Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Reportase
Perpajakan.id

Serunya Menimba Ilmu Pajak dalam Lingkup Bisnis Internasional

A+
A-
5
A+
A-
5
Serunya Menimba Ilmu Pajak dalam Lingkup Bisnis Internasional

Dea Yustisia, Tax Researcher DDTC, di kampus Tilburg University, Belanda

PANDEMI Covid-19 yang masih melanda seluruh dunia tidak menyurutkan DDTC untuk tetap menjamin terselenggaranya pengembangan sumber daya manusia dan keilmuan.. Salah satunya ialah dengan mengirimkan profesionalnya, Tax Researcher Dea Yustisia untuk melanjutkan studi magister perpajakan di Belanda. Ia berkuliah di Tilburg University jurusan MSc Economics dengan spesialisasi International Business Taxation di Tilburg School of Economics and Management (TiSEM).

Program master selama satu tahun ini disebut juga sebagai program International Business Taxation in Economics (IBTE) yang mana beberapa mata kuliahnya seringkali beririsan dengan program International Business Taxation in Law (IBTL). Pada tahun ini, mayoritas mahasiswa IBTE dan IBTL merupakan pegawai swasta, yakni konsultan pajak serta karyawan perusahaan multinasional.

Adapun mata kuliah yang diambil oleh Dea pada semester ini sebanyak tujuh dengan lima mata kuliah wajib serta dua mata kuliah pilihan. Mata kuliah yang wajib ialah Business Taxation dan Decision Making Process, Business Taxation, International and European Taxation, VAT in Cross-Border Situation, dan Corporate Tax Structures. Sementara itu, mata kuliah pilihan yang tengah ditempuh oleh Dea adalah Transfer Pricing dan Tax and Technology.

Baca Juga: Mendalami Strategi Uni Eropa Menangkal Penghindaran Pajak

Bagi Dea sebagai profesional DDTC, beberapa mata kuliah wajib yang diambil semester ini cukup menyenangkan dan menantang di saat yang sama. Sebut saja mata kuliah VAT in Cross-Border Situation, yang diampu oleh beberapa dosen yang juga merupakan konsultan pajak di Belanda, seperti misalnya Prof. Van Norden. Selain itu, mata kuliah ini nantinya juga akan menghadirkan banyak dosen tamu. Sebut saja Cab Schutte dari Kementerian Keuangan Belanda yang akan membahas pembaharuan OECD VAT Guidelines serta Alexandra Bal yang akan membahas digitalisasi dalam konteks VAT.

Selain itu, ada pula mata kuliah Business Taxation and Decision-Making Process for IBTE yang diampu oleh dosen yang berbeda untuk pembahasan setiap topiknya. Cakupannya bervariasi mulai yang berkaitan dengan interpretasi hukum hingga metode ekonometrika yang dapat digunakan dalam menganalisis keputusan bisnis menyangkut perpajakan. Adapun mata kuliah ini mewajibkan mahasiswa untuk menulis final paper dalam versi mini thesis. Namun demikian, setiap mahasiswa juga akan diberikan supervisor untuk melakukan konsultasi dan mendapatkan feedback terhadap kualitas penelitiannya yang bergantung pada topik mini-thesis yang didapatkan.

Tidak hanya mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan seperti Tax and Technology juga menjadi salah satu nilai tambah dalam program tahun ini. Mata kuliah pilihan ini sendiri merupakan kerja sama antara tiga universitas di Belanda, yakni Tilburg University, VU Amsterdam, dan Maastricht University. Tidak heran, peserta kuliahnya mencapai lebih dari 80 orang. Terlebih, para mahasiswa mata kuliah ini juga sangat beragam, mulai dari praktisi pajak, pengacara, hingga programmer. Mata kuliah Tax and Technology sendiri dikoordinatori oleh Prof. Albert Bomer dengan para asisten yang terdiri dari praktisi yang merupakan taxologist.

Baca Juga: Menyimak Pro dan Kontra CFC Rules

Bagi Dea, interaksi dengan dosen dan teman kuliah dari berbagai negara akan memberikan pandangan yang lebih luas, terbuka, dan komprehensif tentang dunia pajak internasional. Berbagai assignment dan paper yang diberikan oleh para dosen juga dipercaya akan membentuk kapasitas, kedisiplinan, daya jelajah, dan kemampuan para mahasiswa dalam melakukan analisis. Hal-hal tersebut cukup menantang karena beberapa dosen mewajibkan adanya tugas paper mingguan dengan referensi literatur yang cukup banyak.

Dalam program ini mahasiswa diwajibkan untuk lebih banyak melakukan self-study. Pembelajaran di kelas akan lebih banyak bersifat diskusi dan membahas pertanyaan-pertanyaan yang kurang dipahami oleh para mahasiswa secara lebih interaktif. Beberapa materi yang diberikan untuk memulai diskusi ialah berupa bahan presentasi kuliah, rekaman video, hingga literatur.

Tilburg University sendiri telah memiliki aplikasi untuk mengakomodasi proses pembelajaran yang mayoritas dilakukan secara daring tersebut. Untuk materi presentasi dan literatur, para pengampu mata kuliah biasanya sudah menyediakan materi dalam bentuk power point dan literatur dalam aplikasi untuk mahasiswa (Canvas for UvT students), sedangkan rekaman video diunggah di media streaming (videocollege UvT).

Baca Juga: Perlu Ada Konsensus Hak Wajib Pajak dalam Pertukaran Informasi

Rencana awalnya, beberapa mata kuliah akan dilaksanakan secara tatap muka di kampus. Akan tetapi, dengan adanya penambahan jumlah kasus positif Covid-19 yang signifikan untuk kluster orientasi kampus Tilburg University, semua kelas untuk September akhirnya diwajibkan online. Bagi mahasiswa, beberapa fasilitas seperti perpustakaan masih tetap buka, tetapi diwajibkan untuk melakukan reservasi sehari sebelumnya.

Sebagai informasi, tugas belajar Dea Yustisia merupakan salah satu bagian dari program Human Resource Development Program (HRDP). Program ini diberikan oleh DDTC kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan, sertifikasi, kursus, hingga program pascasarjana di berbagai lembaga maupun universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Lagi, 2 Profesional DDTC Raih Gelar LL.M. di Austria
Topik : Reportase, Dea Yustisia

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 23 September 2018 | 21:47 WIB
LAPORAN DDTC DARI WU AUSTRIA

Kesepakatan Kontribusi Biaya Jasa dalam Transfer Pricing

Jum'at, 21 September 2018 | 20:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI WU AUSTRIA

E-Commerce dalam Perspektif Transfer Pricing

Senin, 17 September 2018 | 07:24 WIB
LAPORAN DDTC DARI WU AUSTRIA

Dua Profesional DDTC Ikuti Advanced Transfer Pricing Course

Senin, 03 September 2018 | 22:53 WIB
OLEH-OLEH DDTC DARI HARVARD UNIVERSITY

Reformasi Pajak AS: Penyebab dan Dampaknya

berita pilihan

Minggu, 26 September 2021 | 15:00 WIB
PRANCIS

OECD Minta Stimulus Fiskal di Tiap Yurisdiksi Dilanjutkan Tahun Depan

Minggu, 26 September 2021 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pandemi Jadi Momentum Penguatan Ketentuan Antipenghindaran Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 14:00 WIB
DENMARK

Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol, WHO Minta Tarif Pajak Dinaikkan

Minggu, 26 September 2021 | 13:30 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Bonus Demografi Bisa Berdampak Positif Terhadap Penerimaan Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Awkarin Datangi Kantor Pajak, Ada Apa?

Minggu, 26 September 2021 | 12:55 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Pentingnya Moral Pajak untuk Penerimaan yang Berkelanjutan

Minggu, 26 September 2021 | 12:00 WIB
KOTA BATU

Puluhan Pengusaha Dapat Sosialisasi Soal Kewajiban Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Pembayaran Sendiri PPh Final Penjualan Tanah/Bangunan Non-Pengembang

Minggu, 26 September 2021 | 10:30 WIB
AFRIKA SELATAN

Otoritas Rilis Formulir Deklarasi Baru Soal Residensi Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Hadapi Konsensus Global, Strategi Kebijakan Pajak 2022 Mulai Dikaji