Berita
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Sisa Dana SBN Pembelian BI 2020 Boleh Dipakai Tahun Depan

A+
A-
0
A+
A-
0
Sisa Dana SBN Pembelian BI 2020 Boleh Dipakai Tahun Depan

Ilustrasi. (Foto: DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews - RUU APBN 2021 yang disepakati oleh pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memperbolehkan sisa dana dari penerbitan surat berharga negara (SBN) pada 2020 untuk digunakan tahun depan.

Ketentuan ini tertuang dalam 2 ayat baru RUU APBN 2021 yakni Pasal 23 ayat 3 dan ayat 4. "Pemerintah dapat menggunakan sisa dana dimaksud untuk membiayai penanganan pandemi Covid-19 atau pemulihan ekonomi pada 2021," ujar Ketua Banggar Said Abdullah, Jumat (25/9/2020).

Ketentuan lebih lanjut mengenai penggunaan sisa dana penerbitan SBN yang dibeli oleh BI tetapi belum terserap oleh pemerintah ini akan diatur lebih lanjut melalui peraturan menteri keuangan (PMK).

Baca Juga: Konsolidasi Fiskal, Sri Mulyani Minta Pegawai DJP Bersiap

Meski pemerintah dan Banggar DPR RI bersepakat untuk melonggarkan penggunaan sisa dana SBN yang dibeli oleh BI di pasar primer dan belum terserap pada 2020, ketentuan untuk menambah penerbitan SBN pada 2021 diperketat. Pada Pasal 28, ditambahkan 1 ayat yakni Pasal 28 ayat 2.

Ayat baru itu mewajibkan pemerintah meminta persetujuan dari DPR RI apabila pemerintah apabila pemerintah memperkirakan realisasi penerimaan negara diperkirakan tidak sesuai target atau apabila belanja diperkirakan melebihi pagu sehingga perlu ada penambahan penerbitan SBN.

Seperti diketahui, BI masih mendapatkan amanat untuk membeli SBN pada pasar primer sebagai stand-by buyer. BI baru akan membeli SBN pada pasar primer apabila SBN yang diterbitkan oleh pemerintah tidak sepenuhnya terserap oleh pasar.

Baca Juga: Simak, Sri Mulyani Cerita Soal Rencana Belanja Teknologi 2021

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), total SBN yang diserap BI pada pasar primer per 23 September mencapai Rp48,02 triliun. Total surat utang negara yang diserap Rp26,55 triliun, sedangkan sukuk Rp21,47 triliun. (Bsi)

Topik : sisa dana SBN, APBN 2021
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 09 September 2020 | 08:23 WIB
RAPBN 2021
Selasa, 08 September 2020 | 11:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Selasa, 08 September 2020 | 10:04 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Senin, 07 September 2020 | 19:15 WIB
ANGGARAN BPK & BPKP
berita pilihan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:30 WIB
BAHAMA
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK