Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 24 Februari 2021 | 17:25 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 24 Februari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 15:10 WIB
WARREN BUFFET:
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Tahun Depan, Otoritas Mulai Pungut Pajak Google

A+
A-
0
A+
A-
0
Tahun Depan, Otoritas Mulai Pungut Pajak Google

Ilustrasi. (DDTCNews)

MADRID, DDTCNews – Pemerintah Spanyol akan mengenalkan jenis pungutan baru dalam bentuk pajak layanan digital atau digital services tax (DST) pada tahun fiskal 2021.

Pungutan yang populer dengan sebutan 'Pajak Google' ini efektif berlaku pada April 2021. Pemerintah berharap pajak digital tersebut dapat menjadi sumber penerimaan baru bagi anggaran negara melalui perubahan kebijakan pajak.

Selain itu, otoritas juga mengubah ketentuan terkait dengan pungutan tobin tax atas transaksi keuangan. Mulai 2021, tobin tax berlaku dengan tarif 0,2% terhadap semua transaksi saham perusahaan dengan kapitalisasi lebih dari €1 miliar.

Baca Juga: Sokong Program Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Naikkan Tarif Pajak Saham

"Pemerintah mengharapkan dengan dua kebijakan tersebut akan mendapatkan tambahan penerimaan sebesar €960 juta (setara dengan Rp16,6 triliun)," tulis keterangan resmi dari pemerintah, dikutip Selasa (29/12/2020).

Otoritas Negeri Matador meyakini kebijakan pajak layanan digital tidak akan mendapatkan respons keras dari Amerika Serikat (AS). Adapun proyeksi penerimaan dari DST dan tobin tax tersebut lebih rendah dari asumsi awal senilai €1,2 miliar.

Aksi balasan berupa tarif bea masuk tambahan atas komoditas Spanyol diprediksi tidak menjadi pilihan utama Joe Biden saat memimpin AS. Hal tersebut juga terlihat dari perubahan proses bisnis perusahaan digital yang kini menjadi lebih kooperatif terhadap otoritas pajak.

Baca Juga: Insentif Pajak Bagi Pemilik Properti Berlaku Hingga Desember 2021

Salah satunya Facebook yang dengan lugas mengatakan akan mengikuti setiap perubahan kebijakan pajak internasional dan patuh terhadap regulasi di negara tempat operasi. Pernyataan itu dibuktikan oleh Facebook Spanyol yang sepakat membayar kekurangan pajak kepada otoritas.

Seperti dilansir euroweeklynews.com, badan pajak Spanyol dan Facebook mencapai kata sepakat untuk kekurangan pembayaran pajak perusahan media sosial asal AS senilai €34,4 juta. Kurang bayar Facebook Spanyol tersebut berlaku untuk tahun pajak 2013-2018.

Jumlah tersebut diklaim media Spanyol relatif kecil jika dibandingkan dengan omzet usaha Facebook pada 2019 di pasar domestik lebih dari €260 juta. (rig)

Baca Juga: Uni Eropa Membarui Data Negara Suaka Pajak, Ini Daftarnya

Topik : spanyol, pajak google, pajak digital, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 16 Februari 2021 | 16:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 11 Februari 2021 | 14:45 WIB
POLANDIA
Kamis, 11 Februari 2021 | 13:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 11 Februari 2021 | 11:30 WIB
BELGIA
berita pilihan
Kamis, 25 Februari 2021 | 12:15 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 12:13 WIB
PROVINSI LAMPUNG
Kamis, 25 Februari 2021 | 11:56 WIB
INSTITUT STIAMI
Kamis, 25 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 10:48 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 10:22 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Kamis, 25 Februari 2021 | 09:51 WIB
INSENTIF FISKAL
Kamis, 25 Februari 2021 | 09:20 WIB
KOREA SELATAN
Kamis, 25 Februari 2021 | 08:26 WIB
BERITA PAJAK HARI INI