Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Pajak Digital Segera Diterapkan, Prancis Curi Start?

A+
A-
1
A+
A-
1
Pajak Digital Segera Diterapkan, Prancis Curi Start?

Ilustrasi.

PARIS, DDTCNews—Pemerintah Prancis akan memulai memajaki penghasilan raksasa digital seperti Google dan Facebook meski kesepakatan global perihal pajak digital belum tercapai.

Menteri Keuangan Bruno Le Maire mengatakan tidak ingin berlama-lama menanti konsensus global yang saat ini tengah disusun OECD untuk mulai memajaki penghasilan perusahaan raksasa digital seperti Google dan Facebook.

Menurut Le Maire, pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat Negeri Mode tersebut harus bergerak cepat untuk mendapatkan sumber penerimaan baru ke kas negara, sekaligus membiayai penanganan dampak akibat pandemi.

Baca Juga: Pegawai WFH Perlu Dapat Insentif Pajak, Ini Usulan Senat

“Pajak digital kini lebih diperlukan dan kami punya legitimasi untuk melakukan itu pada saat ini,” katanya dikutip Selasa (19/5/2020).

Prancis sebetulnya sudah mengajukan rencana pengenaan pajak digital pada Desember 2018. Kala itu, pemerintah memutuskan untuk mengenakan pajak penjualan sebesar 3% atas penghasilan Google di Prancis.

Namun kebijakan tersebut urung dilakukan karena mendapat retaliasi dari Amerika Serikat yang mengancam menerapkan tarif tambahan untuk ekspor komoditas Prancis yang masuk ke pasar domestik AS.

Baca Juga: Bank Sentral Minta Pemerintah Setop Buat Insentif Pajak Baru

Namun komitmen memajaki entitas ekonomi digital tersebut tetap kuat. Apalagi dengan kehadiran pandemi Covid-19 belakangan ini yang menggerus perekonomian, termasuk penerimaan negara.

“Apa yang tengah kami usulkan dengan penundaan ialah untuk menunjukkan niat baik kami melakukan penundaan pembayaran pajak,” ungkapnya dilansir Apple Insider.

Prancis merupakan salah satu negara yang getol untuk bisa menarik pajak dari perusahaan digital yang beroperasi di negaranya. Ini juga dilakukan untuk meminimalisir praktik penghindaran pajak yang kerap dilakukan perusahaan digital.

Baca Juga: Kembangkan Judi Online, Rezim Perpajakan Direformasi

Untuk diketahui, perusahaan digital saat ini ramai mendapat kecaman dari mayoritas negara Uni Eropa karena mengalirkan dana ke negara dengan tarif pajak rendah untuk menekan jumlah kewajiban pembayaran pajak. (rig)

Topik : pajak digital, prancis, menteri keuangan bruno le maire, internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:56 WIB
PRANCIS
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:28 WIB
BOSNIA-HERZEGOVINA
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 12 Juli 2020 | 12:01 WIB
CHINA
Minggu, 12 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 08:01 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Minggu, 12 Juli 2020 | 07:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 12 Juli 2020 | 06:01 WIB
SE-38/PJ/2020
Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:01 WIB
ITALIA