Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

A+
A-
15
A+
A-
15
Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Wajib pajak perseroan perorangan dapat memilih untuk dikenakan tarif umum pajak penghasilan (PPh) badan atau PPh final UMKM yang diatur dalam PP 23/2018.

Penyuluh Pajak Ahli Pertama Ditjen Pajak (DJP) Elfi Rahmi mengatakan jika memilih tarif umum, perseroan perorangan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 17 Ayat (1) huruf b UU PPh s.t.d.t.d UU HPP.

“Saat pendaftaran di awal, wajib pajak perseroan perorangan dapat memilih untuk menggunakan PP 23/2018. Namun, jika ingin menggunakan tarif umum PPh badan juga bisa,” ujar Elfi dalam Taxlive bertajuk Perseroan Perorangan, Bagaimana Pajaknya?, dikutip pada Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: WP Non-Efektif Ingin Lakukan Perubahan Data? Aktifkan Dulu NPWP-nya

Sesuai dengan Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh s.t.d.t.d UU HPP, tarif umum PPh badan sebesar 22% dari penghasilan kena pajak. Sementara itu, tarif PPh final UMKM dalam PP 23/2018 sebesar 0,5% dari peredaran bruto (omzet).

Adapun skema tarif PPh final dalam PP 23/2018 dapat digunakan sepanjang wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan, memperoleh peredaran bruto tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak.

Jika memilih menggunakan skema PPh final, sambung Elfi, wajib pajak diberikan batasan waktu. PP 23/2018 memuat 3 ketentuan terkait dengan jangka waktu penggunaan skema PPh final UMKM berdasarkan pada kelompok wajib pajak.

Baca Juga: Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Pertama, wajib pajak berbentuk perseroan terbatas (PT) mendapat waktu selama 3 tahun. Kedua, koperasi, persekutuan komanditer (CV), dan firma memperoleh 4 tahun. Ketiga, wajib pajak orang pribadi mendapat waktu selama 7 tahun.

Bagi wajib pajak yang mendaftarkan diri setelah diberlakukannya PP 23/2018, jangka waktu dihitung mulai dari tahun terdaftar. Sementara itu, bagi wajib pajak yang telah mendaftarkan diri sebelum PP tersebut berlaku, jangka waktunya dihitung sejak 2018.

Elfi juga menegaskan ketentuan jangka waktu pemanfaatan skema PPh final PP 23/2018 oleh perusahaan perorangan dipersamakan dengan PT. Hal ini dikarenakan melalui UU Cipta Kerja, definisi perseroan terbatas diperluas. Simak ‘Omzet Rp500 Juta Tidak Kena Pajak, Perseroan Perorangan Tak Bisa Pakai’.

Baca Juga: Simak, Ini Jenis Penghasilan yang Dipotong PPh 26 Tidak Final

“Maka dari itu, dia [perseroan perorangan] masuknya ke PT. Jadi, bisa memanfaatkan [PPh final UMKM] selama 3 tahun,” tegas Elfi. (Fauzara/kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : perseroan perorangan, PP 23/2018, Ditjen Pajak, DJP, PPh, PPh final, UMKM, UU Cipta Kerja, UU HPP

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 29 November 2022 | 11:00 WIB
PER-04/PJ/2020

Jika Kondisi Ini Terjadi, Tempat Pendaftaran NPWP Harus Ditentukan DJP

Selasa, 29 November 2022 | 10:53 WIB
IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Tak Hanya di IKN, Insentif Pajak Juga Bakal Berlaku di Daerah Mitra

Selasa, 29 November 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ada 3 Opsi Penghitungan Pajak bagi WP Beromzet di Bawah Rp4,8 Miliar

Selasa, 29 November 2022 | 09:45 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI

Formula Upah Minimum 2023, Variabel Ini Dihitung dan Ditetapkan Pemda

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 13:45 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

WP Non-Efektif Ingin Lakukan Perubahan Data? Aktifkan Dulu NPWP-nya

Kamis, 01 Desember 2022 | 12:15 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

BPS Catat Inflasi November 2022 Sebesar 5,42%, BBM Masih Punya Andil

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:33 WIB
RPP HKFN

Penerbitan Obligasi Daerah Cukup Pakai Perkada, Begini Rancangannya

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:09 WIB
EKONOMI DIGITAL

Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh, Aduan Penipuan Berkedok Petugas Bea Cukai Melonjak Drastis

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:00 WIB
KPP MADYA DENPASAR

Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:45 WIB
KOTA SAMARINDA

Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:31 WIB
HUT KE-15 DDTC

Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dukung Program Kendaraan Listrik, Industri Keuangan Ditawari Insentif