Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

One Revenue System Jadi Cita-Cita Sinergi 3 Ditjen, Apa Itu?

3
3

Konferensi pers sinergi DJP, DJBC, dan DJA Kemenkeu. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Konsolidasi sumber penerimaan negara dalam satu sistem menjadi target Kemenkeu. Cita-cita ini mulai dirintis dengan sinergi Ditjen Pajak (DJP), Ditjen Bea dan Cukai (DJBC), serta Ditjen Anggaran (DJA).

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan ujung dari sinergi tiga unit eselon I tersebut adalah konsolidasi seluruh proses bisnis pada pos penerimaan yang dikelola Kemenkeu. Sistem teknologi informasi yang andal menjadi syarat mutlak dari sistem penerimaan negara yang terintegrasi.

One revenue concept dalam satu sistem bisa dilakukan jika semua serba otomatis dan serba berbasis teknologi informasi,” katanya di Kantor Pusat DJP, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Gedung Pemerintah akan Dilindungi Asuransi

Lebih lanjut, Mardiasmo menjelaskan untuk saat ini sistem informasi penerimaan negara masih terpisah ke dalam tiga direktorat. Di masa mendatang, ketiga sistem tersebut idealnya terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Integrasi itu diharapkan memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban terkait perpajakan dan juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Selain itu, kerja bersama juga bisa dilakukan dalam konteks mengamankan penerimaan negara.

Dalam konteks mengejar penerimaan, kolaborasi dapat dilakukan melalui integrasi data. Selain itu, kerja bersama dalam hal audit dan penagihan juga dimungkinkan dengan adanya integrasi sistem informasi tersebut.

Baca Juga: SBR007 Tawarkan Kupon 7,5%, Mau?

Hal tersebut, menurut Mardiasmo, sudah dirintis dengan pembaruan sistem informasi DJP yakni core tax. Integrasi sistem perpajakan melalui core tax ini menjadi garapan utama otoritas pajak pada tahun depan.

“DJP kembangkan core tax untuk bisa mengintegrasikan database administrasi perpajakan. Ke depan, diperlukan integrasi data antarinstitusi,” paparnya.

Kolaborasi penerimaan negara dalam satu sistem yang terintegrasi ini sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi setoran ke kas negara. Secara bertahap, integrasi sistem ini diharapkan mengerek kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Baca Juga: DJKN Imbau Masyarakat Waspadai Lelang Fiktif

“Integrasi sistem adalah bagaimana mengoptimalkan potensi penerimaan yang tadinya di luar kelas kita dorong yang ujungnya menaikkan tax ratio karena membayar pajak menjadi lebih mudah,” jelas Mardiasmo. (kaw)

One revenue concept dalam satu sistem bisa dilakukan jika semua serba otomatis dan serba berbasis teknologi informasi,” katanya di Kantor Pusat DJP, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Gedung Pemerintah akan Dilindungi Asuransi

Lebih lanjut, Mardiasmo menjelaskan untuk saat ini sistem informasi penerimaan negara masih terpisah ke dalam tiga direktorat. Di masa mendatang, ketiga sistem tersebut idealnya terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Integrasi itu diharapkan memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban terkait perpajakan dan juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Selain itu, kerja bersama juga bisa dilakukan dalam konteks mengamankan penerimaan negara.

Dalam konteks mengejar penerimaan, kolaborasi dapat dilakukan melalui integrasi data. Selain itu, kerja bersama dalam hal audit dan penagihan juga dimungkinkan dengan adanya integrasi sistem informasi tersebut.

Baca Juga: SBR007 Tawarkan Kupon 7,5%, Mau?

Hal tersebut, menurut Mardiasmo, sudah dirintis dengan pembaruan sistem informasi DJP yakni core tax. Integrasi sistem perpajakan melalui core tax ini menjadi garapan utama otoritas pajak pada tahun depan.

“DJP kembangkan core tax untuk bisa mengintegrasikan database administrasi perpajakan. Ke depan, diperlukan integrasi data antarinstitusi,” paparnya.

Kolaborasi penerimaan negara dalam satu sistem yang terintegrasi ini sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi setoran ke kas negara. Secara bertahap, integrasi sistem ini diharapkan mengerek kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Baca Juga: DJKN Imbau Masyarakat Waspadai Lelang Fiktif

“Integrasi sistem adalah bagaimana mengoptimalkan potensi penerimaan yang tadinya di luar kelas kita dorong yang ujungnya menaikkan tax ratio karena membayar pajak menjadi lebih mudah,” jelas Mardiasmo. (kaw)

Topik : penerimaan negara, sinergi 3 ditjen, Kemenkeu
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 10 April 2019 | 16:37 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Senin, 18 Maret 2019 | 16:49 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 18 September 2018 | 10:43 WIB
BERITA PAJAK HARI INI