Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Tambang Belum Pulih, Penerimaan Masih Menurun

0
0

BALIKPAPAN, DDTCNews – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) mencatat dari distribusi target semester I sebesar Rp23,9 triliun, penerimaannya hanya Rp8,3 triliun atau setara dengan 36, bahkan minus 6% dibandingkan posisi tahun lalu.

Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya mengatakan penurunan ini ditengarai oleh menurunnya kinerja sektor penopang utama di wilayah ini, yaitu  industri tambang batu bara dan migas.

“Di sini serapan pajak banyak berasal dari wajib pajak badan ketimbang wajib pajak pribadi. Banyaknya perusahaan yang bergerak di batu bara dan migas mau tidak mau membuat serapan pajak menurun ketimbang tahun lalu,” kata Samon, Selasa (26/7).

Meskipun demikian, kontribusi penerimaan pajak dari sektor pertambangan masih menduduki posisi pertama sebagai sektor penyumbang penerimaan daerah terbesar, yaitu sebesar 34,25%. Sektor perdagangan besar dan eceran menyusul dengan angka 12,5%, serta konstruksi sebesar 8,22%.

Urutan selanjutnya yang menjadi penyumbang terbesar bagi penerimaan pajak di Kaltimra adalah sektor administrasi pemerintahan dan industri pengolahan dengan angka pencapaian yang sama yaitu sebesar 7,34%.

Melihat fakta ini, Samon berharap masyarakat dapat memanfaatkan adanya program tax amnesty pajak yang sedang berjalan. Dengan demikian, penerimaan pajak di Kaltimra dapat bertambah meskipun tidak cukup besar.

“Saat inilah waktunya kegotongroyongan masyarakat Indonesia dilakukan. Kami terus sosialisasikan dan mengimbau kepada masyarakat terkait hal ini,” jelasnya sebagaimana dilansir dari kaltim.prokal.co. (Bsi)

“Di sini serapan pajak banyak berasal dari wajib pajak badan ketimbang wajib pajak pribadi. Banyaknya perusahaan yang bergerak di batu bara dan migas mau tidak mau membuat serapan pajak menurun ketimbang tahun lalu,” kata Samon, Selasa (26/7).

Meskipun demikian, kontribusi penerimaan pajak dari sektor pertambangan masih menduduki posisi pertama sebagai sektor penyumbang penerimaan daerah terbesar, yaitu sebesar 34,25%. Sektor perdagangan besar dan eceran menyusul dengan angka 12,5%, serta konstruksi sebesar 8,22%.

Urutan selanjutnya yang menjadi penyumbang terbesar bagi penerimaan pajak di Kaltimra adalah sektor administrasi pemerintahan dan industri pengolahan dengan angka pencapaian yang sama yaitu sebesar 7,34%.

Melihat fakta ini, Samon berharap masyarakat dapat memanfaatkan adanya program tax amnesty pajak yang sedang berjalan. Dengan demikian, penerimaan pajak di Kaltimra dapat bertambah meskipun tidak cukup besar.

“Saat inilah waktunya kegotongroyongan masyarakat Indonesia dilakukan. Kami terus sosialisasikan dan mengimbau kepada masyarakat terkait hal ini,” jelasnya sebagaimana dilansir dari kaltim.prokal.co. (Bsi)

Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
berita pilihan
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:07 WIB
REVISI UU PAJAK PENGHASILAN
Rabu, 24 Juli 2019 | 14:05 WIB
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS
Rabu, 24 Juli 2019 | 08:26 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 23 Juli 2019 | 18:20 WIB
KELEMBAGAAN PAJAK
Selasa, 23 Juli 2019 | 14:50 WIB
AUTOMATIC EXCHANGE OF INFORMATION
Selasa, 23 Juli 2019 | 14:15 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Selasa, 23 Juli 2019 | 11:16 WIB
PP 45/2019
Selasa, 23 Juli 2019 | 10:47 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 23 Juli 2019 | 10:13 WIB
KEMENTERIAN KEUANGAN
Selasa, 23 Juli 2019 | 09:30 WIB
KEMENTERIAN KEUANGAN