Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sambutan Dingin di KTT Uni Eropa

0
0

BRUSSELS, DDTCNews – Selepas hasil referendum Brexit pada pekan lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan keinginannya agar Inggris dapat mempertahankan ‘kedekatannya’ dengan Uni Eropa pasca Brexit. Tapi para pimpinan Uni Eropa merasa tidak sependapat dan menyatakan tidak bersedia memberikan perlakuan khusus bagi Inggris.

Sebagaimana pertemuan ke-28 anggota di konfrensi tingkat tinggi (KTT) di Brussel pada dua hari kemarin, Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel memperingatkan bahwa Cameron tidak bisa meminta perlakuan istimewa untuk Inggris.

“Siapa pun yang meninggalkan keluarga Uni Eropa tidak bisa berharap mendapat perlakuan istimewa sementara semua kewajibannya hilang,” ucap Merkel kepada parlemen Jerman sebelum dirinya berangkat ke Brussels.

Baca Juga: Bukan Pengenaan Pajak, Parlemen Justru Minta Insentif untuk Robot

KTT Uni Eropa ini diadakan di tengah kemarahan yang mendalam dari ke-27 pemimpin Eropa lainnya terkait dua keputusan Cameron, yakni pertama untuk melakukan referendum Brexit dan kedua penanganan Cameron atas kampanye itu. Kemarahan ini juga diperparah karena adanya kecurigaan bahwa kepergian Inggris akan meningkatkan tingkat Euro-skeptis bagi negara Uni Eropa lainnya.

Lengsernya Cameron akan segera digantikan oleh perdana menteri baru, setidaknya pada 9 September mendatang. Selama masa yang berkecamuk di parlemen Eropa kemarin, Nigel Farage, pemimpin anti-Uni Eropa dari Partai Kemerdekaan Inggris mengatakan dirinya berbahagia atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

“Ketika saya datang 17 tahun yang lalu, saya bilang akan memimpin kampanye agar Inggris meninggalkan Uni Eropa. Saat itu semua orang mentertawakan. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang,” ungkapnya pada media.

Baca Juga: Antisipasi Brexit Tanpa Kesepakatan, Perubahan Kebijakan Pajak Minim

Farage menambahkan Uni Eropa saat ini masih saja menyangkal akan kegagalan mereka. Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa meninggalkan ke-27 anggota yang tersisa untuk mencari cara untuk mencegah negara lain mengikuti jejak Inggris.

Sementara itu, seperti dikutip The Straits Times, Standar & Poor memangkas peringkat triple-A dari kredit Inggris sebanyak dua notches dengan outlook negatif jangka panjang. Sementara Fitch memangkas ratingnya dari AA+ menjadi AA dengan outlook negatif. (Amu)

Baca Juga: Brexit Tanpa Kesepakatan, Belanja Bebas Bea Tetap Difasilitasi

“Siapa pun yang meninggalkan keluarga Uni Eropa tidak bisa berharap mendapat perlakuan istimewa sementara semua kewajibannya hilang,” ucap Merkel kepada parlemen Jerman sebelum dirinya berangkat ke Brussels.

Baca Juga: Bukan Pengenaan Pajak, Parlemen Justru Minta Insentif untuk Robot

KTT Uni Eropa ini diadakan di tengah kemarahan yang mendalam dari ke-27 pemimpin Eropa lainnya terkait dua keputusan Cameron, yakni pertama untuk melakukan referendum Brexit dan kedua penanganan Cameron atas kampanye itu. Kemarahan ini juga diperparah karena adanya kecurigaan bahwa kepergian Inggris akan meningkatkan tingkat Euro-skeptis bagi negara Uni Eropa lainnya.

Lengsernya Cameron akan segera digantikan oleh perdana menteri baru, setidaknya pada 9 September mendatang. Selama masa yang berkecamuk di parlemen Eropa kemarin, Nigel Farage, pemimpin anti-Uni Eropa dari Partai Kemerdekaan Inggris mengatakan dirinya berbahagia atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

“Ketika saya datang 17 tahun yang lalu, saya bilang akan memimpin kampanye agar Inggris meninggalkan Uni Eropa. Saat itu semua orang mentertawakan. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang,” ungkapnya pada media.

Baca Juga: Antisipasi Brexit Tanpa Kesepakatan, Perubahan Kebijakan Pajak Minim

Farage menambahkan Uni Eropa saat ini masih saja menyangkal akan kegagalan mereka. Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa meninggalkan ke-27 anggota yang tersisa untuk mencari cara untuk mencegah negara lain mengikuti jejak Inggris.

Sementara itu, seperti dikutip The Straits Times, Standar & Poor memangkas peringkat triple-A dari kredit Inggris sebanyak dua notches dengan outlook negatif jangka panjang. Sementara Fitch memangkas ratingnya dari AA+ menjadi AA dengan outlook negatif. (Amu)

Baca Juga: Brexit Tanpa Kesepakatan, Belanja Bebas Bea Tetap Difasilitasi
Topik : brexit, inggris, ktt uni eropa
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE