Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Perkuat Edukasi Pajak, Kanwil DJP Sumbar & Jambi Gandeng UNP

1
1

Berfoto bersama setelah proses penandatanganan nota kesepahaman. (foto: UNP)

PADANG, DDTCNews – Kantor Wilayah Ditjen Pajak (DJP) Sumatra Barat dan Jambi menandatangani nota kesepahaman tentangtax center dan edukasi perpajakan dengan Universitas Negeri Padang (UNP).

Kepala Kantor Kantor Wilayah DJP Sumatra Barat dan Jambi Aim Nursalim Saleh mengatakan kesepakatan bersama ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan perpajakan generasi muda. Apalagi, pada pertengahan 2019, akan ada kantor pelayanan pajak (KPP) di ibu kota kabupaten dan kota seluruh Sumatra Barat. Hal ini mengingat jumlah wajib pajak (WP) tergolong banyak.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kerja sama tax center dengan UNP. Tax center diharapkan mampu bekerja secara optimal,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi UNP, Senin (20/5/2019).

Baca Juga: Gandeng DDTC, Untirta Gelar Kuliah Umum Digitalisasi & Pajak

Menurutnya, tingkat pendidikan dan pelatihan di bidang perpajakan bagi dosen, mahasiswa, dan karyawan UNP perlu dijalankan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk meningaktkan kesadaran pajak masyarakat Sumatra Barat di masa mendatang.

Pada tahun 2019, UNP mencatatkan jumlah mahasiswa sebanyak 40.000 orang. Dengan tambahan dosen dan karyawan UNP, menurut Aim, ada potensi yang sangat besar untuk mewujudkan masyarakat yang sadar dan peduli pajak.

Rektor UNP Ganefri mengharapkan adanya tindak lanjut yang secara konsisten dijalankan setelah penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Hal ini akan menentukan berhasil atau tidaknya kerja sama yang terjalin.

Baca Juga: Partai Ini Dorong Ditjen Pajak Lepas dari Kemenkeu

“Butuh tindak lanjut yang konsisten dan terus-menerus dari kedua belah pihak. Hal ini dilakukan agar keduanya dapat saling membantu dalam setiap kebutuhan,” ujar Ganefri.

Nota kesepahaman tersebut memiliki ruang lingkup pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang perpajakan kepada seluruh dosen, mahasiswa, dan karyawan UNP. Hal ini diharapkan mampu mendorong keluarga besar UNP menyadari pentingnya pengetahuan pajak.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pelaksanaan sosialisasi perpajakan kepada civitas akademika dan masyarakat, konsultasi perpajakan untuk WP, serta pertukaran informasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kesepakatan kerja sama ini berlaku sejak 16 Mei 2019 sampai Maret 2024. (kaw)

Baca Juga: Rencana Perluasan Objek Pajak Penghasilan Masih Diperdebatkan

“Saya menyampaikan apresiasi atas kerja sama tax center dengan UNP. Tax center diharapkan mampu bekerja secara optimal,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi UNP, Senin (20/5/2019).

Baca Juga: Gandeng DDTC, Untirta Gelar Kuliah Umum Digitalisasi & Pajak

Menurutnya, tingkat pendidikan dan pelatihan di bidang perpajakan bagi dosen, mahasiswa, dan karyawan UNP perlu dijalankan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk meningaktkan kesadaran pajak masyarakat Sumatra Barat di masa mendatang.

Pada tahun 2019, UNP mencatatkan jumlah mahasiswa sebanyak 40.000 orang. Dengan tambahan dosen dan karyawan UNP, menurut Aim, ada potensi yang sangat besar untuk mewujudkan masyarakat yang sadar dan peduli pajak.

Rektor UNP Ganefri mengharapkan adanya tindak lanjut yang secara konsisten dijalankan setelah penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Hal ini akan menentukan berhasil atau tidaknya kerja sama yang terjalin.

Baca Juga: Partai Ini Dorong Ditjen Pajak Lepas dari Kemenkeu

“Butuh tindak lanjut yang konsisten dan terus-menerus dari kedua belah pihak. Hal ini dilakukan agar keduanya dapat saling membantu dalam setiap kebutuhan,” ujar Ganefri.

Nota kesepahaman tersebut memiliki ruang lingkup pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang perpajakan kepada seluruh dosen, mahasiswa, dan karyawan UNP. Hal ini diharapkan mampu mendorong keluarga besar UNP menyadari pentingnya pengetahuan pajak.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pelaksanaan sosialisasi perpajakan kepada civitas akademika dan masyarakat, konsultasi perpajakan untuk WP, serta pertukaran informasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kesepakatan kerja sama ini berlaku sejak 16 Mei 2019 sampai Maret 2024. (kaw)

Baca Juga: Rencana Perluasan Objek Pajak Penghasilan Masih Diperdebatkan
Topik : Universitas Negeri Padang, DJP, Ditjen Pajak, edukasi pajak
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 11 Maret 2019 | 15:34 WIB
TAX CENTER FEB UNILA-KANWIL DJP LAMPUNG
Jum'at, 29 Maret 2019 | 17:46 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Senin, 18 Desember 2017 | 16:01 WIB
FEB UNIVERSITAS AIRLANGGA
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:01 WIB
LOWONGAN KERJA
berita pilihan
Selasa, 12 September 2017 | 13:52 WIB
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Kamis, 02 Maret 2017 | 18:08 WIB
PENDIDIKAN PAJAK
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:01 WIB
LOWONGAN KERJA
Minggu, 11 Desember 2016 | 11:17 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Kamis, 14 Maret 2019 | 17:52 WIB
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Selasa, 23 April 2019 | 17:17 WIB
TST KE-20 SPA FEB UI
Senin, 22 April 2019 | 19:31 WIB
PERJANJIAN PAJAK
Senin, 27 Mei 2019 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS TERBUKA BATAM
Kamis, 11 April 2019 | 10:37 WIB
EDUKASI PAJAK
Minggu, 04 September 2016 | 16:01 WIB
SOSIALISASI TAX AMNESTY UI