Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

'Pajak Youtuber & Artis Harusnya Berbeda'

0
0

Youtuber Kevin Hendrawan.

JAKARTA, DDTCNews – Youtuber Kevin Hendrawan yang bergerak di bidang usaha digital dengan konten-konten lifestyle dan investasi saham, memberikan masukan kepada pemerintha terkait pembayaran pajak dari profesinya saat ini.

Dia meminta agar pajak bagi youtuber dikenakan pajak seperti UMKM. Hal ini, lanjutnya, sudah diusulkan secara informal kepada Ditjen Pajak. Namun dari jawaban yang diterimanya, Ditjen Pajak tetap mengenakan pajak youtuber seperti pehitungan pajak artis.

"Akan lebih tepat kalau pajak youtuber itu bukan dikenakan pajak selebriti atau artis karena kalau artis itu kan hanya terima uang saja. Misal, saya jadi presenter, digaji, datang, duduk, baca sript, ngomong setelah itu selesai," kata Kevin dalam acara Trend Digital Society yang digelar Sucor Sekuritas di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (11/5/2019).

Baca Juga: Ini Dia 10 Selebriti yang Dipenjara Karena Menggelapkan Pajak

Kevin mengatakan artis berbeda dengan youtuber. Pasalnya youtuber yang harus mengeluarkan kocek lebih untuk satu produksi video. Untuk membuat satu video traveling bersponsor saja misalnya, harus ada biaya untuk kru, lighting dan ongkos tiket pesawat.

"Kalau kita kan produksi video, seharusnya youtuber itu masuk ke dalam UMKM. Dengan dasar pengenaan pajak yang lebih rendah karena kita keluar modal buat bikin video," ucap sang youtuber dengan subscriber sekitar 1,4 juta itu.

Kevin menambahkan alangkah lebih baik para youtuber juga menghitung keuntungan dari setiap video yang dia produksi. Hal itu dapat memudahkan DJP menagih pajaknya. Dia sendiri mengaku sudah aktif membayar pajak sejak tahun 2015.

Baca Juga: Bek Barcelona Ini Terbukti Hindari Pajak

“Usaha digital youtuber ini sangat fluktuatif, seperti bisinis pertokoan yang tidak ada rata-rata pendapatan, siklus dari pendapatan nya pun masih bisa belum menetap tergantung video yang dirilisnya laku atau tidaknya,” pungkasnya. (Amu)

"Akan lebih tepat kalau pajak youtuber itu bukan dikenakan pajak selebriti atau artis karena kalau artis itu kan hanya terima uang saja. Misal, saya jadi presenter, digaji, datang, duduk, baca sript, ngomong setelah itu selesai," kata Kevin dalam acara Trend Digital Society yang digelar Sucor Sekuritas di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (11/5/2019).

Baca Juga: Ini Dia 10 Selebriti yang Dipenjara Karena Menggelapkan Pajak

Kevin mengatakan artis berbeda dengan youtuber. Pasalnya youtuber yang harus mengeluarkan kocek lebih untuk satu produksi video. Untuk membuat satu video traveling bersponsor saja misalnya, harus ada biaya untuk kru, lighting dan ongkos tiket pesawat.

"Kalau kita kan produksi video, seharusnya youtuber itu masuk ke dalam UMKM. Dengan dasar pengenaan pajak yang lebih rendah karena kita keluar modal buat bikin video," ucap sang youtuber dengan subscriber sekitar 1,4 juta itu.

Kevin menambahkan alangkah lebih baik para youtuber juga menghitung keuntungan dari setiap video yang dia produksi. Hal itu dapat memudahkan DJP menagih pajaknya. Dia sendiri mengaku sudah aktif membayar pajak sejak tahun 2015.

Baca Juga: Bek Barcelona Ini Terbukti Hindari Pajak

“Usaha digital youtuber ini sangat fluktuatif, seperti bisinis pertokoan yang tidak ada rata-rata pendapatan, siklus dari pendapatan nya pun masih bisa belum menetap tergantung video yang dirilisnya laku atau tidaknya,” pungkasnya. (Amu)

Topik : selebriti, kevin hendrawan, pajak youtuber
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 08 September 2016 | 18:39 WIB
YOVIE WIDIANTO:
Rabu, 12 September 2018 | 17:51 WIB
VANESHA PRESCILLA
Kamis, 30 November 2017 | 11:29 WIB
USSY SULISTIAWATY
Kamis, 06 Oktober 2016 | 12:35 WIB
TITI DJ:
berita pilihan
Rabu, 07 Agustus 2019 | 17:04 WIB
PENGGELAPAN PAJAK
Kamis, 11 Juli 2019 | 15:34 WIB
GERARD PIQUÉ
Senin, 10 Juni 2019 | 15:41 WIB
TERRENCE HOWARD
Kamis, 06 Juni 2019 | 10:40 WIB
SPANYOL
Rabu, 27 Maret 2019 | 17:24 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 27 Maret 2019 | 14:56 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 27 Maret 2019 | 14:07 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 26 Maret 2019 | 14:38 WIB
KEPATUHAN PAJAK