CASTRIES, DDTCNews - Pemerintah Saint Lucia memberikan kado istimewa untuk warganya menjelang perayaan Natal dan tahun baru. Kado tersebut berupa keringanan pajak dan bea masuk atas impor berbagai barang kebutuhan rumah tangga.
Melalui program Christmas Barrel Concessions, pemerintah memberikan pembebasan 100% bea masuk, PPN, serta pungutan kesehatan dan keamanan (health and citizen security levy). Kebijakan ini telah disetujui oleh Kabinet dan berlaku mulai 1 November 2026 hingga 28 Februari 2027.
"Fasilitas ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama musim liburan Natal," bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri, dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Fasilitas pembebasan pajak dan bea masuk diberikan atas barang-barang tertentu yang diimpor dalam kemasan drum. Sebagai informasi, praktik pengiriman barang menggunakan drum (shipping barrel) sangat populer di kawasan Amerika Latin, khususnya negara-negara Karibia, sebagai salah satu sarana untuk mengirimkan berbagai kebutuhan pribadi dan rumah tangga dari luar negeri.
Barang yang memenuhi ketentuan mendapatkan pembebasan pajak dan bea masuk meliputi barang pribadi, makanan, pakaian, mainan, serta berbagai barang konsumsi rumah tangga lainnya.
Meski demikian, pemerintah membatasi fasilitas tersebut maksimal 2 drum untuk setiap rumah tangga. Selain itu, nilai barang yang memperoleh fasilitas pembebasan dibatasi paling tinggi EC$3.000 atau sekitar Rp20,04 juta per drum.
Adapun barang elektronik tidak termasuk dalam daftar barang yang memperoleh fasilitas perpajakan.
Guna mendukung pelaksanaan kebijakan ini, parlemen Saint Lucia juga telah menyetujui revisi UU PPN. Perubahan tersebut menjadi dasar pemberian pembebasan sementara PPN atas barang-barang tertentu yang diimpor dalam drum selama periode fasilitas berlaku.
Pemerintah menegaskan seluruh barang yang diimpor dengan memanfaatkan fasilitas tersebut harus ditujukan untuk penggunaan pribadi, bukan untuk kepentingan komersial.
"Sanksi dan denda akan diterapkan jika barang tersebut digunakan untuk tujuan komersial," bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri dilansir caribbeannationalweekly.com.
Masyarakat Saint Lucia beserta kerabat mereka yang tinggal di luar negeri diimbau memperhatikan periode pemberian fasilitas, batas maksimal jumlah drum, nilai barang, serta jenis barang yang memenuhi syarat sebelum mengirimkan barang untuk kebutuhan Natal. (dik)
