Review
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Sri Mulyani Bakal Tebar Insentif Asalkan Syarat Ini Terpenuhi

A+
A-
1
A+
A-
1
Sri Mulyani Bakal Tebar Insentif Asalkan Syarat Ini Terpenuhi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama beberapa pejabat eselon I Kemenkeu. (foto: DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan menegaskan peluang pemberian insentif fiskal masih akan terbuka lebar pada tahun ini. Namun, otoritas menegaskan guyuran insentif diberikan jika ada nilai tambah untuk perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tersebut kepada pelaku usaha. Dia mengaku tidak segan-segan untuk memberikan fasilitas atau insentif fiskal. Lagi-lagi, insentif siap diberikan sepanjang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

“Pesannya bukan selalu bayar pajak, tapi saya punya banyak insentif untuk Bapak/Ibu [pelaku usaha],” katanya dalam Dialog Ekonomi dan Kebijakan Fiskal di Kantor Ditjen Pajak (DJP), Selasa (19/2/2019).

Baca Juga: Silaturahmi Virtual, Sri Mulyani Sempat Tanya Target Penerimaan Pajak

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan pajak yang tidak dipungut idealnya dikonversi menjadi ekspansi dunia usaha. Kegiatan investasi baru dan penambahan jumlah tenaga kerja menjadi syarat utama pemberian insentif.

Dengan demikian, penerimaan negara yang hilang akibat pemberian insentif terbayar lunas atau terkompensasi. Bahkan, pemberian insentif diharapkan memberi efek instan bagi ekonomi karena digunakan langsung oleh pelaku usaha untuk perluasan bisnisnya.

“Bapak/Ibu bayar Rp1 triliun masuk ke kas negara dan saya pakai untuk gaji guru dan lain-lain. Namun, kalau uang itu tetap di kantong Bapak/Ibu dan digunakan untuk investasi baru jangan-jangan dampaknya lebih bagus ke ekonomi dari pada habis untuk subsidi yang tidak jelas,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Silaturahmi Virtual, Ini Pesan Sri Mulyani kepada Pegawai Kemenkeu

Skema pemberian insentif ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas fiskal. Desain insentif yang memberikan nilai tambah merupakan hukum wajib agar penerimaan yang hilang tidak menguap, tapi berubah bentuk menjadi pendorong ekonomi bergerak ebih cepat.

“Saya mau desain insentif sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, sehingga kesempatan kerja tercipta, investasi tumbuh dan ekspor kita juga naik. Jadi, ini tantangan juga untuk anak buah kita sendiri [terkait desain kebijakan insentif],” tandasnya. (kaw)

Baca Juga: Cara Mengajukan Surat Keterangan PP 23/2018 Secara Online
Topik : Sri Mulyani, insentif fiskal, insentif pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 19 Mei 2020 | 13:59 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 19 Mei 2020 | 12:04 WIB
SE-29/PJ/2020
Selasa, 19 Mei 2020 | 10:12 WIB
KONSULTASI
Selasa, 19 Mei 2020 | 09:42 WIB
PENANGANAN VIRUS COVID-19
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 25 Mei 2020 | 12:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 11:38 WIB
PELAYANAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 11:00 WIB
TIPS PAJAK UMKM
Senin, 25 Mei 2020 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK