Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Mau ke Amsterdam? Bersiap, Ada Tambahan Pajak Turis

A+
A-
2
A+
A-
2

Ilustrasi. (foto: prismic.io)

AMSTERDAM, DDTCNews – Pemerintah Amsterdam, Belanda memberikan tambahan pajak bagi turis mulai 1 Januari 2020 lalu. Kebijakan ini membuat wisatawan yang mengunjungi Amsterdam akan dikenakan biaya tambahan di luar tarif pajak turis (tourist tax) yang saat ini berlaku.

Seorang perwakilan dari Dewan Kota Amsterdam mengatakan kenaikan tarif pajak turis ini tidak dilakukan untuk menghadapi ancaman kepadatan penduduk. Kenaikan pajak turis ini ditujukan agar wisatawan berkonstribusi lebih besar terhadap biaya keamanan dan kebersihan fasilitas umum.

"Pengunjung akan berkontribusi lebih banyak dalam baiaya untuk menjaga kota ini tetap aman dan bersih, serta menjaga tempat umum seperti trotoar, dermaga, jembatan, dan jalan-jalan agar terus dalam keadaan baik," kata perwakilan tersebut, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga: Wah, Google Bakal Akhiri Skema Pajaknya yang Kontroversial

Adapun pajak turis tersebut akan berlaku untuk wisatawan yang menginap di hotel, AirBnB, atau bahkan tempat perkemahan. Hal ini berarti, wisatawan yang ingin menginap di tempat-tempat tersebut akan terkena biaya tambahan di atas pajak turis 7% yang saat ini berlaku.

Pajak ini akan mengenakan biaya tambahan senilai 3 euro (setara Rp45.900) per malam untuk wisatawan yang menginap di hotel dan penginapan jangka pendek lainnya. Sementara itu, wisatawan yang menginap di tempat perkemahan harus membayar senilai 1 euro (setara Rp15.300) per malam.

Pajak tersebut juga menyasar pengunjung yang menginap di kapal pesiar. Para wisatawan yang menginap di kapal pesiar ini akan dikenakan pungutan senilai 8 euro untuk setiap penumpang yang hanya singgah dan bukan penduduk kota.

Baca Juga: Johor Pertimbangkan Pengenaan 'Pajak Tempat Tidur' Jika Dibutuhkan

Adapun pajak turis untuk wisatawan yang menginap di kapal pesiar ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2019. Pajak ini dibebankan pada operator kapal yang kemudian diteruskan kepada pengunjung yang menginap selama 24 jam atau kurang dari itu.

Selain Amsterdam, banyak kota lain yang juga mengenakan pajak turis untuk mengekang pariwisata yang berlebihan, salah satunya Venesia, Italia. Wisatawan yang berkunjung ke kota paling tersohor karena penjelajahan sungai dan lautnya ini juga harus membayar lebih.

Di Venesia, turis diharuskan membayar pungutan senilai 10 euro (setara Rp153.000) saat periode puncak dan 3 euro (setara Rp45.900) di luar musim libur. Selain Venesia, negara lain seperti Selandia Baru dan Jepang juga memperkenalkan pajak turis, tetapi lebih ditujukan untuk proyek infrastruktur.

Baca Juga: Muncul Usulan Pengenaan Pajak Daging

Tahun lalu, Selandia Baru mulai memungut pajak turis senilai 35 dolar New Zealand (setara Rp317.828) untuk perbaikan infrastruktur. Sementara itu, Jepang membebani wisatawan yang meninggalkan negara itu dengan pajak senilai 1000 yen (setara Rp124.657) yang disebut ‘sayonara tax’. (kaw)

"Pengunjung akan berkontribusi lebih banyak dalam baiaya untuk menjaga kota ini tetap aman dan bersih, serta menjaga tempat umum seperti trotoar, dermaga, jembatan, dan jalan-jalan agar terus dalam keadaan baik," kata perwakilan tersebut, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga: Wah, Google Bakal Akhiri Skema Pajaknya yang Kontroversial

Adapun pajak turis tersebut akan berlaku untuk wisatawan yang menginap di hotel, AirBnB, atau bahkan tempat perkemahan. Hal ini berarti, wisatawan yang ingin menginap di tempat-tempat tersebut akan terkena biaya tambahan di atas pajak turis 7% yang saat ini berlaku.

Pajak ini akan mengenakan biaya tambahan senilai 3 euro (setara Rp45.900) per malam untuk wisatawan yang menginap di hotel dan penginapan jangka pendek lainnya. Sementara itu, wisatawan yang menginap di tempat perkemahan harus membayar senilai 1 euro (setara Rp15.300) per malam.

Pajak tersebut juga menyasar pengunjung yang menginap di kapal pesiar. Para wisatawan yang menginap di kapal pesiar ini akan dikenakan pungutan senilai 8 euro untuk setiap penumpang yang hanya singgah dan bukan penduduk kota.

Baca Juga: Johor Pertimbangkan Pengenaan 'Pajak Tempat Tidur' Jika Dibutuhkan

Adapun pajak turis untuk wisatawan yang menginap di kapal pesiar ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2019. Pajak ini dibebankan pada operator kapal yang kemudian diteruskan kepada pengunjung yang menginap selama 24 jam atau kurang dari itu.

Selain Amsterdam, banyak kota lain yang juga mengenakan pajak turis untuk mengekang pariwisata yang berlebihan, salah satunya Venesia, Italia. Wisatawan yang berkunjung ke kota paling tersohor karena penjelajahan sungai dan lautnya ini juga harus membayar lebih.

Di Venesia, turis diharuskan membayar pungutan senilai 10 euro (setara Rp153.000) saat periode puncak dan 3 euro (setara Rp45.900) di luar musim libur. Selain Venesia, negara lain seperti Selandia Baru dan Jepang juga memperkenalkan pajak turis, tetapi lebih ditujukan untuk proyek infrastruktur.

Baca Juga: Muncul Usulan Pengenaan Pajak Daging

Tahun lalu, Selandia Baru mulai memungut pajak turis senilai 35 dolar New Zealand (setara Rp317.828) untuk perbaikan infrastruktur. Sementara itu, Jepang membebani wisatawan yang meninggalkan negara itu dengan pajak senilai 1000 yen (setara Rp124.657) yang disebut ‘sayonara tax’. (kaw)

Topik : pajak turis, tourist tax, Amsterdam, Belanda
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 02 Oktober 2017 | 13:33 WIB
SOSIALISASI PERPAJAKAN
Rabu, 04 Oktober 2017 | 08:55 WIB
BELANDA
Jum'at, 22 Juli 2016 | 17:10 WIB
BELANDA
Minggu, 14 Agustus 2016 | 13:56 WIB
KONFERENSI INTERNASIONAL
berita pilihan
Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:05 WIB
THAILAND
Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:58 WIB
PMK 199/2019
Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:42 WIB
INDIA
Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:40 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Jum'at, 24 Januari 2020 | 13:52 WIB
BEA MASUK
Jum'at, 24 Januari 2020 | 11:23 WIB
BELANJA APBN
Jum'at, 24 Januari 2020 | 11:20 WIB
PELAYANAN PAJAK
Jum'at, 24 Januari 2020 | 10:28 WIB
UNI EROPA