Review
Selasa, 02 Juni 2020 | 11:10 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 01 Juni 2020 | 10:22 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Uni Eropa Desak PM Inggris Proses Brexit

A+
A-
0
A+
A-
0
Uni Eropa Desak PM Inggris Proses Brexit

LONDON, DDTCNews – Para pemimpin Uni Eropa mendesak Theresa May untuk segera memulai proses keluarnya Inggris dai Uni Eropa. Seperti yang diketahui, dalam referendum Brexit yang digelar 23 Juni lalu, May berada di kubu tetap bergabung dengan Uni Eropa.

Meski berada di kubu yang kontra dengan Brexit, May tetap menghormati hasil referendum tersebut. Menurutnya hasil voting ini adalah suara rakyat .

“Jika hasil akhirnya memutuskan untuk Brexit, maka akan tetap seperti itu. Bersama-sama kita pasti akan membuatnya sukses,” papar May.

Baca Juga: Sumbang Pajak dan Kerek Ekonomi, Liga Sepakbola Wajib Kembali Bergulir

Sejak masa kerja Perdana Menteri Inggris baru pada Kamis (14/7) lalu, tekanan pekerjaan sudah membebani May. Salah satunya adalah tekanan gejolak ketidakpastian ekonomi yang timbul akibat keputusan Inggris hengkang dari Uni Eropa.

Presiden Prancis Francois Hollande juga turut mendorong May untuk memulai perundingan sesegera mungkin. Selain itu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz juga kompak mendorong May untuk tidak menunda-nunda proses perceraian Inggris dari Uni Eropa.

Begitu May memutuskan untuk mengaktifkan Pasal 50 Perjanjian Lisbon, yang mengatur prosedur keluarnya negara anggota Uni Eropa, proses hengkangnya Inggris dari Uni Eropa resmi dimulai. Proses ini sedikitnya akan memakan waktu 2 tahun. Dalam prosesnya juga akan melibatkan perundingan beberapa sektor hingga mencapai kesepakatan yang akan berlaku bagi Inggris di luar Uni Eropa.

Baca Juga: Rombak Skema Pajak, Kendaraan Beremisi Bakal Kena Pajak Lebih Tinggi

Bulan lalu, May sempat menyatakan jika dirinya menjadi PM Inggris, dia tidak akan mengaktifkan Pasal 50 pada tahun ini, meskipun tekanan besar mengalir dari pemimpin negara-negara Uni Eropa agar pengaktifan segera dilakukan.

Jadwal pertama yang mempertemukan May dengan pemimpin Uni Eropa akan terjadi saat KTT G20 di China pada 4 September 2016. Namun, pertemuan pertama May dengan pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa baru akan terjadi saat pertemuan Dewan Eropa pada 20-21 Oktober 2016.

Sementara itu, seperti yang dilansir The Times, di saat ketidakpastian ekonomi bergejolak akibat keputusan Inggris meninggalkan blok itu, the Bank of England saat ini sedang mempertimbangkan pemotongan tarif pajak untuk menstimulasi ekonomi Inggris. (Amu)

Baca Juga: Simon Cowell Desak Selebritas Untuk Tidak Pakai Uang Wajib Pajak
Topik : brexit, inggris, theresa may
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 13 Februari 2020 | 19:30 WIB
INGGRIS
Selasa, 04 Februari 2020 | 11:15 WIB
INGGRIS
Senin, 03 Februari 2020 | 13:29 WIB
PAJAK DIGITAL
Jum'at, 31 Januari 2020 | 10:38 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Selasa, 02 Juni 2020 | 11:10 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 02 Juni 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 02 Juni 2020 | 10:31 WIB
AUTOMATIC EXCHANGE OF INFORMATION
Selasa, 02 Juni 2020 | 10:25 WIB
HONG KONG
Selasa, 02 Juni 2020 | 10:11 WIB
KAMUS PAJAK
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:34 WIB
DDTC NEWSLETTER
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:01 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Selasa, 02 Juni 2020 | 07:51 WIB
BERITA PAJAK HARI INI