Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Program ‘Pekan Panutan Pajak’ Diluncurkan

0
0

BA’A, DDTCNews – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menetapkan program ‘Pekan Panutan Pajak dan Retribusi Daerah’ guna memenuhi pencapaian target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2016 sebesar Rp 28,5 miliar.

Bupati Rote Ndao Leonard Haning saat mencanangkan program tersebut menyatakan PAD Rote Ndao belum mampu membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Keadaan ini menunjukan bahwa ketergantungan  daerah terhadap pemerintah pusat masih tinggi. Pasalnya, PAD Rote Ndao hanya sekitar 4,7% dari dana perimbangan yang diterima setiap tahun sebesar Rp603 miliar.

Baca Juga: Inovasi & Koordinasi Pelayanan Kerek Kinerja Penerimaan Pajak Daerah

“Masih banyak  potensi daerah yang belum digali, di antaranya luas bumi yang baru terdata sebagai pajak bumi hanya sebesar 14% dari luas daratan Rote Ndao sebesar 1.264,30 km2, sedangkan bangunan yang terdata hanya 296,253 m2,” ujarnya, pekan ini.

Leonard menjelaskan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) teknis masih belum optimal dalam menggali potensi-potensi yang ada menjadi sumber penerimaan PAD. Tanpa upaya menggenjot penerimaan daerah yang sistematis, ketergantungan daerah terhadap pusat akan kian tinggi.

Untuk itu, dirinya mengajak SKPD teknis yang mempunyai potensi penerimaan daerah baik berupa pajak maupun retribusi untuk proaktif dalam menggali sumber-sumber pendapatan dalam rangka peningkatan PAD untuk menunjang peningkatan pelayanan kemasyarakatan yang lebih komprehensif.

Baca Juga: Dipatok Turun, Pemkab Optimistis Capai Target PAD

Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong agar masyarakat menjadikan momentum pekan panutan pajak dan retribusi daerah ini sebagai tekad untuk melunasi dan membayar semua tunggakan pajak dan retribusi daerah yang menjadi kewajibannya.

“Satu hati, satu kata, satu gerak dan satu tindakan serta bulatkan tekad untuk melanjutkan pembangunan dalam upaya mensejahterahkan masyarakat, selain  itu teruslah bekerja untuk masyarakat sebagai fokus pembangunan kita,” kata Haning.

Ketua Panitia Program Pekan Panutan Pajak dan Retribusi Daerah Benyamin Koamesah mengatakan maksud diadakannya pekan panutan pajak ini untuk memberikan pemahaman dan motivas kepada wajib pajak untuk membayar pajak kepada daerah.

Baca Juga: Difasilitasi KPK, Pemkab se-Babel Teken MoU dengan DJP dan BPN

“Tujuannya  agar timbul kesadaran dari  wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya kepada daerah dalam hal ini melunasi kewajiban fiskalnya kepada daerah tepat pada waktunya serta terealisasinya  penerimaan daerah sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya seperti dikutip roteonline.com. (Bsi)

Keadaan ini menunjukan bahwa ketergantungan  daerah terhadap pemerintah pusat masih tinggi. Pasalnya, PAD Rote Ndao hanya sekitar 4,7% dari dana perimbangan yang diterima setiap tahun sebesar Rp603 miliar.

Baca Juga: Inovasi & Koordinasi Pelayanan Kerek Kinerja Penerimaan Pajak Daerah

“Masih banyak  potensi daerah yang belum digali, di antaranya luas bumi yang baru terdata sebagai pajak bumi hanya sebesar 14% dari luas daratan Rote Ndao sebesar 1.264,30 km2, sedangkan bangunan yang terdata hanya 296,253 m2,” ujarnya, pekan ini.

Leonard menjelaskan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) teknis masih belum optimal dalam menggali potensi-potensi yang ada menjadi sumber penerimaan PAD. Tanpa upaya menggenjot penerimaan daerah yang sistematis, ketergantungan daerah terhadap pusat akan kian tinggi.

Untuk itu, dirinya mengajak SKPD teknis yang mempunyai potensi penerimaan daerah baik berupa pajak maupun retribusi untuk proaktif dalam menggali sumber-sumber pendapatan dalam rangka peningkatan PAD untuk menunjang peningkatan pelayanan kemasyarakatan yang lebih komprehensif.

Baca Juga: Dipatok Turun, Pemkab Optimistis Capai Target PAD

Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong agar masyarakat menjadikan momentum pekan panutan pajak dan retribusi daerah ini sebagai tekad untuk melunasi dan membayar semua tunggakan pajak dan retribusi daerah yang menjadi kewajibannya.

“Satu hati, satu kata, satu gerak dan satu tindakan serta bulatkan tekad untuk melanjutkan pembangunan dalam upaya mensejahterahkan masyarakat, selain  itu teruslah bekerja untuk masyarakat sebagai fokus pembangunan kita,” kata Haning.

Ketua Panitia Program Pekan Panutan Pajak dan Retribusi Daerah Benyamin Koamesah mengatakan maksud diadakannya pekan panutan pajak ini untuk memberikan pemahaman dan motivas kepada wajib pajak untuk membayar pajak kepada daerah.

Baca Juga: Difasilitasi KPK, Pemkab se-Babel Teken MoU dengan DJP dan BPN

“Tujuannya  agar timbul kesadaran dari  wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya kepada daerah dalam hal ini melunasi kewajiban fiskalnya kepada daerah tepat pada waktunya serta terealisasinya  penerimaan daerah sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya seperti dikutip roteonline.com. (Bsi)

Topik : pajak daerah, rote ndao, pekan pajak
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 18:35 WIB
DI YOGYAKARTA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:07 WIB
KOTA SAMARINDA
Kamis, 14 Juli 2016 | 12:02 WIB
KOTA MAKASSAR
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:02 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
berita pilihan
Rabu, 07 September 2016 | 08:30 WIB
KOTA BEKASI
Jum'at, 11 November 2016 | 20:22 WIB
PROVINSI RIAU
Jum'at, 18 Agustus 2017 | 11:29 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 12 November 2016 | 12:40 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Kamis, 15 Desember 2016 | 17:53 WIB
PROVINSI BENGKULU
Kamis, 02 Maret 2017 | 18:14 WIB
KABUPATEN BERAU
Jum'at, 09 Juni 2017 | 11:15 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 27 Januari 2017 | 11:59 WIB
KOTA MALANG
Senin, 14 November 2016 | 10:59 WIB
PROVINSI DI YOGYAKARTA
Jum'at, 03 Maret 2017 | 14:35 WIB
PAJAK DAERAH