Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Pemerintah Agresif Tarik Utang di Awal Tahun, Kenapa?

A+
A-
2
A+
A-
2
Pemerintah Agresif Tarik Utang di Awal Tahun, Kenapa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah membaca buku APBN Kita dengan beberapa pejabat eselon I Kemenkeu. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah menarik utang dalam jumlah besar sejak awal tahun. Antisipasi ketidakpastian selama 2019 menjadi alasan utama otoritas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kebijakan front loading dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemerintah perihal prospek ekonomi 2019. Menurutnya, ketidakpastian ekonomi masih membayangi perekonomian sehingga perlu bantalan kebijakan yang sudah dijalankan sejak awal tahun.

“Kita ambil kesempatan untuk menerbitkan surat utang global yang cukup signifikan untuk bisa mengantisipasi seluruh ketidakpastian pada tahun 2019,” katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: Kapan Saat Terutang PPh Pasal 23? Begini Penjelasan DJP

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total pembiayaan anggaran pada Januari 2019 senilai Rp122,5 triliun. Angka ini mencapai 41,4% dibandingkan dengan target APBN 2019 senilai Rp296,0 triliun. Pada Januari 2018, realisasi pembiayaan anggaran hanya 8,47% dari target APBN.

Pembiayaan anggaran Rp122,5 triliun itu terdiri atas pembiayaan utang Rp122,47 triliun, pemberian pinjaman Rp58,8 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp0,7 triliun. Dengan defisit hingga Januari 2019 senilai Rp45,8 triliun, ada kelebihan pembiayaan senilai Rp76,8 triliun pada Januari 2019.

Dinamika global menjadi alasan utama Sri Mulyani untuk menarik utang dalam jumlah besar. Tekanan sepanjang tahun lalu diperkirakan akan berlanjut di 2019 sehingga antisipasi sudah dilakukan sejak awal tahun.

Baca Juga: Hingga Akhir 2022, Posisi Utang Pemerintah Capai Rp7.733,99 Triliun

"Hanya AS dan Indonesia yang pertumbuhan tahun 2018 lebih tinggi dari 2017. Ini hanya menggambarkan lingkungan global kita mengalami tekanan untuk 2018 akhir yang diperkirakan akan berlanjut tahun 2019," tandasnya. (kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : defisit anggaran, kinerja Januari 2019, utang, pembiayaan anggaran

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 28 November 2022 | 10:55 WIB
KINERJA FISKAL

Posisi Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp7.496,7 Triliun

Kamis, 24 November 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Bayar Kompensasi Energi Rp268 Triliun ke Pertamina dan PLN

Kamis, 24 November 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Penuhi Kebutuhan Pembiayaan 2023, SiLPA Diperbesar Hingga Akhir Tahun

Rabu, 23 November 2022 | 11:55 WIB
KABUPATEN BATANG

Ada Perangkat Desa Selewengkan Pajak, Tunggakan PBB Tembus Rp33 Miliar

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Batas Restitusi Dipercepat Jadi Rp5 Miliar, Sri Mulyani Bilang Begini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:30 WIB
PP 50/2022

Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:00 WIB
KABUPATEN REMBANG

Kepala Desa Dikumpulkan Gara-Gara Validasi NIK dan NPWP, Ada Apa?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Penawaran Perdana SUN Khusus PPS Tahun Ini, Begini Hasilnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Ngeri! Bea Cukai dan Polri Sita Sabu 149 Kg Jaringan Malaysia-Aceh 

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T