Review
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Tetap Optimis Saat Penerimaan Sempoyongan

A+
A-
0
A+
A-
0
Tetap Optimis Saat Penerimaan Sempoyongan

JAKARTA, DDTCNews — Berita tentang optimisme proyeksi perekonomian Indonesia bertebaran di sejumlah media nasional pagi ini, Rabu (11/5), seiring dengan semakin dekatnya penyampaian Pokok-pokok Kebijakan Fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro APBN 2017 oleh pemerintah ke DPR.

Menariknya, di tengah optimisme itu, hingga pekan kedua Mei, penerimaan APBN 2016 baru 23% dengan realisasi belanja 28%. Khusus untuk penerimaan pajak, hingga akhir April 2016 baru Rp272 triliun, lebih rendah dari capaian periode sama tahun sebelumnya Rp309 triliun.

Lalu, apa dasar optimisme proyeksi perekonomian pemerintah, di tengah pertumbuhan penerimaan pajak yang minus dan ancaman pelebaran defisit anggaran yang membayangi akibat ketidakpastian RUU Pengampunan Pajak? Berikut ringkasan berita selengkapnya:

Baca Juga: Apakah Tenaga Kerja Asing Bisa Dapat Insentif PPh 21 DTP?
  • Target APBN 2017 Terlalu Optimistis: Target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,5%-5,9% terlalu optimistis karena faktor eksternal yang masih belum bersahabat.
  • Panama Papers Jadi Input Pengampunan Pajak: Data Panama Papers akan dipakai pemerintah dalam penerapan tax amnesty.
  • Penerimaan Tak Maksimal, Realisasi Defisit APBN Bengkak: Untuk mengantisipasi pelebaran defisit, pemerintah akan memangkas belanja nonprioritas.
  • Belanja Lamban, Presiden Tegur Para Menteri: Presiden menegur kementerian/ lembaga yang tidak merealisasikan belanja modal sejak awal tahun.
  • Penyerapan SUN di Bawah Target: Akibat permintaan yield yang tinggi, pemerintah hanya memenangkan SUN Rp6,15 triliun dari target Rp12 triliun.
  • Ditjen Pajak Siap Hadapi Gayus: Ditjen Pajak yakin menang atas gugatan Gayus Tambunan, karena sudah memecatnya sejak Mei 2010.
  • Korupsi Audit: Peer Review BPK Polandia terhadap BPK menunjukkan BPK belum patuh pada kode etik. (Opini Kompas - Dedi Haryadi)
  • Perppu Pengampunan Pajak: Usulan Perppu sebagai payung hukum layak dipertimbangkan. (Opini Bisnis Indonesia - Yehiskiel M. Tiranda)
  • DJP Jabar Mulai Sandera Penunggak: Untuk kali pertama, Kanwil DJP Jawa Barat I melakukan gijzeling terhadap wajib pajak orang pribadi.
  • Dana Talangan untuk Yunani segera Turun: Yunani & Eropa akan menyepakati pencairan dana talangan Eur86 miliar setara Rp1.228 triliun.
  • BI Untung Besar dari Intervensi Rupiah: Net Surplus BI setelah pajak selama 2015 mencapai Rp59 triliun, kembali memperbarui rekor terbesarnya sepanjang sejarah.*

Baca :

Topik : berita pajak hari ini, DJP, berita ekonomi hari ini
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Selasa, 26 Mei 2020 | 11:11 WIB
IHPS II/2019
Selasa, 26 Mei 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:48 WIB
KONSULTASI
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:38 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:35 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 26 Mei 2020 | 08:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL