Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

World Bank Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5,2 Persen

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Kamis, 08 Oktober 2026 | 16.30 WIB
World Bank Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5,2 Persen
<p>Gedung World Bank. (foto: worldbank.org)</p>

JAKARTA, DDTCNews - World Bank mengoreksi proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun ini menjadi 5,2% dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,7%.

Dalam laporannya berjudul East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, World Bank menjelaskan kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu disebabkan menurunnya dampak negatif dari kenaikan harga energi global terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan stabil di angka 5,2% pada 2026 dan 2027. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,5 poin persentase pada perkiraan untuk tahun 2026," tulis World Bank dalam laporannya, dikutip pada Kamis (8/10/2026).

Pada saat yang sama, pemerintah memberikan dukungan terhadap perekonomian melalui percepatan implementasi program prioritas, penanaman modal oleh Danantara, dan pemberian subsidi energi.

Meski menyokong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, perlu dicatat bahwa langkah ini telah meningkatkan defisit anggaran sekaligus defisit neraca pembayaran.

"Bauran kebijakan tersebut mendukung pertumbuhan jangka pendek sekaligus berkontribusi terhadap ketidakseimbangan fiskal dan eksternal. Ketidakseimbangan ini diperkirakan terus berlanjut seiring dengan proyeksi pelebaran current account deficit (CAD) menjadi 1,5% dari PDB pada 2026," jelas World Bank.

Pada tahun-tahun yang akan datang, pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan akan lebih bergantung pada investasi swasta seiring dengan melandainya stimulus fiskal.

Sejalan dengan perbaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI, proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik pada 2026 juga dikoreksi naik dari 4,2% menjadi 4,5%. Revisi proyeksi ekonomi kawasan ini mencerminkan resiliensi Asia Timur dan Pasifik dalam menghadapi tantangan global.

"Beberapa negara tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada 2026 didorong oleh manufaktur dan ekspor barang-barang berteknologi tinggi yang menopang lonjakan global dalam aktivitas terkait AI. Perkiraan pertumbuhan untuk tahun 2026 telah direvisi naik sebesar 1,1 poin persentase menjadi 7,4% untuk Vietnam, sebesar 0,7 poin persentase menjadi 5,1% untuk Malaysia, dan sebesar 0,7 poin persentase menjadi 2,0% untuk Thailand," kata World Bank. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.