Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Reportase

Otoritas Pajak Bakal Sisir Penerima Insentif Covid-19 yang Curang

A+
A-
1
A+
A-
1
Otoritas Pajak Bakal Sisir Penerima Insentif Covid-19 yang Curang

Ilustrasi. (foto: andrey popov/shutterstock)

CANBERRA, DDTCNews—Otoritas pajak Australia (Australian Taxation Office/ATO) memperingatkan wajib pajak tentang ancaman denda hingga penjara jika terbukti memanfaatkan insentif Covid-19 secara curang.

Deputi Komisaris ATO Will Day mengatakan otoritas tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap pemberian insentif. Untuk itu, wajib pajak yang merasa keliru saat melaporkan SPT diimbau untuk melakukan perbaikan.

“Jauh lebih baik untuk memperbaikinya secara sukarela daripada menunggu diaudit," kata Will dikutip Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga: Siap-Siap! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka Besok

Dia menjelaskan ATO saat ini menemukan adanya praktik curang yang digunakan wajib pajak untuk mendapatkan insentif pajak. Misal, dengan memindahkan uang sementara waktu hingga pemalsuan data keuangan pribadi.

Selain itu, lanjutnya, ATO juga menemukan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan para pengusaha yaitu dengan memanipulasi tingkat perputaran karyawannya agar mendapatkan subsidi upah.

Atas temuan tersebut, ATO mengirim pesan melalui SMS kepada jutaan wajib pajak tentang ancaman audit bagi pelaku kecurangan. Dalam pesan tersebut, otoritas meminta wajib pajak memeriksa ulang semua detail yang dilaporkan dalam SPT.

Baca Juga: DJBC Fasilitasi Hibah Impor Alat Kesehatan dari Pemerintah Australia

“Apabila Anda mengajukan perbaikan secara mandiri, Anda mempunyai waktu hingga 31 Oktober untuk melakukannya," bunyi pesan itu dilansir dari Dailymail.

Perbaikan SPT bisa dilakukan mulai akhir Juli. Bila pengawas menemukan ada data SPT yang tidak konsisten seperti mengisi penghasilan yang lebih rendah dibandingkan dengan data lain, wajib pajak bersangkutan dapat diaudit. (rig)

Baca Juga: Tangani Pandemi Corona, Negara Ini Perkenalkan Pajak Solidaritas
Topik : insentif fiskal, covid-19, australia, sanksi administrasi, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:14 WIB
PANDEMI COVID-19
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:33 WIB
RUSIA
Senin, 03 Agustus 2020 | 14:27 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:02 WIB
PP 44/2020
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:00 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:15 WIB
LAYANAN BEA CUKAI
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:46 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:12 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK