Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Omzet WP OP UMKM Rp500 Juta Tidak Kena Pajak, DJP: Masyarakat Untung

A+
A-
16
A+
A-
16
Omzet WP OP UMKM Rp500 Juta Tidak Kena Pajak, DJP: Masyarakat Untung

Penyuluh Pajak Ahli Madya Ditjen Pajak (DJP) Eko Ariyanto dan host M Iqbal Rahadian. 

JAKARTA, DDTCNews - Pekerja dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan penghasilan rendah hingga menengah bakal diuntungkan dengan adanya UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Penyuluh Pajak Ahli Madya Ditjen Pajak (DJP) Eko Ariyanto menilai kedua kelompok tersebut bisa menghemat pembayaran pajak dengan perubahan regulasi yang tertuang dalam UU HPP. Hal ini, ujarnya, menjadi bentuk keadilan dan keberpihakan pemerintah kepada pekerja dan pelaku UMKM.

"Dalam RUU HPP ada asas keadilan yang menjaga keseimbangan hak dan kewajiban perpajakan," katanya dalam acara Taxlive DJP, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Soal Rencana WP UMKM Diwajibkan Lapor Omzet, Ini Kata DJP

Eko menjelaskan kelas pekerja dapat menghemat pembayaran pajak karena pemerintah mengubah ambang batas pada kelompok penghasilan atau tax bracket yang dikenai tarif 5%. Pada regulasi yang berlaku saat ini tax bracket 5% berlaku untuk penghasilan kena pajak sampai dengan Rp50 juta.

Ketentuan tersebut diubah dalam RUU HPP dengan naiknya ambang batas kelompok tarif PPh orang pribadi 5% untuk penghasilan hingga Rp60 juta. Selain itu, asas keadilan juga terlihat dengan bertambahnya tax bracket untuk penghasilan lebih dari Rp5 miliar yang dikenakan tarif sebesar 35%.

"Jadi, bicara keadilan untuk lapisan penghasilan kena pajak paling bawah membayar pajak paling rendah dan makin besar penghasilan maka masuk ke lapisan berikutnya. Jadi makin tinggi penghasilan makin besar juga kontribusinya," terangnya.

Baca Juga: Video: Aturan Pelaksana PPS Segera Terbit & Revisi UU Ciptaker Dikebut

Selanjutnya untuk pelaku UMKM juga mendapatkan banyak manfaat dengan hadirnya UU HPP. Pemerintah memperkenalkan ambang batas peredaran bruto atau omzet yang dikenai tarif PPh final 0,5%. Sebelumnya, rezim PPh final UMKM tidak mengenal ambang batas dan berapapun omzet usaha dikenakan pajak final.

Hal tersebut diperbarui dalam RUU HPP. Omzet usaha sampai dengan Rp500 juta per tahun tidak perlu membayar PPh final 0,5%. Kebijakan tersebut menjadi dukungan pemerintah pada pemulihan bisnis UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

"Jadi, bagian peredaran bruto tidak lebih dari Rp500 juta dalam 1 tahun pajak tidak dikenai PPh bagi WP OP UMKM," ujarnya. (sap)

Baca Juga: Integrasi NIK dan NPWP, DJP: Untuk Perkuat Basis Data

Topik : UU HPP, RUU KUP, UMKM, omzet UMKM, PTKP

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Yansew

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:43 WIB
Kalau utk pedagang makanan yang penjualannya hanya melalui aplikasi online seperti gofood/grabfood dll, penghitungan omzet usaha-nya bagaimana ya? Kalau dihitung dari harga jual di aplikasi kurang fair dong, karena dari harga jual tersebut langsung dipotong komisi dulu oleh penyedia aplikasi sebes ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Desember 2021 | 15:46 WIB
UU HPP

Keberatan dan Banding Tahun Pajak Ini Harus Dicabut Saat Ikut PPS

Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK

Tahun Pajak 2022 Berbeda dengan Tahun Kalender, Kapan UU HPP Berlaku?

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Ikut Danai Program Ramah Penyandang Disabilitas, Apa Saja?

Senin, 06 Desember 2021 | 15:43 WIB
PENANGANAN COVID-19

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Daerah Vaksinasi Rendah Naik 1 Level

Senin, 06 Desember 2021 | 15:27 WIB
INSENTIF PAJAK

Serapan Insentif Perpajakan Sudah Lampaui Pagu, Ini Kata Airlangga

Senin, 06 Desember 2021 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Senin, 06 Desember 2021 | 14:30 WIB
TAIWAN

Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Senin, 06 Desember 2021 | 14:00 WIB
INGGRIS

Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 13:33 WIB
PENEGAKAN HUKUM

KPP Pratama Boyolali Lelang 2 Unit Apartemen Wajib Pajak

Senin, 06 Desember 2021 | 13:30 WIB
PROVINSI BENGKULU

Berlaku Hingga 31 Januari 2022, Pemprov Beri Diskon BBNKB untuk Mobil

Senin, 06 Desember 2021 | 13:00 WIB
BANGLADESH

Otoritas Pajak Minta Harga di Label Produk Sudah Termasuk PPN

Senin, 06 Desember 2021 | 12:30 WIB
ALBANIA

Berlaku Mulai Juli 2022, Ketentuan Penghasilan Kena Pajak Direvisi