Berita
Minggu, 27 September 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Minggu, 27 September 2020 | 14:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 27 September 2020 | 13:28 WIB
LAYANAN PENGADILAN PAJAK
Minggu, 27 September 2020 | 13:01 WIB
APBN 2021
Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Studi Kasus Kewajaran Pembayaran Royalti

A+
A-
5
A+
A-
5
Studi Kasus Kewajaran Pembayaran Royalti

KASUS kewajaran pembayaran royalti yang dibahas dalam tulisan ini adalah kasus grup usaha Medtronic. Medtronic merupakan grup usaha yang memproduksi dan memasarkan perangkat implan medis berupa alat pacu jantung, stimulator neurologis dan perangkat terapi medis lainnya. Dalam grup usaha Medtronic, Medtronic US, perusahaan induk yang berlokasi di Amerika Serikat, merupakan pemilik aset tidak berwujud seperti know-how, merek dagang, dan desain yang digunakan dalam proses manufaktur.

Medtronic US memberikan lisensi kepada Medtronic Puerto Rico Operations Co. (MPROC), perusahaan manufaktur yang berlokasi di Puerto Rico. Kemudian, MPROC menjual produk yang diproduksinya kepada Med USA, pihak afiliasi lainnya yang bertindak sebagai distributor. Gambaranmengenai transaksi afiliasi yang dijalankan oleh grup usaha Medtronic secara ringkas dapat dilihat dalam Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1 Transaksi Afiliasi Grup Usaha Medtronic

Fakta Kasus

The Internal Revenue Service (IRS), otoritas pajak Amerika Serikat, menemukan adanya indikasi bahwa MedtronicUS melakukan profit shifting ke MPROC dalam upaya untuk menghindari pajak di Amerika Serikat. Dengan menghitung tarif pembayaran royalti menggunakan metode transfer pricing, yaitu Transactional Net Margin Method(TNMM), IRS memberikan koreksi awal sebesar 84 juta dolar AS untuk pendapatan royalti Medtronic US di tahun pajak 2005 dan 2006.

Medtronic US mengajukan keberatan atas penghitungan tarif royalti yang ditetapkan oleh IRS. Medtronic US yakin bahwa dengan menggunakan metode Comparable Uncontrolled Transaction (CUT), tarif royalti yang dibayarkan oleh MPROC sudah memenuhi prinsip kewajaran dan kelaziman usaha. Setelah menyelesaikan proses pemeriksaan, IRS menetapkan kekurangan tarif pembayaran royalti sebesar USD 548.180.115 untuk tahun pajak 2005 dan USD 810.301.695 untuk tahun pajak 2006.

Medtronic US tidak setuju atas putusan dari IRS dan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak Amerika Serikat. Setelah hampir enam minggu persidangan, pengadilan pajak menolak penghitungan tarif royalti dari kedua belah pihak. Pengadilan pajak menyatakan bahwa metode yang paling tepat untuk menentukan harga wajar pembayaran royalti dalam perjanjian lisensi aset tidak berwujud adalah CUT. Lebih lanjut, dalam putusannya, pengadilan pajak memutuskan tarif pembayaran royalti yang wajar adalah 44% untuk perangkat implan medis dan 22% untukperangkat terapi medis lainnya.

IRS kemudian mengajukan banding kepada United States Court of Appeals for the Eight Circuit (Appeal Court) atas hasil putusan pengadilan pajak. IRS berpendapat bahwa metode CUT tidak tepat digunakan dalam menentukan tarif royalti grup usaha Medtronic. IRS meminta Appeal Court untuk mengevaluasi kembali metode yang paling tepat dan menentukan tarif royalti yang tepat untuk kasus Medtronic. Appeal Court pun melakukan peninjauan terkait kasus Medtronic dan akhirnya memutuskan untuk mengembalikan kasus tersebut kepada pengadilan pajak dikarenakan kurangnya temuan atau fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan kasus Medtronic.

Pembahasan

Dalam menghitung tarif royalti pada kasus Medtronic dan IRS, pengadilan pajak mengacu pada perjanjian cross-license Pacesetter. Perjanjian cross-license Pacesetter terjadi pada tahun 1992 dalam upaya penyelesaian beberapa tuntutan hukum terkait penggunaan paten dan lisensi antara perusahaan induk Pacesetter dan Medtronic US. Appeal Court menganggap bahwa pertimbangan-pertimbangan yang digunakan oleh pengadilan pajak dalam menggunakan perjanjian cross-license Pacesetter sebagai pembanding tidak cukup secara faktual, terutama dengan alasan bahwa:

  1. terdapat beberapa kondisi yang tidak sebanding antara Perjanjian Pacesetter dengan perjanjian lisensi grup usaha Medtronic yang tidak dinyatakan secara jelas oleh pengadilan pajak;
  2. pengadilan pajak tidak mempertimbangkan pengaruh dari adanya perbedaan syarat dan ketentuan serta pembayaran dari Perjanjian Pacesetter;
  3. pengadilan pajak tidak mempertimbangkan adanya perbedaan lingkup aset tidak berwujud pada perjanjian Pacesetter dan perjanjian lisensi grup usaha Medtronic. Pada perjanjian Pacesetter, aset tidak berwujud yang digunakan hanyalah paten, sedangkan dalam perjanjian lisensi grup usaha Medtronic, aset tidak berwujud yang digunakan adalah know-how, merek dagang, dan desain;
  4. pengadilan pajak tidak dapat menyatakan secara jelas rincian biaya dalam menentukan tarif royalti.

Dalam memilih metode transfer pricing yang digunakan untuk menguji harga atau laba wajar, sebagaimana tercantum dalam Paragraf 2.2 OECD Guidelines, perlu dilakukan kajian untuk menentukan metode transfer pricing yang paling sesuai (The Most Appropriate Method). Penerapan metode transfer pricing yang paling sesuai wajib memperhatikan hal-hal seperti (i) kelebihan dan kekurangan setiap metode, (ii) kesesuaian metode transfer pricing dengan sifat dasar transaksi antarpihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang ditentukan berdasarkan analisis fungsional, (iii) ketersediaan informasi yang andal (sehubungan dengan transaksi antarpihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa) untuk menerapkan metode yang dipilih dan/atau metode lain, (iv) tingkat kesebandingan antara transaksi antarpihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan transaksi antarpihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, termasuk keandalan penyesuaian yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh yang material dari perbedaan yang ada.

Untuk menentukan tingkat kesebandingan yang tinggi antara transaksi afiliasi dan transaksi independen, diperlukan analisis terhadap faktor-faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap harga ataupun laba. Atribut-atribut tersebut mengacu kepada lima faktor kesebandingan, yaitu produk atau jasa yang ditransaksikan, analisis fungsional, syarat dan ketentuan dalam kontrak, strategi bisnis serta situasi ekonomi.

Dalam kasus Medtronic, pengadilan pajak menerapkan metode CUT dengan menggunakan perjanjian cross-license Pacesetter sebagai pembanding. Namun, pengadilan pajak hanya mempertimbangkan persamaan transaksi intangible antara perjanjian cross-license Pacesetter dan perjanjian lisensi grup usaha Medtonic tanpa melakukan analisis tingkat kesebandingan lebih dalam.

Penerapan metode CUT menitikberatkan pada masalah kesebandingan transaksi. Semakin lemah tingkat kesebandingan maka hasil analisis penerapan metode CUT akan semakin tidak tepat. Oleh karena itu, dalam memilih pembanding seharusnya pengadilan pajak mempertimbangkan faktor kesebandingan lainnya seperti syarat dan ketentuan serta jenis aset tidak berwujud yang disepakati dalam kontrak.

(Disclaimer)
Topik : analisis pajak, transfer pricing, royalti, medtronic
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 02 Juli 2020 | 16:01 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 01 Juli 2020 | 11:45 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 29 Juni 2020 | 18:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
berita pilihan
Minggu, 27 September 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Minggu, 27 September 2020 | 14:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 27 September 2020 | 13:28 WIB
LAYANAN PENGADILAN PAJAK
Minggu, 27 September 2020 | 13:01 WIB
APBN 2021
Minggu, 27 September 2020 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 27 September 2020 | 11:01 WIB
UNI EROPA
Minggu, 27 September 2020 | 10:01 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 27 September 2020 | 09:06 WIB
KOREA SELATAN
Minggu, 27 September 2020 | 08:01 WIB
RUU PAJAK ATAS BARANG & JASA
Minggu, 27 September 2020 | 07:01 WIB
KOTA PALEMBANG