KEBIJAKAN CUKAI

Soal BBM dan Detergen Bakal Kena Cukai, Ini Kata Kepala BKF

Muhamad Wildan | Senin, 13 Juni 2022 | 16:30 WIB
Soal BBM dan Detergen Bakal Kena Cukai, Ini Kata Kepala BKF

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memastikan pengenaan cukai atas BBM, detergen, ataupun ban karet tidak akan diterapkan dalam waktu dekat.

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan prioritas pemerintah saat ini ialah untuk mempertahankan harga pada level konsumen, terbukti dengan tidak naiknya harga Pertalite dan tarif listrik.

"Jadi sekarang ini dalam konteks menimbang-nimbang kiri dan kanan. Ini dalam 5 tahun, jangka menengah atau jangka panjang. Jadi kita menyiapkan," katanya ketika ditemui di Gedung DPR, Senin (13/6/2022).

Baca Juga:
Proses Aksesi OECD, Pemerintah Indonesia Mulai Penilaian Mandiri

Febrio menuturkan detergen, BBM, dan ban karet juga belum akan dikenai cukai baik dalam waktu dekat ini. Meski demikian, kajian atas penetapan ketiga barang tersebut sebagai barang kena cukai (BKC) akan terus berjalan.

"Ini kan bagian dari kami melihat aspek lingkungan. Kita tahu emisi dari fossil fuel tinggi sekali, baik batu bara maupun BBM," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah saat ini baru mengenakan cukai atas produk hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pemerintah sebenarnya sudah mewacanakan untuk menambah barang kena cukai.

Baca Juga:
Inflasi Turun Jadi 3 Persen pada April 2024, Ini Kata BPS

Salah satunya ialah minuman berpemanis dalam kemasan dan produk plastik. Namun, hingga saat ini, pemerintah masih belum menetapkan kedua barang tersebut sebagai barang kena cukai.

Saat ini, penerimaan cukai ditargetkan mencapai Rp203,92 triliun atau tumbuh 4,3% dibandingkan dengan tahun lalu senilai Rp195,5 triliun. Per April 2022, realisasi penerimaan cukai sudah mencapai Rp78,56 triliun atau 39% dari target. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Audina Pramesti 13 Juni 2022 | 22:59 WIB

Cukai dikenakan terhadap barang/jasa tertentu yang memiliki eksternalitas negatif

ARTIKEL TERKAIT
Kamis, 02 Mei 2024 | 13:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Proses Aksesi OECD, Pemerintah Indonesia Mulai Penilaian Mandiri

Kamis, 02 Mei 2024 | 12:00 WIB INFLASI TAHUNAN

Inflasi Turun Jadi 3 Persen pada April 2024, Ini Kata BPS

Kamis, 02 Mei 2024 | 10:21 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Piutang Kepabeanan-Cukai Capai Rp46 Triliun, DJBC Optimalkan Penagihan

Kamis, 02 Mei 2024 | 10:00 WIB APARATUR SIPIL NEGARA

Pendaftaran CASN Akan Dibuka, K/L Diminta Lengkapi Perincian Formasi

BERITA PILIHAN
Kamis, 02 Mei 2024 | 13:00 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

Proses Aksesi OECD, Pemerintah Indonesia Mulai Penilaian Mandiri

Kamis, 02 Mei 2024 | 12:00 WIB INFLASI TAHUNAN

Inflasi Turun Jadi 3 Persen pada April 2024, Ini Kata BPS

Kamis, 02 Mei 2024 | 11:30 WIB KANWIL DJP JAKARTA PUSAT

Setoran Pajak Hanya Tumbuh 3%, DJP Jakarta Pusat Fokuskan Pengawasan

Kamis, 02 Mei 2024 | 11:00 WIB INFOGRAFIS KEPABEANAN

Sederet Kriteria Barang Kiriman Hasil Perdagangan

Kamis, 02 Mei 2024 | 10:30 WIB PERMENDAG 7/2024

Pembebasan Batasan Impor Kiriman PMI Berlaku Surut Sejak Akhir 2023

Kamis, 02 Mei 2024 | 10:21 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Piutang Kepabeanan-Cukai Capai Rp46 Triliun, DJBC Optimalkan Penagihan

Kamis, 02 Mei 2024 | 10:00 WIB APARATUR SIPIL NEGARA

Pendaftaran CASN Akan Dibuka, K/L Diminta Lengkapi Perincian Formasi