Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 27 September 2021 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Senin, 27 September 2021 | 19:23 WIB
AGENDA PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Neraca Perdagangan Agustus 2021 Surplus US$4,74 M, Begini Perinciannya

A+
A-
0
A+
A-
0
Neraca Perdagangan Agustus 2021 Surplus US$4,74 M, Begini Perinciannya

Kepala BPS Margo Yuwono. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 kembali mengalami surplus senilai US$4,74 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan surplus terjadi karena nilai ekspor yang lebih tinggi ketimbang impor. Ekspor tercatat senilai US$21,42 miliar dan impor US$16,68 miliar. Menurutnya, surplus tersebut juga melanjutkan tren yang terjadi dalam 16 bulan terakhir.

"Ini juga capaian yang bagus, harapannya di bulan-bulan berikutnya tren surplus tetap terjadi sehingga pemulihan ekonomi berjalan seperti yang kita harapkan," katanya melalui konferensi video, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Setoran PPh Pasal 22 Impor Tumbuh 292%, Ini Kata Kemenkeu

Margo mengatakan surplus neraca perdagangan Indonesia terutama berasal dari sektor nonmigas senilai US$5,72 miliar. Sedangkan di sektor migas, terjadi defisit US$0,98 miliar.

Margo memerinci ekspor pada Agustus 2021 senilai US$21,42 miliar mengalami kenaikan 20,95% dibanding Juli 2021 dan naik 64,1% dibanding Agustus 2020. Ekspor nonmigas pada Agustus 2021 tercatat US$20,36 miliar, sedangkan ekspor migas US$1,06 miliar.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Agustus 2021 mencapai US$142,01 miliar atau naik 37,77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Ekspor nonmigas secara kumulatif mencapai US$134,13 miliar atau naik 37,03%, sedangkan ekspor migas US$7,87 miliar atau naik 51,78%.

Baca Juga: Harga Komoditas Merangkak Naik, Setoran Kepabeanan Meroket

"Secara tahunan ekspor tumbuhnya sangat tinggi dibandingkan Agustus 2020," ujarnya.

Ekspor nonmigas pada Agustus 2021 terbesar yakni ke China senilai US$4,78 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,25 miliar, dan India US$1,72 miliar.

Sementara dari sisi impor, Margo menjelaskan nilainya yang sebesar US$16,68 miliar mengalami kenaikan 10,35% dibandingkan dengan posisi Juli 2021 atau naik 55,26% dibandingkan dengan Agustus 2020.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Impor Positif, Pengusaha Diminta Manfaatkan Momentum

Impor migas pada Agustus 2021 senilai US$2,05 miliar, sedangkan impor nonmigas US$14,63 miliar. Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar terjadi pada mesin/peralatan mekanis dan bagiannya senilai US$318,5 juta atau 16,99%.

Dia menyebut 3 negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Agustus 2021 adalah China senilai US$34,67 miliar atau 32,25%, Jepang US$9,01 miliar atau 8,39%, dan Korea Selatan US$5,84 miliar atau 5,44%.

Sementara menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari hingga Agustus 2021 pada barang konsumsi mencapai US$12,31 miliar atau naik 29,79% secara tahunan, bahan baku/penolong US$92,88 miliar atau naik 36,84%, dan barang modal US$17,65 miliar atau naik 19,60%.

Baca Juga: Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Alkes Tembus Rp1,06 Triliun

"Kalau kita lihat strukturnya, dari total impor, 75,61% berupa bahan baku/penolong," kata Margo. (sap)

Topik : neraca dagang, ekspor, impor, perdagangan nasional, surplus, BPS

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 07:00 WIB
PMK 74/2021

Ketentuan Baru Pelayanan Rush Handling Berlaku Mulai 24 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:00 WIB
KAMBOJA

Harga Pupuk Mahal, Petani Minta Tarif Pajak Impor Dipangkas

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:10 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Dampak Diskon Pajak Mobil, Ini Kata Kepala BPS

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:45 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Keluar dari Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2021 Capai 7,07%

berita pilihan

Senin, 27 September 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyaluran Insentif Diklaim Lebih Baik, DJP Janji Dengarkan Pengusaha

Senin, 27 September 2021 | 19:23 WIB
AGENDA PAJAK

Ada Forum Gratis Bahas Kebijakan Pajak Karbon, Tertarik?

Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Kunjungan (Visit) Pegawai Pajak?

Senin, 27 September 2021 | 18:17 WIB
KINERJA FISKAL

Anggaran TIK Kemenkeu Naik, Downtime Layanan Seharusnya Teratasi

Senin, 27 September 2021 | 18:03 WIB
BANTUAN SOSIAL

Dekati Batas Akhir, Nyaris 5 Juta Pekerja Sudah Terima Subsidi Gaji

Senin, 27 September 2021 | 18:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Penerimaan Negara Bukan Pajak Tumbuh 20%, Begini Perinciannya

Senin, 27 September 2021 | 17:47 WIB
KINERJA PEMERINTAH

Indeks Efektivitas Pemerintah Naik, KSP: Tak Boleh Ada Lagi Pungli

Senin, 27 September 2021 | 17:30 WIB
SE-49/PJ/2021

Ditjen Pajak Terbitkan Surat Edaran Soal Prosedur Persetujuan Bersama

Senin, 27 September 2021 | 17:11 WIB
INGGRIS

Perusahaan Minyak Ini Memohon Perpanjangan Deadline Tunggakan PPN

Senin, 27 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pulihkan Pariwisata, Sri Mulyani: Insentif Diberikan, Termasuk Pajak