Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Pengusaha Properti Minta Insentif Bea Meterai Diperpanjang

A+
A-
0
A+
A-
0
Pengusaha Properti Minta Insentif Bea Meterai Diperpanjang

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. (Foto: Toby Melville/thetimes.co.uk)

LONDON, DDTCNews – Pelaku usaha properti meminta Pemerintah Inggris untuk memperpanjang insentif bebas bea meterai yang akan berakhir pada 31 Maret 2021 sebagai salah satu upaya memulihkan ekonomi nasional.

Lisa Fretwell, Managing Director Experian mengatakan apabila insentif bea meterai diperpanjang akan sangat membantu masyarakat yang ingin membeli properti pada periode akhir insentif. Pasalnya, terdapat jeda waktu antara kesepakatan kredit dan proses transaksi pembayaran.

"Memperpanjang tenggat waktu akan membantu untuk memastikan konsumen mendapatkan insentif dari kesepakatan mereka yang akan melewati batas. Hal ini akan memberikan dorongan bagi industri pembiayaan properti," katanya dikutip Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Uni Eropa Minta AS Menangguhkan Perang Tarif Bea Masuk

Senada, Direktur firma hukum Adcocks Solicitors, Hedley Adcock menilai konsumen bakal menghadapi risiko tinggi saat melakukan transaksi pembiayaan properti apabila pembebasan bea meterai tidak diperpanjang.

Pasalnya, jika ingin mempercepat proses kesepakatan dan transaksi pembayaran maka konsumen akan melewatkan proses penilaian properti yang hendak dibeli. Untuk itu, perlu ada perpanjangan insentif guna memberikan kepastian bagi calon konsumen.

"Perlu diberikan periode tapering-off sampai dengan tenggat waktu pengurusan dokumen," tuturnya.

Baca Juga: Semester II/2021, Erdogan Bakal Naikkan Tarif Pajak Korporasi

Merujuk kalkulasi situs properti Rightmove, sebanyak 100.000 pembeli yang memiliki kesepakatan pembelian rumah pada 2020 akan terkena dampak pungutan bea meterai. Setiap konsumen bakal mendapati biaya tambahan hingga £15.000 untuk setiap transaksi pembelian properti.

Jika pemerintah memutuskan memperpanjang periode insentif bea meterai minimal 3 bulan akan ada sekitar 300.000 pembelian properti di Inggris akan mendapatkan manfaat terbebas dari pungutan bea meterai. Nilai penghematan yang didapat konsumen sekitar £125.000 - £500.000.

Seperti dilansir The Guardian, pelaku usaha dan media Inggris memproyeksikan insentif bebas bea meterai akan diperpanjang selama 3 bulan untuk membantu pemulihan ekonomi. Nilai belanja dari insentif tersebut ditaksir mencapai £1,75 miliar. (rig)

Baca Juga: Akhir Kuartal II/2021, Perjanjian Pajak Israel-UAE Siap Disahkan

Topik : inggris, bea meterai, stimulus fiskal, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 01 April 2021 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 01 April 2021 | 16:00 WIB
AUSTRALIA
Kamis, 01 April 2021 | 12:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 22:30 WIB
BELGIA
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)