Review
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Fokus
Literasi
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:29 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 14:27 WIB
SISTEM PAJAK
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Sri Mulyani Minta Pegawai DJP dan DJBC Tidak Salah Interpretasi

A+
A-
36
A+
A-
36
Sri Mulyani Minta Pegawai DJP dan DJBC Tidak Salah Interpretasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Town Hall Meeting "Kami Kemenkeu: Satu Keluarga, Satu Visi, Mengawal Pemulihan Ekonomi" . (tangkapan layar kemenkeu.go.id/live)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pesan khusus kepada pegawai Ditjen Pajak (DJP) dan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) agar selalu berpikiran positif dalam menjalani tugas di tengah pandemi virus Corona.

Sri Mulyani mengaku mendengar ada pegawai yang menafsirkan pernyataannya mengenai penerimaan perpajakan secara negatif. Menurutnya pandemi virus Corona memang telah menyebabkan perbedaan kinerja antara pegawai DJP dan DJBC, tetapi semua harus tetap disikapi secara positif.

Hingga Mei 2020, DJP yang memberlakukan bekerja dari rumah (WFH) kebetulan mencatatkan peneriman yang terkontraksi 10,8% karena semua kegiatan ekonomi lesu akibat pandemi. Di sisi lain, DJBC yang mayoritas pegawainya tetap harus bekerja dari kantor masih mencatatkan pertumbuhan penerimaan 12,4%.

Baca Juga: Apa Itu Pajak Masukan?

"Nah ini jangan kemudian diinterpretasikan, ‘Oh karena WFH penerimaan kita negatif dan pajak tidak dihargai oleh Menteri Keuangan'," katanya dalam acara Town Hall Meeting bersama semua pegawai secara virtual, Jumat (19/6/2020).

Sri Mulyani mengatakan DJP dan DJBC sama-sama memiliki tugas penting untuk mengelola keuangan negara. Namun, dia meminta semua pegawai tidak rendah diri atau besar kepala karena capaian penerimaannya di tengah pandemi.

Kepada para pegawai DJP, Sri Mulyani menyampaikan pemahamannya jika penerimaan pajak akan sulit karena berbagai sektor usaha terhenti. Banyak di antara pelaku usaha bahkan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada pegawainya.

Baca Juga: DJP dan Telkom Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Integrasi Data Perpajakan

"Dunia usaha ini jangankan bayar pajak, untuk bertahan saja sulit. Makanya, mereka mendapat keringanan pajak dan kita tracking bagaimana mereka bisa survive," ujarnya.

Situasi yang berat itu misalnya tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I/2020 yang hanya 2,97%, sedangkan pada kuartal II/2020 diramal akan terkontraksi 3,8%. Situasi itu juga pada akhirnya mempengaruhi penerimaan pajak makin.

Sementara pada pegawai DJBC, dia minta tak cepat puas dengan capaian penerimaan pabeanan dan cukai hingga Mei 2020. Sri Mulyani beralasan tantangan ke depan masih sangat berat, misalnya kegiatan ekspor-impor yang sedang terkontraksi sehingga akan menekan penerimaan bea masuk dan bea keluar.

Baca Juga: Sri Mulyani Terima Usulan Tambahan Stimulus Rp126,2 Triliun, Apa Saja?

Adapun pada cukai, dia menilai penerimaan yang masih positif hingga bulan Mei itu disebabkan hasil pergeseran pelunasan pita cukai dua bulan sebelumnya. Selain itu, pegawai juga harus bekerja keras menghadapi tantangan berupa peredaran rokok ilegal yang besar di tengah pandemi.

Dengan berbagai hal itulah, Sri Mulyani meminta para pegawai DJP dan DJBC fokus dengan pekerjaannya masing-masing. Pegawai DJP dan DJBC bahkan harus berpikir inovatif agar bisa mengumpulkan pajak maupun pabeanan dan cukai secara maksimal, sekaligus menjaga kegiatan ekonomi tetap terjaga.

"Saya minta temen-teman bekerja lebih semangat lagi karena tantangannya luar biasa besar," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Sengketa Biaya Perawatan Mesin dan Pabrik Pengurang Penghasilan Bruto

Topik : DJP, DJBC, Kemenkeu, pajak, bea cukai, Sri Mulyani, virus Corona
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 10 Agustus 2020 | 11:58 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Senin, 10 Agustus 2020 | 11:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 10 Agustus 2020 | 11:15 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 10:48 WIB
PMK 103/2020
berita pilihan
Senin, 10 Agustus 2020 | 19:03 WIB
BANTUAN SOSIAL
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:29 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:23 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:12 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:54 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:35 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:20 WIB
PELAYANAN PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK