Review
Selasa, 28 September 2021 | 12:00 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 28 September 2021 | 11:15 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 28 September 2021 | 10:30 WIB
Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman:
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 28 September 2021 | 18:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 28 September 2021 | 17:47 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (4)
Selasa, 28 September 2021 | 11:30 WIB
KAMUS AKUNTANSI PAJAK
Selasa, 28 September 2021 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Morgan Stanley Prediksi Ekonomi RI Mulai Pulih Kuartal IV/2020

A+
A-
5
A+
A-
5
Morgan Stanley Prediksi Ekonomi RI Mulai Pulih Kuartal IV/2020

Kendaraan melaju di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini -1%. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

JAKARTA, DDTCNews—Morgan Stanley menyebut Indonesia merupakan satu dari lima negara yang perekonomiannya diprediksi cepat pulih seiring dengan pelonggaran pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi.

Menurut riset Morgan Stanley berjudul 'Asia Economic Mid-Year Outlook', PDB dari kelima negara diprediksi bisa pulih ke level yang setara dengan pada masa sebelum pandemi Covid-19 pada kuartal IV/2020 atau kuartal I/2021 mendatang.

Lima negara yang dimaksud Morgan Stanley tersebut antara lain Indonesia, Filipina, Korea Selatan, India, dan Taiwan. Adapun negara yang bakal pulih paling cepat adalah China. Setidaknya ada tiga faktor yang menjadi penentu cepat atau tidaknya ekonomi suatu negara untuk pulih.

Baca Juga: Keuangan Negara Stabil, Tak Ada Kenaikan Pajak Tahun Depan

Pertama, besar pengaruh resesi global dan kecepatan pemulihan ekonomi global terhadap perekonomian domestik. Adapun Indonesia menjadi negara yang terbebas dari faktor ini lantaran konsumsi domestik kuat.

"Ekonomi Indonesia, India, China, dan Filipina cenderung berorientasi pada permintaan domestik. Dengan ini, keberhasilan pemerintah menekan penularan menjadi faktor penting dalam pemulihan ekonomi," tulis Morgan Stanley dalam risetnya, Selasa (23/6/2020).

Dengan kata lain, pemulihan ekonomi Indonesia bisa berjalan cepat lantaran permintaan domestik yang besar, tingginya pertumbuhan struktural, dan adanya dukungan relaksasi kebijakan fiskal.

Baca Juga: Dukung Bisnis Restoran, Penghasilan dari Tip Bakal Bebas Pajak

Kedua, respon pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap permintaan domestik. Dalam aspek ini, respons Indonesia dalam penanganan Covid-19 dinilai rendah terbukti dengan meningkatnya kasus harian Covid-19.

Ketiga, kapasitas kebijakan fiskal untuk menangani dampak Covid-19 dan seberapa kuat pemerintah mampu melonggarkan kebijakan fiskalnya dalam rangka menangani dampak lanjutan dari Covid-19 ke depan.

Untuk aspek ini, Indonesia dan India dinilai tidak memiliki ruang yang cukup besar untuk merelaksasi kebijakan fiskalnya secara terus-menerus ke depan mengingat nilai defisit neraca transaksi berjalan terbilang besar.

Baca Juga: Rencana Pajak Baru Atas BBM Memantik Pro-Kontra

Secara umum, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diestimasikan mengalami kontraksi -1%. Kontraksi terdalam bakal terjadi pada kuartal II/2020 sebesar -5%. Disusul kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020 masing-masing sebesar -1,5% dan -0,5%.

Pada 2021, Morgan Stanley memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,8%. Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2021 diproyeksikan masih rendah di level 1,2%, tetapi akan tumbuh tinggi hingga 10% pada kuartal II/2021. (rig)

Baca Juga: RUU APBN 2022 Akhirnya Dibawa ke Sidang Paripurna DPR
Topik : riset, morgan stanley, pemulihan ekonomi, Asia, pertumbuhan ekonomi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 27 September 2021 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Pasal 22 Impor Tumbuh 292%, Ini Kata Kemenkeu

Senin, 27 September 2021 | 11:45 WIB
RUU KUP

Begini Pandangan Fraksi-Fraksi di DPR Soal Kenaikan Tarif PPN

berita pilihan

Rabu, 29 September 2021 | 08:05 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Siap Dibawa ke Sidang Paripurna DPR, Ini Target Penerimaan Pajak 2022

Rabu, 29 September 2021 | 08:00 WIB
KINERJA FISKAL

Menkeu Minta Jajarannya Kerja Keras Kerek Defisit APBN ke Bawah 3%

Rabu, 29 September 2021 | 07:30 WIB
KOREA SELATAN

Dilatari Politik, Korea Bakal Tunda Pengenaan Pajak Kripto

Rabu, 29 September 2021 | 07:00 WIB
LATVIA

Keuangan Negara Stabil, Tak Ada Kenaikan Pajak Tahun Depan

Selasa, 28 September 2021 | 18:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Menyambut Momentum Baru Digitalisasi Sistem Pajak Indonesia

Selasa, 28 September 2021 | 17:47 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (4)

Pengenaan Sanksi Kenaikan Pajak dalam UU KUP, Apa Saja?

Selasa, 28 September 2021 | 17:37 WIB
KINERJA BUMN

Erick Thohir: Setoran Pajak BUMN Masih Stagnan Tahun Ini

Selasa, 28 September 2021 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Lantik 4 Pejabat Eselon II Kemenkeu

Selasa, 28 September 2021 | 17:00 WIB
PRANCIS

Dukung Bisnis Restoran, Penghasilan dari Tip Bakal Bebas Pajak

Selasa, 28 September 2021 | 16:45 WIB
WEBINAR STIE MNC

Berperan Strategis, Tax Center Perlu Memperdalam Riset Pajak