Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Stimulus untuk Covid-19 Kurang? Tulis Komentar Anda & Raih Rp1,5 juta

A+
A-
14
A+
A-
14
Stimulus untuk Covid-19 Kurang? Tulis Komentar Anda & Raih Rp1,5 juta

PANDEMI Covid-19 memberikan ancaman yang serius bagi ekonomi global. Dalam publikasi World Economic Outlook April ini, IMF menyebut dunia di ambang krisis ekonomi terhebat setelah Depresi Besar pada 1930-an. Episode The Great Lockdown ini diproyeksi memangkas pertumbuhan ekonomi global 2020 hingga menjadi minus 3%.

Hampir seluruh negara kemudian mengambil respons cepat untuk menanggulangi ancaman krisis tersebut. Paket stimulus yang mencakup area fiskal, moneter, jaminan sosial, dan kesehatan diguyur.

Respons tersebut juga diambil pemerintah Indonesia. Dalam pidatonya di Istana Bogor akhir Maret lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan komitmen stimulus sebesar Rp405,1 triliun untuk menanggulangi dampak covid-19. Jumlah ini setara dengan 2,5% PDB Indonesia pada 2019 senilai Rp15.833,9 triliun.

Baca Juga: Pembebasan Pajak untuk Bisnis Pariwisata Diperpanjang 2 Bulan

Paket tersebut ditujukan untuk empat sektor. Pertama, sektor kesehatan dengan nilai Rp75 triliun. Dana stimulus akan dipergunakan untuk keperluan subsidi iuran BPJS, insentif tenaga medis pusat dan daerah selama 6 bulan, serta belanja penanganan kesehatan.

Kedua, jaring pengaman sosial (social safety net) senilai Rp110 triliun. Dana ini akan dipergunakan untuk berbagai program. Adapun program tersebut antara lain penambahan penyaluran PKH bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), tambahan Kartu Pra Kerja, pembebasan tarif listrik untuk 24 juta pelanggan 450VA dan diskon 50% untuk 7 juta pelanggan 900VA, hingga cadangan pemenuhan kebutuhan pokok.

Ketiga, dukungan industri sebesar Rp70,1 triliun. Dukungan tersebut berupa pajak dan bea masuk ditanggung pemerintah serta stimulus kredit usaha rakyat (KUR). Terakhir, program pemulihan ekonomi sebesar Rp150 triliun berupa pembiayaan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional termasuk untuk ultra mikro.

Baca Juga: Siap-Siap! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka Besok

Sebagai catatan, itu juga belum termasuk stimulus fiskal, kebijakan di sektor keuangan, serta stimulus belanja yang digelontorkan pada paket stimulus I dan II beserta perluasannya yang nilainya lebih dari Rp30 triliun.

Akan tetapi, beberapa kalangan menyatakan bahwa besaran stimulus Indonesia belum cukup mujarab. Pendapat itu cukup beralasan. Negara lain, seperti Australia, Singapura, dan Malaysia memberikan paket stimulus hingga 10% dari PDB.

Sebagai informasi, mengutip paparan Kementerian Keuangan pada Rapat Kerja Komisi XI-DPR RI (7/4/2020), nilai paket stimulus antarnegara cukup bervariasi. Pemerintah Amerika Serikat memberikan stimulus hingga 10,5% PDB.

Baca Juga: Cadangan Devisa Akhir Juli 2020 Kembali Meningkat

Arab Saudi menggelontorkan stimulus 2,7% PDB, sedangkan Korea Selatan hanya sebesar 0,8%. Lebih lanjut lagi, merujuk pada data Statista.com per 20 April, rata-rata stimulus di negara G20 berada pada angka 4,9%.

DDTC Fiscal Research juga telah menyebutkan bahwa durasi dan kedalaman dampak akan menentukan langkah pemerintah untuk menentukan nilai dan jenis stimulus. Artinya, ada kemungkinan nilai dan jenis stimulus yang ada saat ini belum final.

Pemerintah sendiri telah menanggapi usulan penambahan stimulus. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan besaran paket stimulus antarnegara tidak bisa diperbandingkan secara langsung.

Baca Juga: Ini Sebab Penerima Gaji Tambahan Wajib Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu, pemerintah tetap mengedepankan kehati-hatian dan good governance bahkan dalam konteks krisis yang notabene membutuhkan langkah cepat. “Pemerintah tetap menekankan tata kelola yang baik pada penanganan dampak covid-19,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Selain risiko utang karena defisit anggaran yang melebar, langkah yang diambil pemerintah pada jangka pendek sejatinya akan berpengaruh bagi postur fiskal jangka menengah-panjang. Krisis keuangan global 2008 telah menunjukkan sulitnya proses recovery dan konsolidasi fiskal yang tidak instan.

Lantas, bagaimana menurut Anda? Apakah pemerintah perlu menaikkan paket stimulus atau tidak? Tulis komentar Anda di sini dan raih hadiahnya berupa uang tunai senilai Rp1,5 juta.

Baca Juga: Dalam Kondisi Saat Ini, Konsumsi Pemerintah Tidak Seharusnya Turun

Topik : debat, virus Corona, Covid-19, stimulus, insentif pajak, PDB, Kementerian Keuangan
X

Edit Komentar

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
Komentar
PERIODE 27 APRIL-11 MEI 2020
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Perlu Tambah Stimulus
Tidak Perlu Tambah Stimulus
Pilih Perlu Tambah Stimulus atau Tidak Perlu Tambah Stimulus dahulu
0/1000
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Helmi Zus Rizal

Senin, 18 Mei 2020 | 12:25 WIB
Fokus stimulus perlu diubah, diberikan kepada masyarakat tidak mampu maupun pekerja formal dan informal yang kehilangan penghasilan. Selama ini stimulus ratusan triliun yang diberikan sebagian besar hanya merupakan angka-angka semu yang belum tentu dalam kondisi normal tercapai. Masyarakat perlu dan ... Baca lebih lanjut

Puspita Kirana

Senin, 11 Mei 2020 | 02:28 WIB
Menurut saya, stimulus tidak perlu ditambah, namun, harus dikaji ulang pengelolaannya. Alasan mengapa stimulus diberikan adalah untuk tetap menggerakan roda ekonomi yang melemah. Akan tetapi, pemberian stimulus yang lebih besar pada kartu pra kerja dibanding sektor kesehatan membuat stimulus tidak ... Baca lebih lanjut

Risda

Minggu, 10 Mei 2020 | 18:53 WIB
Menurut KBBI, stimulus itu artinya rangsangan. Tujuannya adalah untuk mengaktifkan si penerima, sehingga yang terpenting adalah supaya si penerima bangkit. Misalnya insentif pph, tujuannya memang bukan untuk menyembuhkan tetapi mengurangi dampak, menopang arus kas perusahaan supaya mampu bertahan ag ... Baca lebih lanjut

M.Afsa Naufal Karim

Minggu, 10 Mei 2020 | 14:51 WIB
Pemerintah itu kurang fokus dalam menangani Covid19 ini pasalnya hanya memberi stimulus sebesar 2,5% dari PDB Indonesia. Pemerintah juga terkesan lamban dalam menangani ini. Sebaiknya mengeluarkan stimulus lebih besar dari yang diberikan sekarang, seperti negara lain yang memberi stimulus lebih dari ... Baca lebih lanjut

Andriant

Minggu, 10 Mei 2020 | 12:54 WIB
perlu tambahan Stimulus, dengan catatan. dilakukan pendataan ulang yg baru di tiap tiap RT/RW bagi warga yg belum mendapatkan bantuan , kemudian data yg sdh ada dilaporkan ke kelurahan-kecamatan agar segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. #MariBicara

Agustine Catur S

Minggu, 10 Mei 2020 | 04:37 WIB
Covid-19 merupakan masalah kesehatan yg dampaknya luas, menyelesaikan pandemi hrs menjadi fokus utama pemerintah. Stimulus diperlukan sbg bentuk kompensasi atas kebijakan pembatasan serta respon masyarakat, sehingga besaran stimulus perlu ditambah secara bertahap sejalan dengan memperluasnya dampak ... Baca lebih lanjut

Muis Arasid

Sabtu, 09 Mei 2020 | 22:22 WIB
Perlu tambah stimulus, agar dapat menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat di tengah gencarnya penyebaran covid 19 #MariBicara

Muhammad Taufiq Badruzzuhad

Sabtu, 09 Mei 2020 | 14:19 WIB
Menurut saya, stimulus yang telah ā€œdigelontorkanā€ pemerintah saat ini perlu untuk ditambah. Terutama untuk menunjang fasilitas kesehatan agar dapat mengakomodasi lonjakan pasien positif Covid-19 yang sampai saat ini terus bertambah tanpa diketauhi sampai angka berapa total kasus yang akan terjad ... Baca lebih lanjut

mohammad dimas pamungkas

Sabtu, 09 Mei 2020 | 05:14 WIB
Diantara ketiga paket stimulus yang diberikan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid 19, paket kedua (social safety net) sangat menarik perhatian saya. Pasalnya kita paham seberapa luas dan besarnya negara ini serta dilengkapi dengan kepadatan penduduk, kita bisa melihat kendala dalam penyaluran ... Baca lebih lanjut

Hakim

Sabtu, 09 Mei 2020 | 01:34 WIB
Guna menyelamatkan kondisi krisis tersebut, perlu kebijakan pemulihan ekonomi secara holistik yang memperhatikan segi permintaan dan produksi. pemerintah telah memberikan stimulus guna menyelamatkan perekonomian sebesar 405,1 triliun rupiah. Kebijakan ini sudah tepat namun dari segi jumlah masih dia ... Baca lebih lanjut
1 2 3 4 >
artikel terkait
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:34 WIB
KINERJA EKONOMI KUARTAL II/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:30 WIB
TURKI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:57 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Minggu, 09 Agustus 2020 | 06:01 WIB
BELANJA SOSIAL
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:01 WIB
ARAB SAUDI
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:01 WIB
RUU OMNIBUS LAW
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:19 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:53 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:01 WIB
PMK 89/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KAMBOJA
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
ļ»æ