi di Jakarta pada September 2026.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan hubungan kedua institusi, khususnya dalam pendidikan perpajakan, pengembangan profesional, dan pertukaran pengetahuan. Pada kesempatan itu, Dennis juga menyerahkan plakat apresiasi kepada Danny.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pertemuan tersebut berlangsung di sela peluncuran Professional Service (PS) Centre Jakarta pada Jumat (4/9/2026).
Sepanjang 2026, hubungan kedua institusi juga tercermin melalui berbagai kegiatan. DDTC antara lain menghadiri perayaan HUT ke-20 TAS pada 31 Juli 2026, yang sekaligus menandai peluncuran Tax Academy of Singapore Hub.
Selanjutnya, DDTC mengirimkan 6 profesional untuk mengikuti WU-TA Advanced Transfer Pricing Programme 2026 pada 28 September–1 Oktober 2026. Program tersebut diselenggarakan TAS bersama WU Transfer Pricing Center.
DDTC juga kembali mengirimkan profesionalnya untuk mengikuti program Integrated IP, Valuation & Tax (IIVT): A Strategic Toolkit for Decision-Makers yang diselenggarakan IPOS International bersama TAS.
TAS memperkenalkan DDTC sebagai institusi perpajakan Indonesia yang memiliki keahlian dalam perpajakan domestik dan internasional. Menurut TAS, DDTC memadukan layanan profesional dengan riset, teknologi, dan pengembangan pengetahuan.
TAS secara khusus menyoroti DDTC Academy, DDTCNews, DDTC Library, dan Perpajakan DDTC sebagai bagian dari komitmen DDTC dalam pengembangan sumber daya manusia dan perluasan akses terhadap pengetahuan perpajakan.
Terlebih, terkait dengan edukasi dan literasi, DDTC Library belum lama ini mencatatkan rekor di Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) karena memiliki koleksi literatur perpajakan terbanyak. Selain DDTC Library, DDTC Academy juga mencatatkan rekor MURI sebagai penyelenggara pelatihan pajak internasional dan transfer pricing pertama di Indonesia yang diakui lembaga internasional.
Laman khusus kemitraan DDTC dan TAS dapat diakses melalui situs resmi TAS. (kaw)
