JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto berencana meningkatkan kucuran kredit kepada rakyat untuk menggerakkan perekonomian di daerah.
Menurut Prabowo, penyaluran kredit kepada rakyat perlu ditingkatkan dari sekitar Rp53 triliun pada tahun ini menjadi Rp400 triliun pada 2027. Kredit dimaksud menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.
"Pada tahun yang akan datang, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah," ujar Prabowo, dikutip pada Sabtu (24/10/2026).
Kredit rakyat senilai Rp400 triliun tersebut rencananya bakal menyasar 28 juta rumah tangga. Bila setiap rumah tangga terdiri atas satu kepala keluarga, satu istri, dan dua anak, kredit dimaksud bakal dinikmati oleh lebih dari 100 juta rakyat Indonesia.
Perluasan jangkauan kredit kepada lebih dari 100 juta orang tersebut diklaim bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkuat kegiatan ekonomi di seluruh daerah.
"Kita akan fokus menggerakkan ekonomi, tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah. Semua daerah akan kita bangun," ujar Prabowo.
Prabowo pun mengatakan kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat, utamanya mereka yang bekerja dan menjalankan usaha untuk menopang penghasilan keluarga.
Dengan peningkatan kucuran kredit menjadi Rp400 triliun pada 2027, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan usaha sekaligus memperkuat ekonomi keluarga di seluruh wilayah Indonesia.
"Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya," kata Prabowo. (dik)
